Net Sell Asing Rp1,68 Triliun, IHSG Tetap Menguat Pekan Ini

Dwi Prakoso

pergerakan IHSG di tengah net sell asing pada perdagangan Bursa Efek Indonesia.

RuangInvest.com, JakartaNet sell asing masih membayangi pasar saham Indonesia sepanjang pekan ini. Meski demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil mencatat kenaikan dan mengakhiri tren pelemahan dalam dua pekan sebelumnya.

IHSG ditutup menguat 0,20 persen pada perdagangan terakhir pekan ini di level 5.924,36. Secara mingguan, indeks juga naik 0,83 persen sehingga memberikan sinyal bahwa minat beli domestik masih mampu menopang pergerakan pasar.

Di sisi lain, investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih atau net sell asing senilai Rp1,68 triliun di pasar reguler. Kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar global masih bersikap hati-hati meski indeks berhasil bergerak ke zona hijau.

IHSG Menguat Meski Net Sell Asing Berlanjut

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar sepanjang pekan. Nilai net sell mencapai Rp699,49 miliar.

Menariknya, tekanan jual tersebut tidak membuat harga saham MAPI melemah. Sebaliknya, saham perusahaan ritel itu justru naik 1,32 persen dan ditutup pada level Rp1.535 per saham.

Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp327,08 miliar. Namun, saham BBRI tetap mampu menguat 2,95 persen menjadi Rp2.790 per saham.

Selanjutnya, saham PT Astra International Tbk (ASII) mencatat net sell sebesar Rp145,47 miliar. Saham ASII mengakhiri perdagangan pekan ini di level Rp4.810 per saham.

Aksi jual asing juga terjadi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp114,69 miliar. Meski demikian, saham BMRI masih menguat 1,75 persen hingga berada di level Rp4.080 per saham.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat net sell asing sebesar Rp109,94 miliar. Berbeda dengan sejumlah saham lainnya, TLKM justru terkoreksi 1,59 persen menjadi Rp2.480 per saham.

Daftar tersebut dilengkapi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Saham ini dilepas investor asing senilai Rp104,79 miliar, tetapi masih mampu naik tipis 0,29 persen ke level Rp3.510 per saham.

Daftar Saham dengan Net Sell Asing Terbesar

  • MAPI : Rp699,49 miliar
  • BBRI : Rp327,08 miliar
  • ASII : Rp145,47 miliar
  • BMRI : Rp114,69 miliar
  • TLKM : Rp109,94 miliar
  • AMMN : Rp104,79 miliar

Analis Nilai IHSG Masih Menunggu Sentimen Baru

BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG pada akhir pekan ditopang oleh dominasi saham yang berhasil menguat selama perdagangan.

Namun, nilai transaksi yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya menunjukkan investor masih cenderung menunggu katalis baru. Karena itu, arah pergerakan IHSG pada awal pekan depan diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan sentimen domestik maupun global.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai ruang kenaikan indeks masih relatif terbatas. Secara teknikal, IHSG memang sudah bergerak di atas rata-rata pergerakan lima hari dan sepuluh hari.

Meskipun begitu, posisi indeks masih berada di bawah MA-20. Selain itu, indikator Stochastic RSI telah membentuk pola death cross. Di sisi lain, histogram MACD masih bertahan di area positif sehingga tekanan jual belum sepenuhnya mendominasi.

Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.800 hingga 6.000 sepanjang pekan depan.

Sentimen Global dan Domestik Masih Menjadi Penentu

Dari pasar global, harga minyak mentah masih mengalami pelemahan tipis setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda.

Selain itu, International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak dunia akan mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak 2020. Proyeksi tersebut dipengaruhi gangguan terhadap fasilitas produksi serta aktivitas ekspor minyak di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, dari dalam negeri, prospek konsumsi masyarakat menunjukkan perkembangan yang lebih positif. Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan penjualan kendaraan bermotor.

Penjualan mobil nasional pada Juni 2026 tercatat mencapai 77.550 unit atau tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, pada Mei 2026, penjualan juga meningkat 14 persen secara tahunan.

Secara kumulatif selama semester pertama 2026, penjualan mobil telah mencapai 436.564 unit. Angka tersebut naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Phintraco Sekuritas menilai tren tersebut berpotensi berlanjut. Selain perbaikan daya beli masyarakat, sejumlah pameran otomotif dan agenda promosi penjualan diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan sektor otomotif hingga akhir tahun.

Prospek Investor

Bagi investor, kondisi saat ini menunjukkan bahwa aksi net sell asing belum tentu menjadi sinyal negatif bagi seluruh saham. Faktanya, sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BMRI, MAPI, ASII, dan AMMN tetap mampu mencatatkan kenaikan harga meski mengalami tekanan jual dari investor asing.

Selain itu, stabilnya indikator teknikal IHSG dan membaiknya konsumsi domestik memberikan peluang bagi investor untuk tetap mencermati saham-saham dengan fundamental kuat. Namun, investor tetap disarankan menerapkan strategi bertahap (buy on weakness) mengingat pergerakan IHSG masih diperkirakan berada dalam fase konsolidasi pada kisaran 5.800 hingga 6.000.

Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada perkembangan sentimen global, arus dana asing, serta data ekonomi domestik. Jika arus jual asing mulai mereda dan konsumsi nasional terus membaik, peluang penguatan IHSG menuju level psikologis berikutnya akan semakin terbuka.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu