MTEL Bagikan Dividen 98 Persen, Layakkah Jadi Pilihan Investor?

Jaya Purnama

JAKARTA – RuangInvest.com – Kabar MTEL bagikan dividen 98 persen menjadi perhatian pelaku pasar setelah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per saham kepada pemegang saham. Kebijakan tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil yang menarik sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Rasio pembayaran dividen mencapai 98 persen dari laba bersih menjadi pencapaian yang kembali terulang untuk dua tahun berturut-turut. Hal ini memperlihatkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kebijakan pembagian keuntungan kepada pemegang saham.

Bagi investor, pembagian dividen dengan rasio tinggi bukan sekadar kabar baik, tetapi juga menjadi indikator bahwa perusahaan memiliki arus kas yang sehat dan fundamental bisnis yang tetap kuat. Namun demikian, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan, bukan hanya besarnya dividen.

Dividen Besar Menjadi Bukti Fundamental Perusahaan

Pembagian dividen hingga 98 persen umumnya hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang memiliki kondisi keuangan stabil. Mitratel berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp9,53 triliun sepanjang 2025 dengan EBITDA mencapai Rp7,83 triliun serta laba bersih Rp2,12 triliun.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa bisnis penyewaan menara telekomunikasi masih menghasilkan pendapatan berulang atau recurring revenue yang kuat. Model bisnis seperti ini relatif lebih tahan terhadap gejolak ekonomi dibandingkan sektor yang sangat bergantung pada permintaan musiman.

Bagi investor jangka panjang, stabilitas pendapatan merupakan salah satu faktor penting karena dapat memberikan kepastian terhadap potensi pembagian dividen pada tahun-tahun berikutnya.

Ekspansi Tetap Berjalan Meski Dividen Tinggi

Sebagian investor mungkin mempertanyakan apakah pembagian dividen yang sangat besar akan mengurangi kemampuan perusahaan melakukan ekspansi. Dalam kasus MTEL, kekhawatiran tersebut tampaknya belum terlihat.

Perusahaan tetap memperluas jaringan fiber optik hingga mencapai lebih dari 57 ribu kilometer. Fiber Billable Length juga meningkat menjadi lebih dari 70 ribu kilometer sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan segmen fiber optik sekitar 18,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan tenancy ratio menjadi 1,57 kali. Angka tersebut menunjukkan pemanfaatan menara telekomunikasi semakin efisien sehingga mampu meningkatkan profitabilitas tanpa harus membangun menara baru secara berlebihan.

Langkah ekspansi ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan investasi untuk pertumbuhan masa depan.

Transformasi Bisnis Menjadi Nilai Tambah

Hal menarik lainnya adalah persetujuan pemegang saham terhadap pengembangan layanan Power-as-a-Service (PaaS). Strategi ini menjadi sinyal bahwa perusahaan tidak hanya ingin bergantung pada bisnis menara telekomunikasi.

Transformasi menuju penyedia infrastruktur digital terintegrasi membuka peluang sumber pendapatan baru. Seiring meningkatnya kebutuhan jaringan digital, pusat data, dan infrastruktur energi, langkah diversifikasi seperti ini dinilai cukup relevan.

Apabila strategi tersebut berjalan sesuai rencana, MTEL berpotensi memperoleh pertumbuhan pendapatan yang lebih beragam sehingga tidak hanya mengandalkan bisnis tradisional.

Apa Artinya Bagi Investor?

Dari sudut pandang investasi, terdapat beberapa poin yang layak diperhatikan.

  • Dividen sangat tinggi memberikan potensi pendapatan pasif bagi investor.
  • Fundamental perusahaan masih tergolong kuat berdasarkan pertumbuhan laba dan EBITDA.
  • Model bisnis berbasis pendapatan berulang membuat kinerja relatif stabil.
  • Ekspansi fiber optik masih terus berlangsung.
  • Transformasi menuju perusahaan infrastruktur digital membuka peluang pertumbuhan baru.
  • Investor tetap perlu memperhatikan valuasi saham sebelum membeli agar tidak masuk pada harga yang terlalu mahal.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, MTEL masih memiliki daya tarik sebagai saham yang menggabungkan potensi dividen dan peluang pertumbuhan.

Kesimpulan

Pembagian dividen sebesar 98 persen menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap kondisi keuangan perusahaan. Di saat yang sama, ekspansi jaringan fiber optik, pengembangan layanan baru, dan transformasi menjadi perusahaan infrastruktur digital memberikan sinyal bahwa pertumbuhan belum berhenti.

Bagi investor yang mengutamakan kombinasi antara pendapatan dividen dan fundamental yang stabil, MTEL masih layak masuk dalam daftar pemantauan. Meski demikian, keputusan investasi sebaiknya tetap mempertimbangkan harga saham, kondisi pasar, serta profil risiko masing-masing investor agar memperoleh hasil investasi yang optimal.

FAQ

Apa itu MTEL?
MTEL adalah kode saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi yang merupakan bagian dari ekosistem Telkom Indonesia.

Berapa dividen yang dibagikan MTEL?
MTEL membagikan dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per saham, setara dengan 98 persen laba bersih tahun buku 2025.

Mengapa dividen 98 persen menarik bagi investor?
Karena menunjukkan perusahaan memiliki arus kas yang kuat dan memberikan imbal hasil yang besar kepada pemegang saham.

Apakah MTEL masih melakukan ekspansi?
Ya. Perusahaan terus memperluas jaringan fiber optik, meningkatkan tenancy ratio, dan mengembangkan layanan Power-as-a-Service sebagai sumber pertumbuhan baru.

Apakah MTEL cocok untuk investasi jangka panjang?
MTEL memiliki fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan yang menarik, namun keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan investasi serta kondisi pasar saat ini.

Penulis :

Jaya Purnama

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu