RuangInvest.com, Jakarta – Kinerja MPPA Semester I 2026 menunjukkan tren yang semakin positif. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pemilik jaringan ritel Hypermart, berhasil mencatat pertumbuhan penjualan sekaligus memperbaiki berbagai indikator profitabilitas pada enam bulan pertama tahun ini.
Perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar Rp4 triliun hingga semester I-2026. Angka tersebut meningkat 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp3,85 triliun.
Selain pertumbuhan pendapatan, MPPA juga berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Dampaknya terlihat dari kenaikan laba operasional yang signifikan serta penyusutan rugi bersih dibandingkan semester I-2025. Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa strategi transformasi bisnis mulai memberikan hasil positif.
Penjualan dan Profitabilitas MPPA Terus Menguat
Pertumbuhan penjualan menjadi salah satu pendorong utama membaiknya kinerja perseroan. Sepanjang semester I-2026, MPPA mencatat penjualan bersih sebesar Rp4 triliun atau naik 3,9 persen secara tahunan.
Seiring kenaikan penjualan, laba bruto juga meningkat 5,2 persen menjadi Rp699,36 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bruto tercatat sebesar Rp664,95 miliar.
Peningkatan yang lebih mencolok terjadi pada laba operasional. Perseroan membukukan laba operasional sebesar Rp17,51 miliar, melonjak 74,4 persen dibandingkan Rp10,04 miliar pada semester I-2025.
Sementara itu, rugi bersih berhasil ditekan menjadi Rp33,07 miliar. Nilai tersebut turun 41,3 persen dibandingkan rugi bersih Rp56,29 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
CEO PT Matahari Putra Prima Tbk, Adrian Suherman, mengatakan perbaikan tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjalankan strategi operasional secara konsisten.
Menurutnya, peningkatan kinerja didukung oleh pengelolaan bauran produk yang lebih optimal, strategi pengadaan yang semakin efektif, serta disiplin dalam menjaga efisiensi biaya operasional.
“Kami mencatat perbaikan secara tahunan pada sejumlah indikator keuangan utama selama semester pertama 2026, yang mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam pelaksanaan operasional,” ujar Adrian dalam keterangan resmi.
MPPA Perluas Portofolio Bisnis
Selain memperkuat bisnis ritel utama, MPPA juga melakukan sejumlah langkah strategis untuk memperluas sumber pertumbuhan.
Pada April 2026, perusahaan menempatkan bisnis Toko Mama di bawah PT Fortuna Optima Distribusi (FOD). Langkah tersebut bertujuan menyelaraskan pengelolaan bisnis ritel berbasis komunitas agar lebih fokus dan efisien.
Di sisi lain, MPPA juga mengakuisisi PT Sunshine Food International (SFI) serta PT Prima Cipta Lestari (PCL). Nilai transaksi afiliasi tersebut mencapai Rp34 miliar.
Akuisisi tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk memperkuat bisnis katering dan restoran. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mendukung pengembangan produk siap saji, meningkatkan layanan makanan, sekaligus memperkuat rantai pasok perusahaan.
Tidak hanya itu, MPPA terus mengembangkan konsep shopping theme park Tomorrow World. Konsep ini menggabungkan aktivitas ritel, hiburan, dan komunitas dalam satu ekosistem.
Selama 2026, pengembangan Tomorrow World difokuskan pada ekspansi lokasi, penyelenggaraan berbagai kegiatan secara lebih konsisten, peningkatan variasi produk, serta efisiensi operasional.
PMHMETD VIII Perkuat Modal Perseroan
Pada aspek permodalan, MPPA juga memperoleh dukungan tambahan melalui aksi korporasi.
Perseroan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk Penawaran Umum Terbatas VIII dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD VIII) pada 17 Juni 2026.
Dana hasil aksi korporasi tersebut mulai digunakan sejak Juli 2026. Penggunaannya diarahkan untuk mendukung akuisisi aset strategis, meningkatkan kapabilitas operasional, serta memperluas platform bisnis perusahaan.
Manajemen menilai langkah tersebut akan memperkuat fondasi bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Ke depan, MPPA tetap berfokus meningkatkan penjualan, menjaga disiplin operasional, serta mengintegrasikan berbagai lini usaha baru agar mampu menciptakan sinergi yang lebih besar.
Adrian menegaskan bahwa portofolio usaha yang semakin luas akan memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan dalam melayani berbagai segmen pelanggan sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang melengkapi bisnis ritel utama.
Prospek MPPA bagi Investor
Dari sisi investor, Kinerja MPPA Semester I 2026 memberikan sejumlah sinyal positif meski perusahaan masih membukukan rugi bersih.
Beberapa faktor yang layak dicermati antara lain:
- Penjualan kembali tumbuh secara tahunan.
- Laba bruto dan laba operasional meningkat signifikan.
- Rugi bersih menyusut lebih dari 40 persen.
- Efisiensi operasional mulai memberikan hasil nyata.
- Diversifikasi bisnis melalui akuisisi berpotensi menambah sumber pendapatan.
- Tambahan modal dari PMHMETD VIII dapat memperkuat ekspansi dan investasi jangka panjang.
Namun demikian, investor juga perlu memperhatikan bahwa MPPA masih berada dalam fase pemulihan. Keberhasilan integrasi bisnis baru, efektivitas penggunaan dana hasil aksi korporasi, serta kemampuan mempertahankan pertumbuhan penjualan akan menjadi faktor penting yang menentukan arah kinerja perusahaan pada semester berikutnya.
Jika strategi transformasi dan ekspansi berjalan sesuai rencana, MPPA memiliki peluang untuk memperkuat profitabilitas sekaligus meningkatkan daya saing di industri ritel modern Indonesia dalam jangka panjang.





