RuangInvest.com, Jakarta – JKON andalkan proyek SDA dan swasta sebagai strategi utama untuk meningkatkan kinerja bisnis sepanjang 2026. Langkah ini ditempuh setelah perusahaan menghadapi tekanan akibat berkurangnya proyek infrastruktur pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) kini memperluas fokus bisnis ke sektor sumber daya air (SDA), pembangunan gedung swasta, hingga proyek sosial. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga arus pendapatan perusahaan di tengah perubahan kondisi pasar konstruksi nasional.
Selain itu, perseroan juga tetap melanjutkan sejumlah proyek yang sedang berjalan, termasuk proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan berbagai proyek infrastruktur di Jakarta yang memperoleh dukungan pembiayaan melalui skema pinjaman atau loan.
JKON Andalkan Proyek SDA dan Swasta pada 2026
Manajemen JKON menjelaskan bahwa proyek sektor SDA menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis tahun depan. Saat ini, perseroan tengah mengerjakan berbagai proyek milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Beberapa proyek yang sedang berjalan meliputi pembangunan rumah pompa, proyek penanganan banjir, normalisasi sungai, penataan kawasan perkotaan, hingga pembangunan trotoar di Jalan HR Rasuna Said.
Dalam laporan hasil public expose yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada 8 Juni 2026, manajemen menyatakan bahwa perusahaan semakin aktif menggarap proyek-proyek SDA sekaligus memperluas penetrasi ke proyek gedung swasta.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap berkurangnya proyek infrastruktur pemerintah yang sebelumnya menjadi salah satu sumber utama pendapatan perusahaan.
Fokus ke Gedung Komersial dan Sektor Sosial
Selain proyek pemerintah, JKON juga melihat peluang besar dari sektor swasta. Perusahaan membidik berbagai proyek pembangunan gedung komersial maupun fasilitas sosial yang dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan Rumah Sakit Jantung di Medan, Sumatera Utara. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio agar perusahaan tidak terlalu bergantung pada proyek pemerintah.
Sementara itu, perusahaan juga tetap melanjutkan beberapa pekerjaan di kawasan IKN. Meskipun volume proyek baru dari pemerintah mengalami penurunan, sejumlah kontrak yang telah berjalan masih memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan.
Strategi Diversifikasi Pendapatan
Untuk menjaga stabilitas bisnis, JKON menerapkan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Memperbesar porsi proyek SDA.
- Meningkatkan penetrasi ke proyek gedung swasta.
- Menggarap proyek sektor sosial dan kesehatan.
- Melanjutkan proyek infrastruktur yang masih berjalan.
- Mengoptimalkan peluang proyek berbasis pembiayaan loan.
Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam serta mengurangi risiko ketergantungan pada satu segmen usaha.
Laba Bersih JKON Turun pada 2025
Di sisi lain, kinerja keuangan JKON sepanjang 2025 mengalami tekanan cukup signifikan. Laba bersih perusahaan tercatat turun 40,3 persen menjadi Rp111,21 miliar dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp186,42 miliar.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya sejumlah segmen bisnis utama perusahaan. Salah satu tekanan terbesar berasal dari segmen perdagangan aspal yang dijalankan melalui entitas usaha Jaya Trade.
Pendapatan segmen aspal tercatat turun dari sekitar Rp1,58 triliun pada 2024 menjadi Rp1,25 triliun pada 2025. Penurunan ini berdampak langsung terhadap kontribusi pendapatan konsolidasi perusahaan.
Selain itu, segmen konstruksi juga terdampak oleh berkurangnya proyek kerja sama operasi (KSO). Padahal, proyek-proyek KSO sebelumnya menjadi bagian penting dalam portofolio perusahaan pada 2024.
Berkurangnya aktivitas pembangunan di sejumlah proyek besar, termasuk beberapa proyek di IKN, turut memengaruhi capaian pendapatan segmen konstruksi sepanjang tahun lalu.
Tantangan dan Prospek Bisnis ke Depan
Tidak hanya segmen aspal dan konstruksi, bisnis manufaktur beton yang dimiliki JKON juga mengalami perlambatan. Pendapatan maupun laba bruto dari segmen tersebut tercatat menurun sepanjang 2025.
Namun demikian, manajemen optimistis prospek bisnis pada 2026 masih cukup menjanjikan. Kebutuhan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, sistem pengelolaan air, serta proyek perkotaan dinilai masih tinggi, terutama di wilayah Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
Di sisi lain, permintaan pembangunan gedung swasta dan fasilitas kesehatan juga terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang baru bagi perusahaan untuk memperkuat kinerja di tengah terbatasnya anggaran pembangunan pemerintah.
Karena itu, JKON andalkan proyek SDA dan swasta sebagai motor pertumbuhan baru. Dengan strategi diversifikasi yang lebih agresif, perusahaan berharap dapat memperbaiki kinerja keuangan sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis pada tahun mendatang.





