Dividen BSSR Rp486 per Saham, Simak Jadwal Lengkap Pembayarannya

Dwi Prakoso

Dividen BSSR Rp486 per saham berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia tahun 2026.

RuangInvest.com – Jakarta – Dividen BSSR Rp486 per saham resmi ditetapkan setelah PT Baramulti Suksessarana Tbk mengumumkan kurs konversi dolar Amerika Serikat yang digunakan untuk pembayaran dividen tunai final tahun buku 2025.

Perseroan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada 9 Juni 2026 sebesar Rp18.171 per dolar AS. Kurs tersebut menjadi acuan untuk mengonversi nilai dividen yang sebelumnya ditetapkan dalam mata uang dolar AS.

Dengan kurs tersebut, pemegang saham BSSR akan menerima dividen tunai sebesar Rp486,13 per saham. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026 kepada investor yang berhak menerima pembagian laba tersebut.

Dividen BSSR Rp486 per Saham Berdasarkan Kurs BI

PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menetapkan pembagian dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar USD70 juta. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp1,27 triliun setelah dikonversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 9 Juni 2026 sebesar Rp18.171 per dolar AS.

Dalam pengumumannya, perseroan menyebutkan bahwa dividen per saham sebesar USD0,026753. Setelah dikonversi ke rupiah, nilai yang diterima investor menjadi Rp486,13 per saham.

Besaran dividen tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk tetap memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Selain itu, tingkat pembayaran dividen atau dividend payout ratio mencapai sekitar 83,4 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan pembagian dividen telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 15 Juni 2026.

Porsi Dividen Capai 83,4 Persen dari Laba Bersih

BSSR membukukan laba bersih sebesar USD83,95 juta sepanjang tahun buku 2025. Dari jumlah tersebut, perusahaan mengalokasikan USD70 juta untuk dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai.

Persentase pembagian laba yang mencapai 83,4 persen tergolong cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar keuntungan perusahaan dikembalikan kepada investor.

Sementara itu, perusahaan masih memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD196 juta. Di sisi lain, total ekuitas perseroan tercatat mencapai USD273 juta.

Kondisi tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap menjaga struktur permodalan sambil menjalankan kegiatan operasional dan rencana bisnis ke depan.

Saldo Laba dan Ekuitas Tetap Solid

Meskipun membagikan dividen dalam jumlah besar, posisi keuangan BSSR masih ditopang oleh saldo laba ditahan yang cukup signifikan.

Keberadaan laba ditahan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan masih memiliki cadangan dana untuk mendukung ekspansi, investasi, maupun kebutuhan operasional lainnya.

Karena itu, pembagian dividen yang tinggi tidak serta-merta mengurangi fleksibilitas keuangan perusahaan dalam jangka pendek.

Jadwal Lengkap Pembagian Dividen BSSR

Investor yang ingin memperoleh dividen BSSR Rp486 per saham perlu memperhatikan jadwal pembagian dividen yang telah diumumkan perusahaan.

Dividen hanya akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau recording date pada 26 Juni 2026.

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tunai BSSR:

  • Cum Dividen Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 24 Juni 2026
  • Ex Dividen Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 25 Juni 2026
  • Cum Dividen Pasar Tunai: 26 Juni 2026
  • Ex Dividen Pasar Tunai: 29 Juni 2026
  • Recording Date atau Daftar Pemegang Saham: 26 Juni 2026
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 8 Juli 2026

Investor yang membeli saham BSSR setelah tanggal cum dividen tidak lagi berhak memperoleh dividen yang akan dibayarkan pada Juli mendatang.

Selain itu, investor perlu memastikan transaksi saham telah tercatat sesuai jadwal yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia agar hak dividen dapat diterima.

Prospek Imbal Hasil bagi Investor

Pembagian dividen BSSR Rp486 per saham menjadi perhatian pelaku pasar karena nilainya yang cukup menarik. Dividen yang besar sering kali menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan investor dalam memilih saham berbasis pendapatan atau income investing.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan kondisi fundamental perusahaan secara menyeluruh. Kinerja laba, prospek bisnis batu bara, serta kemampuan perusahaan mempertahankan arus kas menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan pembayaran dividen di masa depan.

Meskipun begitu, keputusan BSSR membagikan 83,4 persen laba bersih sebagai dividen menunjukkan bahwa perseroan masih mampu menghasilkan keuntungan yang cukup untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Dengan jadwal recording date yang semakin dekat, investor kini mencermati pergerakan saham BSSR menjelang tanggal cum dividen. Selain potensi dividen, sentimen pasar terhadap sektor batu bara juga diperkirakan akan memengaruhi pergerakan harga saham perseroan dalam beberapa pekan mendatang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu