Investasi Jaringan Telkomsel-XLSMART, 5G dan 4G Berjalan Bersamaan

Jaya Purnama

RuangInvest.com, JakartaInvestasi Jaringan Telkomsel-XLSMART memasuki tahap penting di tengah pertumbuhan kebutuhan konektivitas digital Indonesia. Kedua operator telekomunikasi tersebut sama-sama memperluas jaringan 5G, tetapi tetap mempertahankan 4G sebagai fondasi utama layanan masyarakat.

Pengembangan jaringan generasi kelima tidak bisa dilakukan dengan mengabaikan jaringan 4G. Sebab, 4G masih memiliki cakupan luas dan digunakan oleh sebagian besar pelanggan untuk aktivitas komunikasi serta akses internet sehari-hari.

Karena itu, strategi investasi kedua perusahaan diarahkan untuk menjaga keseimbangan. Perluasan 5G dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan, sementara kualitas dan pemerataan jaringan 4G terus diperkuat.

Investasi Jaringan Telkomsel-XLSMART Fokus pada 4G dan 5G

XLSMART memastikan ekspansi 5G tidak mengurangi kapasitas jaringan 4G. Perusahaan menggunakan spektrum yang berbeda untuk kedua teknologi tersebut sehingga pengembangan jaringan dapat dilakukan secara paralel.

Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART Reza Mirza mengatakan efisiensi spektrum menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung investasi. Selain itu, sinergi hasil merger turut memberikan ruang bagi perusahaan untuk membiayai pengembangan jaringan.

XLSMART juga memperoleh tambahan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dari lelang terbaru. Kedua pita tersebut memiliki karakteristik berbeda dan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat layanan sesuai kebutuhan wilayah.

Saat ini, cakupan 5G XLSMART dengan skema blanket coverage telah tersedia di lebih dari 50 kota dan kabupaten. Perusahaan menargetkan cakupan tersebut meningkat menjadi lebih dari 88 kota dan kabupaten hingga akhir 2026.

Sementara itu, pemerataan jaringan tetap menjadi perhatian. XLSMART berencana memperluas layanan hingga wilayah pinggiran kota, desa, dan kelurahan sesuai kewajiban regulasi yang terkait dengan penggunaan spektrum.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan 5G tidak harus menjadi pilihan antara teknologi baru dan pemerataan konektivitas. Keduanya dapat berjalan bersama dengan strategi investasi yang tepat.

Telkomsel Pertahankan 4G sebagai Fondasi

Telkomsel mengambil pendekatan serupa dengan tetap menempatkan 4G sebagai tulang punggung konektivitas nasional. Pengembangan 5G dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pelanggan dan karakteristik masing-masing wilayah.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi menjelaskan bahwa perusahaan akan mengoptimalkan spektrum 700 MHz untuk memperluas jangkauan. Frekuensi tersebut juga dapat membantu meningkatkan kualitas layanan, termasuk di dalam ruangan.

Di sisi lain, spektrum 2,6 GHz akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas di wilayah dengan trafik data tinggi. Strategi tersebut penting karena kebutuhan internet di pusat aktivitas ekonomi terus meningkat.

Telkomsel saat ini mengoperasikan lebih dari 301.000 BTS di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 246.000 BTS merupakan BTS 4G.

Besarnya jumlah BTS 4G menunjukkan bahwa jaringan generasi keempat masih memiliki peran penting. Infrastruktur tersebut menjadi basis bagi masyarakat dalam menggunakan layanan data, komunikasi, hiburan digital, hingga berbagai kebutuhan produktivitas.

Namun, kebutuhan terhadap 5G juga terus berkembang. Teknologi tersebut menawarkan kapasitas dan kemampuan koneksi yang lebih tinggi. Karena itu, perluasan dilakukan di wilayah yang memiliki trafik data besar dan kesiapan ekosistem digital.

Mengapa 5G Belum Menggantikan 4G?

Peralihan teknologi telekomunikasi tidak berlangsung secara instan. Operator harus mempertimbangkan jumlah pelanggan, ketersediaan perangkat, kondisi geografis, kebutuhan kapasitas, serta biaya pembangunan infrastruktur.

4G juga masih lebih luas dalam hal ketersediaan perangkat dan cakupan layanan. Oleh sebab itu, mempertahankan kualitas jaringan tersebut menjadi bagian penting dari strategi operator.

Sementara itu, 5G lebih diarahkan pada wilayah dengan kebutuhan khusus. Beberapa di antaranya adalah pusat ekonomi, kawasan industri, lokasi dengan trafik data tinggi, dan daerah yang memiliki ekosistem perangkat 5G.

Dengan pendekatan tersebut, investasi dapat dibuat lebih terukur. Operator tidak perlu membangun 5G secara serentak di seluruh wilayah apabila kebutuhan pelanggan belum mendukung.

Selain itu, pengembangan jaringan juga harus memperhitungkan kesiapan ekosistem. Manfaat 5G akan lebih optimal apabila perangkat pelanggan, aplikasi, layanan digital, dan infrastruktur pendukung sudah tersedia.

Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz Punya Peran Berbeda

Tambahan spektrum menjadi salah satu faktor penting dalam strategi pengembangan jaringan Telkomsel dan XLSMART. Masing-masing pita frekuensi dapat digunakan untuk kebutuhan yang berbeda.

Spektrum 700 MHz memiliki karakteristik yang mendukung perluasan jangkauan. Karena itu, frekuensi ini dapat membantu operator meningkatkan pemerataan layanan dan kualitas koneksi di berbagai lokasi.

Sementara itu, pita 2,6 GHz lebih cocok untuk kebutuhan kapasitas. Frekuensi tersebut dapat dimanfaatkan di kawasan dengan trafik data tinggi sehingga pelanggan tetap memperoleh pengalaman internet yang stabil.

Penggunaan kedua spektrum secara tepat dapat membuat investasi lebih efisien. Operator dapat menyesuaikan teknologi dengan kondisi wilayah tanpa mengabaikan kebutuhan jaringan yang sudah berjalan.

Investasi Infrastruktur Jadi Kunci Ekonomi Digital

Persaingan teknologi telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan kecepatan internet. Infrastruktur jaringan juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital.

Koneksi yang stabil dibutuhkan oleh pelaku usaha, industri, layanan publik, pendidikan, hingga masyarakat umum. Karena itu, kualitas jaringan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan sosial.

Telkomsel menegaskan pengembangan jaringan harus menghasilkan manfaat nyata bagi pelanggan. Investasi tidak hanya diarahkan untuk membangun teknologi baru, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan yang sudah tersedia.

XLSMART juga menilai sinergi perusahaan dapat mendukung pembiayaan pengembangan 4G dan 5G secara bersamaan. Dengan demikian, ekspansi jaringan diharapkan tetap berjalan tanpa mengorbankan agenda pemerataan.

Pada akhirnya, Investasi Jaringan Telkomsel-XLSMART menunjukkan bahwa 5G dan 4G masih akan berjalan berdampingan. Teknologi 5G terus diperluas sesuai kebutuhan, sedangkan 4G tetap diperkuat sebagai fondasi konektivitas nasional.

Strategi tersebut menjadi penting hingga beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan konsumsi data, perkembangan industri digital, dan meningkatnya kebutuhan konektivitas akan membuat operator harus terus menyesuaikan investasi dengan kondisi pasar.

Bagi masyarakat, perkembangan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan teknologi yang lebih cepat. Yang lebih penting, kualitas koneksi semakin merata sehingga manfaat transformasi digital dapat dirasakan oleh lebih banyak wilayah di Indonesia.

Penulis :

Jaya Purnama

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Cara Exercise Right Issue di Ajaib, Simak Langkahnya

Cara Exercise Right Issue di Ajaib, Simak Langkahnya

Kunjungi Artikel