IHSG Rawan Koreksi, BNI Sekuritas Bidik Resistance 5.500

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – IHSG rawan koreksi pada perdagangan Selasa (9/6/2026) setelah mengalami tekanan cukup dalam pada sesi sebelumnya. Meski demikian, peluang penguatan jangka pendek masih terbuka apabila indeks mampu menembus area resistance penting di level 5.500.

Pergerakan pasar saham Indonesia saat ini masih dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah dan aksi jual investor asing. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi jangka pendek.

Namun, sejumlah analis menilai peluang rebound teknikal tetap ada. Karena itu, investor disarankan untuk mencermati area support dan resistance yang menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.

IHSG Rawan Koreksi, Fokus pada Resistance 5.500

Head of Retail Research BNI Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang menguji resistance di area 5.500 pada perdagangan hari ini.

Menurutnya, penguatan tersebut dapat terjadi apabila sentimen pasar membaik dan tekanan terhadap rupiah mulai mereda. Namun, jika indeks gagal menembus resistance tersebut, maka potensi koreksi lanjutan masih cukup besar.

“IHSG berpotensi tes resistance di 5.500, tapi jika gagal break resistance, masih terbuka peluang terus terkoreksi sepanjang rupiah terus melemah,” ujarnya.

Untuk level teknikal, support IHSG berada pada kisaran 5.000 hingga 5.150. Sementara itu, resistance terdekat berada di rentang 5.400 sampai 5.500.

Area tersebut menjadi perhatian utama investor karena akan menentukan arah pergerakan pasar dalam jangka pendek. Selain itu, volume transaksi dan pergerakan investor asing juga akan menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar.

Tekanan Asing Masih Membayangi Pasar

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 4,5 persen ke level 5.342,14 pada perdagangan Senin (8/6/2026). Penurunan tersebut terjadi di tengah aksi jual bersih atau net sell investor asing yang mencapai Rp587 miliar.

Arus keluar dana asing tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar global masih bersikap defensif terhadap aset berisiko di pasar domestik.

Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama aksi jual asing. Kondisi ini turut menekan pergerakan indeks secara keseluruhan.

Adapun saham yang paling banyak dijual investor asing meliputi:

  • BBCA
  • BBRI
  • TLKM
  • ANTM
  • AMMN

Di sisi lain, sejumlah investor domestik masih memanfaatkan pelemahan harga untuk melakukan akumulasi pada saham-saham tertentu yang dinilai memiliki prospek jangka menengah dan panjang.

Sentimen Rupiah Jadi Penentu

Selain pergerakan dana asing, nilai tukar rupiah juga menjadi faktor yang sangat diperhatikan pelaku pasar.

Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan tekanan terhadap pasar saham karena dapat memicu keluarnya dana asing dari instrumen keuangan domestik. Sebaliknya, apabila rupiah mampu stabil, peluang pemulihan IHSG akan semakin terbuka.

Karena itu, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar global dan pergerakan mata uang dalam beberapa hari mendatang.

Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas

Di tengah kondisi IHSG rawan koreksi, BNI Sekuritas tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini.

Berikut daftar saham pilihan beserta strategi transaksinya:

BMRI

Spec Buy

  • Area beli: Rp3.680-Rp3.710
  • Cut loss: di bawah Rp3.680
  • Target: Rp3.750-Rp3.820

TPIA

Spec Buy

  • Area beli: Rp1.550-Rp1.600
  • Cut loss: di bawah Rp1.470
  • Target: Rp1.680-Rp1.730

BUMI

Buy on Weakness

  • Area beli: Rp117-Rp123
  • Cut loss: di bawah Rp117
  • Target: Rp135-Rp139

BIPI

Spec Buy

  • Area beli: Rp125-Rp128
  • Cut loss: di bawah Rp125
  • Target: Rp136-Rp142

DEWA

Spec Buy

  • Area beli: Rp240-Rp250
  • Cut loss: di bawah Rp238
  • Target: Rp260-Rp280

MINA

Buy on Weakness

  • Area beli: Rp226-Rp238
  • Cut loss: di bawah Rp226
  • Target: Rp248-Rp260

Strategi Investor Menghadapi Volatilitas Pasar

Kondisi IHSG rawan koreksi membuat investor perlu menerapkan manajemen risiko yang lebih disiplin. Fokus utama sebaiknya berada pada saham yang memiliki likuiditas tinggi dan mengikuti level teknikal yang telah ditentukan.

Selain itu, penggunaan batas cut loss menjadi penting untuk menjaga modal ketika pasar bergerak di luar ekspektasi. Sementara itu, investor yang berorientasi jangka panjang dapat memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi secara bertahap.

Dengan support di area 5.000-5.150 dan resistance 5.400-5.500, arah pergerakan IHSG dalam beberapa sesi mendatang akan menjadi penentu apakah pasar mampu bangkit atau justru melanjutkan fase koreksi yang sedang berlangsung.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu