IHSG Naik 0,83 Persen, Saham Big Caps Jadi Penopang Utama

Dwi Prakoso

IHSG naik 0,83 persen didorong saham bank besar dan emiten berkapitalisasi besar.

RuangInvest.com, JakartaIHSG naik 0,83 persen sepanjang perdagangan pekan ini setelah berhasil menutup sesi Jumat (10/7/2026) di level 5.924,36. Pada perdagangan terakhir pekan tersebut, indeks kembali menguat 0,20 persen sekaligus mengakhiri tren pelemahan yang berlangsung selama dua pekan sebelumnya.

Penguatan indeks terjadi berkat dorongan sejumlah saham berkapitalisasi besar yang kembali menarik minat investor. Sektor perbankan menjadi motor utama, sementara beberapa saham dari sektor teknologi, energi, dan infrastruktur turut memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan pasar saham pada pekan depan. Analis juga menilai ruang kenaikan IHSG masih relatif terbatas sehingga investor tetap perlu mencermati strategi investasi.

Saham Big Caps Jadi Penggerak Utama IHSG

Kenaikan IHSG pada pekan ini didominasi oleh saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penyumbang terbesar setelah sahamnya menguat 2,95 persen menjadi Rp2.790 per saham. Penguatan tersebut memberikan kontribusi sekitar 11,71 poin terhadap indeks.

Selain BBRI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menopang penguatan pasar. Saham BBCA naik 2,07 persen menjadi Rp6.175 per saham dan menyumbang sekitar 11,05 poin terhadap IHSG.

Sementara itu, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat 4,78 persen ke level Rp198.850 per saham. Kenaikan tersebut memberikan tambahan sekitar 9,25 poin terhadap indeks.

Penguatan signifikan juga datang dari PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA). Saham CASA melonjak 11,11 persen dan menyumbang sekitar 8,77 poin terhadap kenaikan IHSG.

Di sisi lain, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 9,09 persen dengan kontribusi sekitar 7,84 poin. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut menguat 1,75 persen sehingga menambah sekitar 5,71 poin terhadap indeks.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga menjadi salah satu penopang utama setelah sahamnya melonjak 5,23 persen. Kontribusinya mencapai sekitar 5,61 poin terhadap penguatan IHSG.

Dari sektor energi, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 11,63 persen dan menyumbang sekitar 3,20 poin. Sementara itu, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menguat 10 persen dengan kontribusi sekitar 3,05 poin.

Adapun PT Bank Jago Tbk (ARTO) menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar. Saham ARTO melonjak hingga 23,37 persen dan memberikan tambahan sekitar 1,84 poin terhadap indeks.

Phintraco: IHSG Masih Berpotensi Bergerak Sideways

Meskipun IHSG naik 0,83 persen, Phintraco Sekuritas menilai ruang penguatan indeks masih cukup terbatas.

Secara teknikal, IHSG telah berhasil ditutup di atas rata-rata pergerakan atau Moving Average (MA) 5 hari dan MA 10 hari. Namun, posisi indeks masih berada di bawah MA 20 hari yang menunjukkan tren jangka menengah belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, indikator Stochastic RSI telah membentuk pola death cross. Kondisi tersebut biasanya mengindikasikan momentum kenaikan mulai melemah.

Di sisi lain, histogram MACD masih bertahan di area positif sehingga peluang penguatan belum sepenuhnya tertutup.

Berdasarkan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam pola sideways pada kisaran 5.800 hingga 6.000 selama pekan depan.

Sentimen Global dan Domestik Masih Menjadi Perhatian

Pergerakan pasar saham juga masih dipengaruhi sejumlah sentimen global.

Harga minyak mentah dunia masih mengalami pelemahan tipis setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi.

Selain itu, International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak global akan mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak tahun 2020. Penurunan tersebut dipicu oleh gangguan terhadap fasilitas produksi dan ekspor di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, dari dalam negeri muncul sentimen yang lebih positif. Data penjualan mobil nasional menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan.

Penjualan mobil Indonesia pada Juni 2026 mencapai 77.550 unit atau tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, penjualan pada Mei juga meningkat 14 persen secara tahunan.

Secara kumulatif, penjualan mobil selama semester pertama 2026 telah mencapai 436.564 unit. Angka tersebut meningkat sekitar 15,9 persen dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya.

Phintraco menilai tren tersebut berpotensi berlanjut karena masih banyak agenda pameran otomotif dan program promosi penjualan kendaraan pada beberapa bulan mendatang.

Prospek untuk Investor

Bagi investor, kenaikan IHSG pada pekan ini menjadi sinyal bahwa minat beli mulai kembali muncul, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Namun, kondisi pasar masih dibayangi oleh berbagai sentimen global sehingga strategi investasi tetap perlu dilakukan secara selektif.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan investor antara lain:

  • Mencermati saham perbankan besar yang masih menjadi motor penggerak IHSG.
  • Memantau perkembangan sentimen global, terutama harga minyak dan kondisi geopolitik.
  • Mengawasi data ekonomi domestik yang berpotensi menjadi katalis pasar.
  • Memanfaatkan peluang akumulasi bertahap apabila IHSG bergerak di area support.
  • Mengutamakan saham dengan fundamental kuat dan kinerja keuangan yang solid.

Apabila IHSG mampu bertahan di atas area 5.900, peluang melanjutkan penguatan menuju level psikologis 6.000 masih terbuka. Namun, jika tekanan jual kembali meningkat, pergerakan indeks diperkirakan tetap berada dalam fase konsolidasi sesuai proyeksi analis.

Dengan kondisi tersebut, investor disarankan tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin, sekaligus memanfaatkan momentum pada saham-saham berkualitas yang masih menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu