IHSG Berpotensi Koreksi, Simak 4 Rekomendasi Saham Pilihan

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, JakartaIHSG berpotensi koreksi meski berhasil menguat pada perdagangan terakhir. Penguatan tersebut masih didukung oleh dominasi volume pembelian. Namun, laju kenaikan indeks masih menghadapi hambatan teknikal di area rata-rata pergerakan atau MA20.

Berdasarkan riset MNC Sekuritas yang dirilis pada Minggu (5/7/2026), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal yang perlu dicermati pelaku pasar. Walaupun indeks sempat menguat signifikan, tekanan jual dalam jangka menengah masih belum sepenuhnya mereda.

Karena itu, investor disarankan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Selain memperhatikan peluang penguatan, pelaku pasar juga perlu mengantisipasi potensi koreksi yang masih membayangi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

IHSG Berpotensi Koreksi Meski Menguat

IHSG tercatat menguat 2,28 persen ke level 5.875. Penguatan tersebut didukung oleh meningkatnya volume pembelian sehingga menunjukkan minat beli investor masih cukup kuat.

Namun, secara teknikal, kenaikan IHSG masih tertahan di area MA20. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa tren penguatan belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Sementara itu, jika dilihat pada timeframe mingguan, IHSG justru mengalami koreksi sebesar 0,35 persen. Pergerakan tersebut masih didominasi tekanan jual sehingga membuka peluang terjadinya pelemahan lanjutan.

Menurut MNC Sekuritas, skenario terbaik saat ini menunjukkan posisi IHSG masih berada pada bagian wave (b) dari wave [iv] dalam skenario hitam. Karena itu, IHSG masih berpotensi menguji area support di kisaran 5.472 hingga 5.540.

Meskipun begitu, terdapat pula skenario alternatif atau skenario merah. Dalam skenario tersebut, IHSG diperkirakan sedang membentuk awal wave [v] dari wave 3 sehingga peluang melanjutkan penguatan tetap terbuka apabila mampu mempertahankan momentum.

Adapun level support IHSG berada di 5.486 dan 5.317. Sementara itu, level resistance berada di area 6.007 dan 6.286.

Empat Saham Rekomendasi MNC Sekuritas

Selain memberikan analisis terhadap IHSG, MNC Sekuritas juga merilis empat saham yang dinilai menarik untuk strategi buy on weakness. Keempat saham tersebut dinilai masih memiliki peluang penguatan apabila mampu bertahan pada area beli yang direkomendasikan.

Berikut rinciannya:

  • AVIA
    • Rekomendasi: Buy on Weakness Rp254-Rp288
    • Target Price: Rp330 dan Rp348
    • Stoploss: di bawah Rp248
  • JPFA
    • Rekomendasi: Buy on Weakness Rp1.975-Rp2.020
    • Target Price: Rp2.100 dan Rp2.210
    • Stoploss: di bawah Rp1.925
  • MLPL
    • Rekomendasi: Buy on Weakness Rp79-Rp81
    • Target Price: Rp89 dan Rp97
    • Stoploss: di bawah Rp75
  • PSAB
    • Rekomendasi: Buy on Weakness Rp390-Rp402
    • Target Price: Rp444 dan Rp464
    • Stoploss: di bawah Rp374

Prospek AVIA, JPFA, MLPL, dan PSAB

AVIA berhasil menguat 4,58 persen ke level Rp320. Penguatan tersebut didukung oleh meningkatnya volume pembelian dan berhasil menembus MA20. Secara teknikal, saham ini diperkirakan sedang berada pada bagian wave (3) dari wave [C], sehingga peluang kenaikan masih terbuka.

Di sisi lain, JPFA naik 4,37 persen ke Rp2.030. Saham ini juga berhasil bergerak di atas MA20 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat. MNC Sekuritas memperkirakan JPFA sedang berada pada bagian wave 4 dari wave (C).

Sementara itu, MLPL menguat 3,80 persen ke level Rp82. Volume pembelian yang terus meningkat menjadi sinyal positif. Posisi teknikal MLPL diperkirakan sedang memasuki awal wave 1 dari wave (1), sehingga berpotensi melanjutkan penguatan.

PSAB juga mencatat kenaikan sebesar 4,08 persen ke Rp408. Saham ini masih didominasi aksi beli investor. Berdasarkan analisis teknikal, PSAB diperkirakan sedang berada pada awal wave [iv] dari wave C.

Strategi Investor Menghadapi Pergerakan IHSG

Melihat kondisi saat ini, investor sebaiknya tetap mengedepankan manajemen risiko. Meskipun terdapat peluang penguatan, potensi koreksi masih perlu diwaspadai.

Beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Memanfaatkan strategi buy on weakness sesuai area beli yang direkomendasikan.
  • Memasang batas stoploss untuk mengurangi risiko kerugian.
  • Memantau pergerakan IHSG di area support dan resistance.
  • Tidak terburu-buru mengejar harga ketika saham sudah naik terlalu tinggi.
  • Menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan perkembangan sentimen global maupun domestik yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar saham. Dengan strategi yang disiplin, peluang memperoleh hasil investasi yang lebih optimal dapat tetap terjaga meski pasar bergerak fluktuatif.

Secara keseluruhan, IHSG berpotensi koreksi meskipun masih menunjukkan momentum penguatan dalam jangka pendek. Oleh sebab itu, pelaku pasar perlu mencermati level support dan resistance yang telah dipetakan. Rekomendasi saham AVIA, JPFA, MLPL, dan PSAB dari MNC Sekuritas dapat menjadi referensi, namun keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan analisis dan manajemen risiko masing-masing investor.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu