RuangInvest.com, Jakarta – PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) resmi menetapkan dividen TOTO Rp13 per saham sebagai dividen final tunai untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 3 Juni 2026.
Pembagian dividen ini menjadi kabar positif bagi para pemegang saham perseroan. Pasalnya, dividen final yang dibagikan mencapai Rp134 miliar dan akan menambah total dividen tunai yang telah dibagikan perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Selain itu, TOTO juga menunjukkan kinerja keuangan yang solid. Perseroan masih memiliki saldo laba ditahan yang besar sehingga memberikan ruang yang cukup untuk menjaga ekspansi usaha sekaligus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
Dividen TOTO Rp13 Per Saham Disepakati dalam RUPST
Manajemen PT Surya Toto Indonesia Tbk menetapkan dividen final tunai sebesar Rp134 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp13 per saham yang akan diterima pemegang saham sesuai kepemilikan sahamnya.
Keputusan tersebut merupakan hasil persetujuan pemegang saham dalam RUPST yang digelar pada awal Juni 2026. Dividen final ini berasal dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp351,15 miliar.
Dengan nilai tersebut, rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio mencapai sekitar 38,18 persen dari laba bersih perseroan. Angka ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap memberikan nilai tambah kepada investor.
Sementara itu, TOTO masih memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp2,3 triliun. Di sisi lain, total ekuitas perseroan tercatat mencapai Rp2,56 triliun.
Kondisi keuangan yang kuat tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kemampuan perusahaan dalam membagikan dividen secara konsisten kepada para pemegang saham.
Total Dividen Tunai TOTO Capai Rp237,3 Miliar
Sebelum menetapkan dividen final, TOTO diketahui telah membagikan dividen interim kepada pemegang saham. Dividen interim tersebut mencapai Rp103,2 miliar atau setara Rp10 per saham.
Karena itu, jika digabungkan dengan dividen final yang baru disetujui, total dividen tunai yang dibagikan perseroan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp237,3 miliar.
Secara per saham, total dividen yang diterima investor mencapai Rp23 per saham. Jumlah tersebut terdiri dari:
- Dividen interim Rp10 per saham
- Dividen final Rp13 per saham
- Total dividen Rp23 per saham
Meskipun begitu, investor tetap perlu memperhatikan jadwal cum dividen dan recording date agar berhak memperoleh pembagian dividen tersebut.
Jadwal Dividen TOTO Juni 2026
Pemegang saham yang ingin mendapatkan dividen TOTO Rp13 per saham harus tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal yang telah ditentukan perseroan.
Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tunai TOTO:
Jadwal Penting Dividen TOTO
- Cum Dividen Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 11 Juni 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 12 Juni 2026
- Cum Dividen Pasar Tunai: 15 Juni 2026
- Ex Dividen Pasar Tunai: 17 Juni 2026
- Recording Date atau DPS: 15 Juni 2026
- Pembayaran Dividen: 25 Juni 2026
Investor yang membeli saham TOTO setelah tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi tidak lagi berhak memperoleh dividen final tersebut.
Sementara itu, pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS pada 15 Juni 2026 akan menerima pembayaran dividen yang dijadwalkan masuk ke rekening pada 25 Juni 2026.
Prospek dan Daya Tarik Saham TOTO
Pembagian dividen yang konsisten menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam memilih saham. Selain menawarkan potensi kenaikan harga saham, emiten yang rutin membagikan dividen juga memberikan pendapatan pasif kepada pemegang saham.
Dalam kasus TOTO, total dividen Rp23 per saham menunjukkan komitmen perusahaan dalam berbagi keuntungan kepada investor. Selain itu, posisi saldo laba ditahan yang mencapai Rp2,3 triliun mencerminkan fundamental keuangan yang masih kuat.
Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan kinerja bisnis perusahaan ke depan. Pasalnya, keberlanjutan pembagian dividen sangat dipengaruhi oleh kemampuan perseroan dalam menghasilkan laba secara konsisten.
Karena itu, selain memperhatikan jadwal pembagian dividen, investor juga disarankan untuk memantau laporan keuangan dan prospek industri yang menjadi penopang bisnis TOTO. Dengan begitu, keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih terukur dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.





