RuangInvest.com, Jakarta – Dividen SMRA menjadi perhatian investor setelah PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Emiten properti tersebut akan membagikan dividen sebesar Rp82,54 miliar atau setara Rp5 per saham kepada para pemegang saham.
Keputusan pembagian dividen SMRA tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada investor. Dividen yang dibagikan setara dengan 10,8 persen dari laba bersih perusahaan yang mencapai Rp767 miliar sepanjang 2025.
Di tengah pembagian dividen tersebut, Summarecon juga mencatat kinerja operasional yang kuat. Perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan marketing sales yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026, sekaligus memperkuat optimisme terhadap target bisnis sepanjang tahun ini.
Dividen SMRA Beri Yield Sekitar 1,72 Persen
PT Summarecon Agung Tbk menetapkan dividen tunai sebesar Rp82,54 miliar atau Rp5 per saham untuk tahun buku 2025. Pembagian dividen tersebut telah disetujui sebagai bagian dari penggunaan laba bersih perusahaan tahun lalu.
Mengacu pada harga saham SMRA saat penutupan perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, di level Rp290 per saham, maka dividend yield yang dihasilkan mencapai sekitar 1,72 persen.
Besaran imbal hasil tersebut menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menilai daya tarik saham properti. Meskipun yield yang diberikan relatif moderat, perusahaan tetap menunjukkan konsistensi dalam membagikan keuntungan kepada pemegang saham.
Selain itu, keputusan pembagian dividen juga menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang tetap sehat. Perseroan masih memiliki ruang untuk mengembangkan bisnis sekaligus memberikan apresiasi kepada investor.
Marketing Sales Summarecon Tumbuh 37 Persen
Kinerja operasional Summarecon pada awal 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Perusahaan mencatat marketing sales sebesar Rp1,2 triliun pada kuartal I-2026.
Angka tersebut meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk mencapai target marketing sales sebesar Rp5,2 triliun sepanjang tahun ini.
Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adhi, menyatakan bahwa capaian positif tersebut merupakan kelanjutan dari performa kuat yang telah dibangun sepanjang 2025.
Menurutnya, pengembangan sembilan kawasan kota terpadu menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.
Sembilan Kawasan Jadi Motor Pertumbuhan
Saat ini Summarecon mengembangkan kawasan terpadu di sejumlah wilayah strategis, yaitu:
- Kelapa Gading
- Serpong
- Bekasi
- Bogor
- Bandung
- Karawang
- Makassar
- Crown Gading
- Tangerang
Kawasan-kawasan tersebut menjadi pusat pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung peningkatan permintaan produk properti yang dikembangkan perusahaan.
Penjualan Properti Menengah Atas Tetap Kuat
Pada 2025, Summarecon membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun. Capaian tersebut tumbuh 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Realisasi tersebut juga melampaui target perusahaan yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun. Kinerja positif itu didukung tingginya minat masyarakat terhadap produk properti segmen menengah atas.
Adrianto menjelaskan bahwa produk-produk Summarecon tetap diminati pasar karena menawarkan inovasi, kualitas bangunan, kawasan yang terintegrasi, serta potensi investasi jangka panjang.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan strategi prudent cash management untuk menjaga kesehatan keuangan sekaligus mendukung pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.
Pendapatan Summarecon Capai Rp8,77 Triliun
Sepanjang tahun 2025, Summarecon berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp8,77 triliun. Segmen property development menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan.
Pendapatan dari penjualan hunian, area komersial, dan apartemen mencapai Rp5,51 triliun. Nilai tersebut berkontribusi sekitar 63 persen terhadap total pendapatan perusahaan.
Sementara itu, segmen investment property mencatat pertumbuhan 6 persen menjadi Rp2,28 triliun. Kontribusinya mencapai 26 persen dari total pendapatan.
Pertumbuhan segmen tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang naik Rp113,85 miliar dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi lain, segmen other business juga mencatat pertumbuhan positif. Pendapatan dari lini usaha tersebut meningkat 1 persen menjadi Rp981,12 miliar atau setara 11 persen dari total pendapatan perusahaan.
Kinerja segmen ini terutama didukung oleh bisnis perhotelan yang terus menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan. Dengan kombinasi pertumbuhan marketing sales, peningkatan pendapatan, serta pembagian dividen SMRA, perusahaan optimistis dapat menjaga momentum bisnis sepanjang 2026.





