Dividen Kencana Energy 2025 Tetap Rp8,22 per Saham

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Dividen Kencana Energy 2025 resmi disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kencana Energy Lestari Tbk (KEEN). Perseroan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar USD1,68 juta atau setara Rp30,13 miliar kepada para pemegang saham.

Keputusan tersebut diambil dalam RUPST yang digelar di Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026. Nilai pembagian dividen mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.883 per dolar Amerika Serikat.

Dengan keputusan tersebut, pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp8,22 per saham. Nilai itu sama dengan dividen yang dibagikan perseroan untuk tahun buku 2024, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga konsistensi imbal hasil kepada investor.

Dividen Kencana Energy 2025 Disetujui Pemegang Saham

Perseroan menetapkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio sebesar 15,8 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Usulan tersebut mendapatkan persetujuan penuh dari para pemegang saham dalam agenda RUPST.

Total dividen tunai yang dibagikan mencapai USD1,68 juta. Sementara itu, sebagian laba bersih lainnya dialokasikan untuk kebutuhan perusahaan dan penguatan modal.

Rinciannya sebagai berikut:

  • USD1,68 juta dibagikan sebagai dividen tunai.
  • USD279.595 dicatat sebagai dana cadangan.
  • Sekitar USD7,13 juta digunakan untuk operasional perseroan.

Kebijakan tersebut menunjukkan strategi perusahaan yang tetap menjaga keseimbangan antara pembagian keuntungan kepada investor dan kebutuhan ekspansi usaha di masa mendatang.

Kinerja Keuangan KEEN Sepanjang 2025

Di tengah tantangan sektor energi, Kencana Energy membukukan pendapatan sebesar USD34,3 juta sepanjang 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang mencapai USD37,9 juta.

Selain itu, EBITDA perusahaan juga mengalami penurunan menjadi USD17,8 juta dengan margin EBITDA sebesar 52 persen. Penurunan pendapatan dan EBITDA terjadi seiring dinamika produksi serta kondisi operasional pembangkit listrik tenaga air yang dikelola perseroan.

Namun, di sisi lain, laba bersih perusahaan justru mencatat pertumbuhan yang cukup positif. Kencana Energy berhasil membukukan laba bersih sebesar USD9,1 juta pada 2025.

Nilai tersebut meningkat sekitar 21 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai USD7,5 juta. Pertumbuhan laba ini menjadi faktor utama yang memungkinkan perusahaan tetap membagikan dividen kepada pemegang saham.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga efisiensi operasional meskipun pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba Bersih Tumbuh di Tengah Penurunan Pendapatan

Pertumbuhan laba bersih menjadi salah satu indikator penting bagi investor. Meskipun pendapatan menurun, perusahaan mampu mengelola biaya operasional secara lebih efisien.

Karena itu, margin keuntungan dapat dipertahankan dan bahkan meningkatkan hasil akhir yang tercermin pada laba bersih tahunan. Kondisi ini memberikan sinyal positif mengenai kualitas pengelolaan bisnis perusahaan.

Produksi Listrik Terus Meningkat

Selain mencatat pertumbuhan laba, Kencana Energy juga membukukan peningkatan produksi listrik sepanjang tahun 2025.

Produksi listrik perseroan mencapai 376 Gigawatt-hour (GWh). Angka tersebut tumbuh sekitar 2 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 367 GWh.

Kontribusi terbesar berasal dari beberapa pembangkit listrik tenaga air yang menjadi tulang punggung bisnis perusahaan.

Berikut rincian produksi listrik masing-masing pembangkit:

  • PLTA Air Putih: 137,6 GWh.
  • PLTA Pakkat: 92,5 GWh.
  • PLTM Ma’dong: 83,6 GWh.
  • PLTM Ordi Hulu: 62,6 GWh.

Peningkatan produksi listrik tersebut menunjukkan bahwa aset pembangkit yang dimiliki perusahaan masih beroperasi secara optimal dan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja usaha.

Kapasitas Terpasang Diproyeksikan Bertambah

Hingga akhir 2025, kapasitas listrik terpasang Kencana Energy mencapai 69,5 megawatt (MW). Perseroan menargetkan kapasitas tersebut meningkat menjadi 79,5 MW dalam periode berikutnya.

Penambahan kapasitas menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kontribusi pada sektor energi baru terbarukan di Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik nasional yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Selain itu, pengembangan kapasitas pembangkit dapat membuka peluang peningkatan produksi listrik sekaligus mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan pada masa mendatang.

Dengan kombinasi pertumbuhan laba bersih, peningkatan produksi listrik, serta rencana ekspansi kapasitas, Dividen Kencana Energy 2025 menjadi salah satu perhatian investor di sektor energi terbarukan. Meskipun pendapatan mengalami penurunan, perusahaan tetap mampu menjaga profitabilitas dan mempertahankan nilai dividen sebesar Rp8,22 per saham bagi pemegang saham.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu