RuangInvest.com, Jakarta – Pengelola jaringan bioskop CGV, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), berencana memperluas sumber pendapatan melalui CGV bisnis kosmetik Korea dan layanan pijat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menghadirkan layanan baru yang terintegrasi dengan aktivitas menonton film.
Rencana tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan akan menambah lini usaha di bidang perdagangan kosmetik serta layanan pijat yang dapat dinikmati pelanggan saat berada di bioskop.
Selain memperkuat bisnis inti, ekspansi ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman yang lebih menarik bagi pengunjung. Perseroan menilai tren gaya hidup dan minat masyarakat terhadap produk kecantikan Korea masih menunjukkan pertumbuhan yang positif.
CGV Bisnis Kosmetik Korea dan Layanan Pijat Jadi Fokus Baru
Manajemen BLTZ menjelaskan bahwa pengembangan usaha kosmetik akan dilakukan melalui booth yang menjual berbagai merek asal Korea Selatan. Konsep tersebut dirancang untuk memanfaatkan popularitas produk K-beauty yang terus berkembang di Indonesia.
Selain itu, keberadaan booth kosmetik di area bioskop diharapkan mampu menciptakan pengalaman belanja yang lebih interaktif. Pengunjung dapat melihat dan membeli produk kecantikan sebelum atau sesudah menonton film.
Perseroan juga menilai langkah ini dapat meningkatkan kunjungan pelanggan ke area bioskop. Dengan demikian, sumber pendapatan perusahaan tidak hanya berasal dari penjualan tiket dan makanan ringan.
Dalam keterbukaan informasi, manajemen menyebut ekspansi usaha dilakukan melalui penambahan lini penjualan kosmetik yang berfokus pada brand Korea. Strategi tersebut sekaligus menjadi upaya perusahaan memanfaatkan tren K-beauty yang semakin diminati berbagai kalangan.
Investasi Kosmetik Capai Rp100 Juta per Lokasi
Untuk mendukung bisnis baru tersebut, BLTZ telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp100 juta untuk setiap lokasi usaha. Dana itu akan digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional awal.
Berikut rincian penggunaan dana yang disiapkan perusahaan:
- Renovasi area dan pengadaan rak display: Rp30 juta
- Penyediaan stok produk awal: Rp50 juta
- Pengadaan kasir, komputer, dan printer: Rp5 juta
- Perizinan usaha: Rp5 juta
- Promosi awal: Rp10 juta
Fokus pada Pengalaman Belanja Interaktif
Manajemen menilai konsep booth kosmetik memberikan peluang sinergi dengan profil pengunjung bioskop. Banyak pelanggan CGV berasal dari kalangan muda yang juga menjadi target utama produk kecantikan Korea.
Karena itu, perusahaan berharap bisnis kosmetik dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan. Di sisi lain, konsep tersebut juga berpotensi meningkatkan nilai transaksi per pengunjung.
Layanan Pijat Hadir di Dalam Auditorium
Selain bisnis kosmetik, BLTZ juga menyiapkan inovasi berupa layanan pijat yang terintegrasi dengan tiket bioskop. Pelanggan nantinya dapat memesan layanan tersebut saat menikmati film di dalam auditorium.
Menariknya, perusahaan tidak mengalokasikan investasi khusus untuk layanan ini pada tahap awal. Implementasi hanya memerlukan penambahan menu pada aplikasi milik perseroan dan penyesuaian sistem kasir yang telah digunakan saat ini.
Dalam pelaksanaannya, BLTZ tidak akan merekrut tenaga kerja secara langsung. Layanan pijat akan dijalankan oleh terapis dari pihak ketiga yang bekerja sama dengan perusahaan.
Sementara itu, skema bisnis yang digunakan adalah bagi hasil atau revenue sharing. Pelanggan melakukan pembayaran melalui sistem milik perseroan, kemudian BLTZ akan menyalurkan bagian pendapatan kepada penyedia jasa sesuai kesepakatan kerja sama.
Manajemen menegaskan bahwa bisnis kosmetik maupun layanan pijat akan dijalankan langsung oleh perusahaan. Kegiatan usaha tersebut tidak dilakukan melalui anak perusahaan ataupun entitas afiliasi.
Menunggu Persetujuan Pemegang Saham
Meski rencana ekspansi telah diumumkan, pelaksanaannya masih menunggu persetujuan pemegang saham. Agenda tersebut akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026.
Apabila memperoleh persetujuan, langkah ini akan menjadi salah satu diversifikasi usaha yang cukup unik di industri bioskop nasional. Perusahaan berupaya menghadirkan kombinasi hiburan, kecantikan, dan layanan relaksasi dalam satu lokasi.
Selain itu, strategi ini menunjukkan upaya BLTZ untuk mencari peluang pertumbuhan baru di tengah perubahan perilaku konsumen. Dengan menambah layanan di luar bisnis inti, perusahaan berharap dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat pengalaman pelanggan saat berkunjung ke bioskop CGV.
Keputusan pemegang saham dalam RUPST mendatang akan menjadi penentu arah pengembangan usaha tersebut. Pelaku pasar juga akan mencermati sejauh mana ekspansi ini mampu memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan.





