Daftar Isi 14 bagian
RuangInvest.com – Jakarta, investor saham dapat mengatur target keuntungan dan batas kerugian tanpa harus terus memantau pergerakan harga. Salah satu caranya ialah memanfaatkan fitur Auto Order di Stockbit. Fitur ini membantu investor menyiapkan transaksi berdasarkan harga yang mereka tentukan.
Cara menggunakan Auto Order Stockbit penting bagi investor yang memiliki kesibukan lain. Dengan fitur ini, investor bisa menetapkan target jual sesuai strategi trading. Selain itu, mereka dapat merencanakan batas kerugian sebelum harga saham bergerak berlawanan dengan perkiraan.
Namun, Auto Order bukan jaminan bahwa transaksi akan selalu berhasil pada harga yang diinginkan. Sistem akan mengirimkan order ketika kondisi pemicu terpenuhi. Selanjutnya, mekanisme perdagangan bursa menentukan apakah order tersebut mendapat pembeli dan berhasil mencapai status match.
Apa Itu Auto Order di Stockbit?
Auto Order merupakan fitur yang membantu investor menyiapkan transaksi saham berdasarkan kondisi harga tertentu. Investor tidak perlu terus membuka aplikasi untuk memeriksa apakah harga sudah menyentuh target. Ketika kondisi yang ditentukan terpenuhi, sistem akan memicu order sesuai pengaturan pengguna.
Dalam transaksi penjualan, investor dapat memanfaatkan Auto-Sell Order untuk dua tujuan utama. Pertama, take profit membantu merealisasikan keuntungan ketika harga mencapai target. Kedua, stop loss membantu membatasi potensi kerugian ketika harga bergerak turun.
Meskipun begitu, investor perlu memahami perbedaan antara pemicu order dan penyelesaian transaksi. Harga yang menyentuh target hanya memicu pengiriman order. Sementara itu, ketersediaan pembeli dan kondisi pasar menentukan keberhasilan penjualan.
Cara Kerja Stop Loss dan Take Profit
Stop loss dan take profit memiliki tujuan berbeda. Oleh karena itu, investor perlu menentukan kedua level tersebut sesuai harga beli, toleransi risiko, dan target keuntungan.
1. Stop loss untuk membatasi kerugian
Stop loss membantu investor merencanakan penjualan ketika harga saham turun hingga batas tertentu. Misalnya, investor membeli saham BBCA seharga Rp6.500 per lembar. Ketika harga naik menjadi Rp7.500, investor ingin menjaga sebagian keuntungan yang sudah terbentuk.
Dalam skenario tersebut, investor menetapkan stop loss pada Rp7.000. Jika harga turun hingga memicu level itu, sistem akan mengirimkan order jual sesuai mekanisme Auto Order. Namun, penjualan tidak otomatis berhasil jika harga pasar sudah berada di bawah batas jual atau tidak tersedia pembeli yang cocok.
2. Take profit untuk merealisasikan keuntungan
Take profit membantu investor menjual saham ketika harga mencapai target keuntungan. Sebagai contoh, investor membeli BBCA pada Rp6.500 per lembar dan menetapkan target jual Rp8.000.
Jika harga mencapai level pemicu, sistem akan mengirimkan order take profit. Investor berpotensi memperoleh keuntungan Rp1.500 per lembar jika transaksi berhasil pada harga Rp8.000. Namun, hasil aktual tetap bergantung pada harga transaksi yang berhasil tercapai dan biaya perdagangan.
Sebaliknya, jika harga belum menyentuh target, sistem tidak memicu order take profit. Karena itu, investor perlu memilih target yang realistis berdasarkan strategi dan kondisi pasar.
Cara Menggunakan Auto Order Stockbit
Investor dapat menyiapkan stop loss dan take profit melalui halaman portofolio. Ikuti langkah berikut untuk memasang target penjualan saham.
- Buka halaman portofolio. Masuk ke aplikasi Stockbit, lalu pilih saham yang ingin kamu jual.
- Pilih menu Stop Loss/Take Profit. Buka halaman detail portofolio saham tersebut dan cari menu pengaturan target penjualan.
- Tentukan harga stop loss. Masukkan harga pemicu dan jumlah lot yang ingin kamu jual ketika harga bergerak turun sesuai skenario.
- Tentukan harga take profit. Masukkan target harga jual dan jumlah lot sesuai rencana keuntungan.
- Periksa detail order. Pastikan harga dan jumlah lot sudah sesuai. Selanjutnya, tekan tombol Sell untuk melanjutkan proses.
- Konfirmasi transaksi. Periksa halaman Preview Order, lalu tekan Confirm jika seluruh detail sudah benar.
- Periksa status order. Setelah proses selesai, tekan Done dan buka halaman Order untuk memantau perkembangan transaksi.
Periksa kembali pengaturan sebelum mengonfirmasi order. Selain itu, pastikan jumlah lot tidak melebihi saham yang tersedia di portofolio. Perhatikan juga ketentuan dan tampilan aplikasi Stockbit versi terbaru karena menu atau mekanisme layanan dapat berubah.
Memahami Status Order di Stockbit
Setelah memasang Auto Order, investor perlu memantau status transaksi. Setiap status menunjukkan tahap yang berbeda dalam proses perdagangan.
- Ready: Harga saham belum menyentuh kondisi pemicu yang kamu tentukan. Karena itu, sistem belum mengaktifkan order terkait.
- Open: Order sudah aktif dan masuk ke antrean bursa. Transaksi masih menunggu pihak lain yang bersedia melakukan transaksi pada harga yang sesuai.
- Match: Order berhasil bertemu dengan pihak lawan transaksi. Untuk penjualan, status ini menunjukkan saham telah terjual sesuai jumlah yang tercatat sebagai match.
- Withdrawn: Order sudah ditarik atau dibatalkan. Status ini juga dapat muncul ketika order lain yang berkaitan tidak lagi diperlukan, sesuai mekanisme sistem.
Perlu diingat, order yang aktif belum tentu langsung selesai. Jika jumlah saham yang tersedia di sisi pembeli lebih sedikit daripada jumlah yang kamu jual, transaksi dapat terjadi sebagian. Bahkan, order mungkin tidak memperoleh pasangan transaksi sama sekali.
Tips Menggunakan Stop Loss dan Take Profit
Auto Order dapat membantu menjalankan strategi trading secara lebih disiplin. Namun, investor tetap perlu menyusun rencana sebelum memasang order. Berikut beberapa tips yang dapat kamu terapkan.
- Tentukan risiko sejak awal. Sebelum membeli saham, hitung batas kerugian yang sanggup kamu tanggung. Dengan demikian, kamu tidak perlu mengambil keputusan secara terburu-buru ketika harga turun.
- Gunakan target yang realistis. Pertimbangkan tren harga, area support dan resistance, serta volatilitas saham. Jangan menetapkan target hanya berdasarkan harapan memperoleh keuntungan besar.
- Perhatikan jarak antara target dan harga pasar. Level yang terlalu dekat dapat memicu order akibat fluktuasi kecil. Sebaliknya, level yang terlalu jauh mungkin tidak sesuai dengan horizon trading kamu.
- Pahami risiko lonjakan harga. Ketika harga bergerak cepat atau melompati level pemicu, harga transaksi aktual bisa berbeda dari target. Karena itu, stop loss tidak menjamin batas kerugian secara mutlak.
- Pantau status order secara berkala. Periksa apakah sistem masih menunggu pemicu, sudah mengirimkan order, atau telah menyelesaikan transaksi. Langkah ini membantu kamu mengetahui kondisi portofolio dengan lebih akurat.
- Perhitungkan biaya transaksi. Keuntungan bersih tidak hanya bergantung pada selisih harga beli dan jual. Biaya broker dan komponen biaya lain yang berlaku juga memengaruhi hasil akhir.
Kesimpulan
Cara menggunakan Auto Order Stockbit dapat membantu investor mengatur penjualan saham berdasarkan target keuntungan dan batas risiko. Fitur stop loss mendukung rencana pembatasan kerugian, sedangkan take profit membantu merealisasikan keuntungan ketika harga mencapai target.
Namun, investor tidak boleh menganggap fitur ini sebagai jaminan harga jual atau keberhasilan transaksi. Sistem hanya memicu dan mengirimkan order sesuai kondisi yang ditetapkan. Oleh karena itu, pahami mekanisme bursa, tentukan level harga secara rasional, dan periksa status order secara berkala.
FAQ tentang Auto Order Stockbit
Apakah Auto Order bisa menjual saham secara otomatis?
Ya. Sistem dapat memicu dan mengirimkan order jual ketika harga memenuhi kondisi yang kamu tentukan. Namun, transaksi baru selesai jika order memperoleh pasangan transaksi di bursa.
Apakah stop loss menjamin kerugian sesuai batas yang ditentukan?
Tidak. Jika harga bergerak melewati level pemicu, sistem mungkin mengirimkan order pada kondisi pasar yang berbeda. Akibatnya, harga jual aktual dapat lebih rendah daripada target stop loss.
Apa perbedaan stop loss dan take profit?
Stop loss membantu membatasi potensi kerugian ketika harga bergerak turun. Sementara itu, take profit bertujuan merealisasikan keuntungan ketika harga mencapai target yang kamu tetapkan.
Mengapa order sudah aktif tetapi saham belum terjual?
Order mungkin masih mengantre karena belum ada pembeli pada harga yang sesuai. Selain itu, jumlah permintaan yang tersedia mungkin tidak cukup untuk menyerap seluruh lot yang kamu jual.
Apakah investor harus terus memantau saham setelah memasang Auto Order?
Investor tidak perlu memeriksa harga setiap saat, tetapi tetap perlu memantau status order dan kondisi portofolio secara berkala. Dengan begitu, investor dapat mengetahui apakah sistem sudah memicu order dan apakah transaksi berhasil.




