RuangInvest.com, Jakarta – Buyback saham MBMA kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp1,46 triliun. Langkah ini dilakukan perusahaan untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar yang masih berlangsung.
Perseroan menilai harga saham di pasar saat ini perlu mencerminkan nilai fundamental perusahaan secara lebih wajar. Karena itu, manajemen memutuskan untuk melaksanakan program pembelian kembali saham atau buyback dalam beberapa bulan ke depan.
Rencana buyback saham MBMA tersebut diumumkan melalui prospektus perusahaan pada Selasa, 16 Juni 2026. Program ini menjadi salah satu aksi korporasi yang dinilai penting untuk mendukung kepercayaan investor terhadap prospek bisnis perusahaan ke depan.
Buyback Saham MBMA Capai 1,548 Miliar Saham
Dalam prospektus yang dipublikasikan kepada investor, MBMA berencana membeli kembali hingga 1,548 miliar saham. Pembelian akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen sesuai kondisi pasar yang berlaku.
Nilai maksimal dana yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp1,46 triliun. Angka tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga pergerakan saham agar tetap berada pada level yang mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.
Program buyback saham MBMA akan berlangsung selama tiga bulan. Perseroan menargetkan pelaksanaan pembelian kembali saham paling lambat berakhir pada 16 September 2026.
Namun, jumlah saham yang nantinya dibeli kembali dapat berubah. Hal itu karena realisasi pembelian akan sangat bergantung pada kondisi pasar selama periode buyback berlangsung.
Dengan demikian, total nilai nominal saham hasil pembelian kembali juga berpotensi berbeda dari target maksimal yang telah ditetapkan perusahaan.
Tidak Berdampak Material pada Kinerja Perseroan
Manajemen MBMA menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan menurunkan pendapatan perusahaan. Selain itu, program tersebut juga tidak diperkirakan memberikan dampak material terhadap biaya pembiayaan perseroan.
Langkah ini dinilai tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional dan strategi pengelolaan modal perusahaan. Karena itu, investor diharapkan tidak perlu khawatir terhadap kondisi likuiditas maupun kemampuan perusahaan menjalankan bisnisnya.
Di sisi lain, aksi buyback sering kali dipandang sebagai sinyal positif oleh pasar. Ketika perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri, pasar biasanya menilai manajemen memiliki keyakinan terhadap prospek usaha dalam jangka panjang.
Meskipun begitu, efektivitas program buyback tetap akan dipengaruhi oleh sentimen pasar, kondisi industri, serta perkembangan ekonomi secara keseluruhan.
Rencana Pengalihan Saham Treasuri
Setelah seluruh proses buyback selesai dilaksanakan, MBMA berencana melakukan pengalihan saham treasuri yang diperoleh dari hasil pembelian kembali tersebut.
Proses pengalihan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Perseroan menegaskan seluruh tahapan akan mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2023 dan POJK Nomor 29 Tahun 2023 mengenai pembelian kembali saham dan pengelolaan saham treasuri.
Dengan kepatuhan terhadap regulasi tersebut, perusahaan berharap seluruh proses dapat berjalan transparan serta memberikan manfaat optimal bagi pemegang saham.
Pergerakan Saham MBMA Masih Berfluktuasi
Pengumuman buyback saham MBMA muncul setelah saham perusahaan menunjukkan penguatan dalam beberapa hari terakhir. Hingga penutupan perdagangan Senin, 15 Juni 2026, saham MBMA naik 5,81 persen ke level Rp510 per saham.
Kenaikan tersebut memperpanjang tren positif dalam jangka pendek. Dalam sepekan terakhir, saham MBMA tercatat menguat hingga 15,91 persen.
Namun, performa saham secara jangka menengah dan panjang masih menghadapi tekanan. Sepanjang satu tahun terakhir, saham MBMA masih terkoreksi sekitar 27,66 persen.
Sementara itu, secara year to date (YTD), saham perseroan masih mencatat penurunan sebesar 11,84 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa volatilitas saham masih cukup tinggi meskipun sempat mengalami penguatan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Karena itu, rencana buyback dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap saham MBMA. Selain menjaga stabilitas harga, aksi korporasi ini juga berpotensi memberikan dukungan terhadap sentimen investor dalam jangka pendek.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati realisasi pembelian kembali saham tersebut serta dampaknya terhadap pergerakan harga saham MBMA. Jika berjalan sesuai rencana, program buyback ini dapat menjadi salah satu katalis positif bagi emiten yang bergerak di sektor material baterai dan kendaraan listrik tersebut.





