RuangInvest.com, Jakarta – BELI bukukan pendapatan Rp14,8 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026. Capaian tersebut meningkat 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,6 triliun. Kinerja ini menunjukkan pertumbuhan bisnis yang tetap solid di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat.
Peningkatan pendapatan tersebut turut diikuti oleh perbaikan kualitas bisnis. Perseroan berhasil meningkatkan tingkat pengambilan pendapatan atau take rate menjadi 9 persen pada semester I 2026 dari sebelumnya 8,6 persen. Kenaikan itu didukung kontribusi yang lebih baik dari segmen Ritel 1P maupun Ritel 3P.
Selain itu, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) juga mencatat pertumbuhan laba bruto sebelum diskon atau Gross Profit Before Discount (GPBD). Hasil tersebut memperlihatkan strategi perusahaan yang semakin fokus pada pertumbuhan berkualitas sekaligus menjaga profitabilitas dalam jangka panjang.
Pendapatan BELI Melonjak Didukung Segmen Ritel
Kinerja semester pertama 2026 didorong oleh peningkatan di berbagai lini usaha. Take rate meningkat menjadi 9 persen berkat kontribusi yang lebih besar dari bisnis Ritel 1P dan Ritel 3P. Pada saat yang sama, GPBD tumbuh 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Segmen Ritel 1P yang dijalankan melalui platform business-to-consumer (B2C) daring dari pihak pertama membukukan GPBD sebesar Rp1,02 triliun. Nilai tersebut meningkat 44 persen secara tahunan.
Pertumbuhan itu ditopang oleh meningkatnya penjualan produk dengan margin lebih tinggi. Kategori elektronik menjadi salah satu kontributor utama. Selain itu, produk olahraga dan gaya hidup juga memberikan sumbangan positif terhadap peningkatan margin perusahaan.
Sementara itu, segmen Ritel 3P mencatat GPBD sebesar Rp1,46 triliun atau naik 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut berasal dari kontribusi kategori pengalaman, optimalisasi harga, serta perluasan monetisasi pendapatan tambahan pada bisnis online travel agency (OTA) perseroan.
Kombinasi kedua segmen tersebut memperlihatkan bahwa strategi BELI tidak hanya mengejar pertumbuhan volume transaksi. Namun, perusahaan juga berupaya meningkatkan kualitas pendapatan melalui komposisi produk yang lebih menguntungkan.
Strategi Omnichannel Jadi Kekuatan Utama BELI
CEO sekaligus Co-Founder PT Global Digital Niaga Tbk, Kusumo Martanto, mengatakan hasil semester I 2026 mencerminkan ketangguhan ekosistem omnichannel yang telah dibangun perusahaan selama bertahun-tahun.
Menurutnya, kondisi pasar saat ini menuntut pelaku usaha untuk lebih selektif dalam mengelola pertumbuhan. Konsumen semakin berhati-hati dalam berbelanja, sementara persaingan antarplatform digital juga semakin kompetitif.
Meski demikian, BELI tetap mampu mencatat pertumbuhan pendapatan yang sehat. Di sisi lain, profitabilitas juga terus mengalami peningkatan karena perusahaan lebih mengutamakan investasi yang disiplin serta efisiensi operasional daripada sekadar mengejar pertumbuhan agresif.
Kusumo menjelaskan bahwa seluruh ekosistem perusahaan memberikan kontribusi yang seimbang terhadap kinerja tersebut. Segmen perdagangan B2C tetap mempertahankan momentum melalui penawaran produk yang lebih terdiferensiasi, komposisi kategori yang semakin berkualitas, serta pengembangan kapabilitas omnichannel secara berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa keunggulan kompetitif Blibli Tiket berasal dari integrasi berbagai aset strategis. Mulai dari merek terpercaya, teknologi, jaringan logistik, titik layanan fisik, hubungan pelanggan, hingga pemanfaatan data ekosistem. Seluruh elemen tersebut saling mendukung sehingga menjadi nilai tambah yang sulit ditiru oleh pesaing dalam skala besar.
Disiplin Biaya Perkuat Profitabilitas
Chief Financial Officer PT Global Digital Niaga Tbk, Ronald Winardi, menilai pencapaian semester pertama menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis.
Menurut Ronald, kenaikan pendapatan sebesar 55 persen berasal dari pertumbuhan yang sehat di seluruh segmen usaha. Selain itu, perusahaan terus memperbesar kontribusi produk dengan margin yang lebih tinggi sehingga mampu memperbaiki profitabilitas.
Sementara itu, disiplin dalam pengelolaan biaya operasional juga menjadi faktor penting. Berbagai langkah efisiensi memungkinkan perusahaan meningkatkan keuntungan sekaligus tetap mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Strategi tersebut dinilai penting mengingat industri e-commerce masih menghadapi tantangan berupa persaingan harga, perubahan perilaku konsumen, serta kebutuhan investasi teknologi yang terus meningkat.
Prospek BELI untuk Investor
Kinerja semester I 2026 memberikan sejumlah sinyal positif bagi investor yang mengikuti perkembangan saham BELI. Pertumbuhan pendapatan yang mencapai 55 persen menunjukkan perusahaan masih memiliki ruang ekspansi yang kuat di tengah kondisi pasar yang kompetitif.
Beberapa faktor yang layak diperhatikan investor antara lain:
- Pertumbuhan pendapatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
- Take rate meningkat menjadi 9 persen, mencerminkan kualitas pendapatan yang semakin baik.
- Fokus pada produk dengan margin lebih tinggi membantu meningkatkan profitabilitas.
- Strategi omnichannel memperkuat daya saing melalui integrasi platform digital dan jaringan offline.
- Disiplin biaya operasional mendukung keberlanjutan pertumbuhan laba.
Namun, investor juga perlu mencermati sejumlah risiko. Persaingan industri e-commerce diperkirakan masih berlangsung ketat. Selain itu, perubahan daya beli masyarakat dapat memengaruhi pertumbuhan konsumsi pada semester berikutnya.
Meskipun begitu, apabila BELI mampu mempertahankan efisiensi operasional, meningkatkan monetisasi layanan, serta menjaga pertumbuhan kategori produk bernilai tinggi, peluang peningkatan kinerja ke depan masih terbuka. Strategi omnichannel yang terus diperkuat juga berpotensi menjadi pembeda dibandingkan kompetitor.
Secara keseluruhan, hasil semester I 2026 menunjukkan BELI tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga memperbaiki kualitas bisnis melalui peningkatan margin, efisiensi biaya, dan penguatan ekosistem. Kombinasi faktor tersebut menjadi modal penting bagi perseroan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang.





