BEI Dorong Free Float Minimal 15 Persen untuk Perkuat Pasar Modal

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat kualitas pasar modal nasional melalui peningkatan kepemilikan saham publik. Salah satu langkah yang kini didorong adalah pemenuhan free float minimal 15 persen oleh perusahaan tercatat di Bursa.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang sedang dijalankan bersama oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO). Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih likuid, transparan, dan menarik bagi investor.

Melalui peningkatan porsi saham yang dimiliki publik, BEI menilai perusahaan akan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar modal. Selain itu, likuiditas perdagangan saham juga berpotensi meningkat sehingga mendukung pembentukan harga yang lebih wajar.

BEI Dorong Free Float Minimal 15 Persen

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa peningkatan free float menjadi salah satu fokus utama Bursa dalam mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Menurut Nyoman, free float yang memadai memiliki peran penting dalam meningkatkan aktivitas perdagangan saham. Semakin besar jumlah saham yang beredar di publik, semakin tinggi pula peluang terjadinya transaksi yang aktif di pasar.

“Free float yang memadai berperan penting dalam meningkatkan likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, menciptakan proses pembentukan harga yang wajar, serta meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor,” ujar Nyoman saat membuka Public Expose Live 2026, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa peningkatan free float tidak hanya memberikan manfaat bagi investor. Di sisi lain, perusahaan juga memperoleh keuntungan berupa peningkatan eksposur di pasar serta peluang mendapatkan valuasi yang lebih mencerminkan kondisi fundamental.

Karena itu, BEI dorong free float minimal 15 persen sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan tercatat.

Likuiditas Saham dan Kepercayaan Investor Meningkat

BEI menilai kepemilikan saham publik yang lebih besar akan memberikan dampak positif terhadap kualitas perdagangan saham di Bursa. Likuiditas yang tinggi memungkinkan investor lebih mudah melakukan transaksi jual beli tanpa memengaruhi harga secara signifikan.

Selain itu, peningkatan jumlah saham yang beredar di publik dapat memperluas basis investor. Dengan semakin banyak investor yang berpartisipasi, risiko konsentrasi kepemilikan saham dapat berkurang.

Nyoman menambahkan bahwa langkah tersebut juga mendukung terciptanya mekanisme pembentukan harga yang lebih efisien. Harga saham akan lebih mencerminkan kondisi pasar dan kinerja perusahaan secara aktual.

Meskipun begitu, pemenuhan ketentuan free float tetap memerlukan komitmen dari masing-masing perusahaan tercatat. Perusahaan perlu menyusun strategi yang tepat agar peningkatan saham publik dapat dilakukan secara bertahap dan terukur.

Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor domestik maupun asing.

Public Expose Live 2026 Jadi Sarana Edukasi Investor

Dalam kesempatan yang sama, Nyoman menyampaikan bahwa penyelenggaraan Public Expose Live 2026 menjadi sarana penting untuk mempertemukan perusahaan dengan investor.

Melalui kegiatan tersebut, emiten dapat memaparkan strategi bisnis, prospek usaha, serta rencana pengembangan perusahaan secara langsung kepada investor maupun calon investor.

Investor Mendapat Informasi Lebih Komprehensif

Menurut Nyoman, keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam mendukung keputusan investasi yang berkualitas. Investor membutuhkan akses informasi yang akurat dan terkini sebelum menanamkan modalnya.

“Di sisi lain, investor juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari manajemen perusahaan sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan investasi yang lebih komprehensif,” katanya.

Dengan adanya komunikasi langsung tersebut, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperluas jangkauan pemegang saham publik.

KSEI Dukung Pemenuhan Ketentuan Free Float

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, turut mendukung langkah BEI dalam mendorong peningkatan free float perusahaan tercatat.

Menurut Samsul, Public Expose Live 2026 merupakan bentuk nyata keterbukaan informasi yang memberikan ruang diskusi antara emiten dan investor. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kolektif seluruh pemangku kepentingan pasar modal.

Ia menjelaskan bahwa keterbukaan informasi yang konsisten akan membantu perusahaan meningkatkan eksposur sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap kinerja emiten.

Selain itu, kegiatan tersebut mendukung pemenuhan ketentuan free float sesuai Peraturan Bursa Nomor I-A. Dengan demikian, perusahaan dapat memenuhi standar yang ditetapkan sekaligus memperkuat posisinya di pasar modal nasional.

Samsul menegaskan bahwa kolaborasi antara BEI, KSEI, OJK, dan perusahaan tercatat menjadi faktor penting dalam mewujudkan pasar modal yang sehat dan berkelanjutan. Melalui peningkatan free float minimal 15 persen, pasar modal Indonesia diharapkan semakin likuid, transparan, serta mampu menarik lebih banyak investor dalam jangka panjang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu