ASSA Kembangkan TMS Integrated Solution, Siapkan Investasi Rp5,12 Miliar

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) kembangkan TMS Integrated Solution sebagai langkah strategis untuk memperkuat bisnis logistik berbasis teknologi. Perseroan menyiapkan investasi awal sebesar Rp5,12 miliar yang seluruhnya berasal dari dana internal perusahaan.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem pengelolaan transportasi yang terintegrasi. ASSA melihat transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan logistik.

Selain memperluas pasar, pengembangan platform digital tersebut juga diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan. Perseroan pun berupaya memperkuat daya saing di tengah persaingan industri logistik yang semakin ketat.

ASSA Kembangkan TMS Integrated Solution untuk Perluas Bisnis

PT Adi Sarana Armada Tbk berencana menambah kegiatan usaha baru yang berfokus pada teknologi informasi melalui Transportation Management System (TMS) Integrated Solution. Rencana tersebut akan diajukan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni 2026.

Manajemen ASSA menjelaskan bahwa persetujuan pemegang saham menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ekspansi usaha tersebut. Jika memperoleh persetujuan, perseroan akan segera melanjutkan tahap implementasi dan komersialisasi sistem.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menyatakan bahwa penambahan kegiatan usaha akan dimintakan persetujuan melalui RUPS pada pertengahan Juni 2026.

Penambahan kegiatan usaha ini mencakup beberapa klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), antara lain:

  • KBLI 62199 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
  • KBLI 58290 Penerbitan Perangkat Lunak Lainnya
  • KBLI 61105 Jasa Sistem Komunikasi Data
  • KBLI 62204 Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (IoT)

Melalui perluasan ruang lingkup usaha tersebut, ASSA berharap dapat menghadirkan layanan teknologi yang lebih lengkap bagi pelanggan logistik.

Investasi Rp5,12 Miliar untuk Pengembangan Sistem

Untuk merealisasikan proyek ini, ASSA mengalokasikan investasi awal sebesar Rp5,12 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan pengembangan bisnis teknologi.

Beberapa penggunaan dana investasi meliputi:

  • Pengadaan peralatan kantor
  • Pengembangan perangkat lunak
  • Kebutuhan perizinan usaha
  • Modal kerja awal operasional

Menariknya, seluruh kebutuhan pendanaan akan berasal dari kas internal perusahaan. Dengan demikian, perseroan tidak perlu menambah beban utang untuk mendukung pengembangan bisnis baru tersebut.

Selain itu, penggunaan dana internal menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis teknologi logistik yang akan dijalankan. Langkah ini juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga struktur keuangan yang sehat.

TMS Jadi Solusi Efisiensi Industri Logistik

ASSA menilai tantangan industri transportasi dan logistik saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan jumlah armada. Di sisi lain, kemampuan mengelola data dan informasi operasional secara terintegrasi menjadi faktor yang semakin menentukan keberhasilan bisnis.

Melalui TMS Integrated Solution, perusahaan dapat mengelola berbagai aktivitas operasional dalam satu sistem. Fitur tersebut mencakup perencanaan rute, pemantauan pengiriman, pengelolaan service level agreement (SLA), hingga rekonsiliasi biaya transportasi.

Dilengkapi BPO dan Teknologi IoT

Sistem yang dikembangkan ASSA juga akan dilengkapi layanan Business Process Outsourcing (BPO) dan Control Tower. Kehadiran fitur ini memungkinkan pemantauan operasional secara real-time sekaligus mempercepat penanganan berbagai kendala di lapangan.

Sementara itu, integrasi teknologi Internet of Things (IoT) akan memberikan visibilitas operasional yang lebih baik. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk:

  • Pelacakan kendaraan berbasis GPS
  • Pemantauan suhu dan kelembapan barang
  • Analisis perilaku pengemudi
  • Pengawasan distribusi secara real-time

Karena itu, pelanggan dapat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai status pengiriman dan kondisi barang selama proses distribusi berlangsung.

Target Komersial Agustus 2026

Saat ini, ASSA masih melakukan tahap uji coba internal terhadap sistem TMS yang dikembangkan. Sejumlah modul utama telah disiapkan untuk mendukung operasional layanan.

Beberapa modul yang sedang diuji meliputi Order Management, Shipment Management, Monitoring, Customer Billing, Freight Settlement, serta Dashboard & Report.

Perseroan menargetkan peluncuran komersial TMS Integrated Solution pada Agustus 2026. Setelah resmi diluncurkan, sistem tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dari berbagai sektor industri.

Meskipun begitu, ASSA tetap fokus memastikan seluruh fitur berjalan optimal sebelum memasuki tahap komersialisasi penuh. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.

Studi Kelayakan Nyatakan Proyek Layak

Rencana ekspansi bisnis teknologi ini juga telah melalui kajian independen. Berdasarkan studi kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ruky, Safrudin & Rekan (RSR), proyek penambahan kegiatan usaha tersebut dinilai layak untuk dijalankan.

Hasil kajian tersebut memperkuat keyakinan manajemen bahwa bisnis teknologi logistik memiliki prospek yang menjanjikan. Selain meningkatkan efisiensi operasional, pengembangan TMS juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan berulang atau recurring income bagi perusahaan.

Dengan strategi tersebut, ASSA berharap dapat memperkuat posisinya sebagai pemain logistik yang tidak hanya mengandalkan armada, tetapi juga teknologi digital. Selain itu, transformasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan industri logistik berbasis teknologi di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu