Daftar Isi 9 bagian
RuangInvest.com – Jakarta, Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20) pada 30 Oktober 2026. Indeks ini mengukur kinerja 20 saham perusahaan yang bergerak di sektor komoditas dan rantai pasok pendukungnya.
Kehadiran IDX Commodity 20 memberikan acuan baru bagi investor untuk memantau pergerakan saham berbasis komoditas di pasar modal Indonesia. Indeks tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pertambangan batu bara, logam, minyak dan gas, hingga industri kimia serta pengolahan komoditas.
BEI tidak memasukkan seluruh saham dari sektor tersebut secara otomatis. Bursa menerapkan sejumlah persyaratan terkait usia pencatatan, aktivitas perdagangan, klasifikasi industri, dan kapitalisasi pasar. Selanjutnya, BEI memilih 20 saham berdasarkan sejumlah indikator perdagangan dan nilai kapitalisasi pasar saham beredar bebas.
Daftar konstituen awal indeks ini mencakup sejumlah emiten yang dikenal investor pasar modal. Beberapa di antaranya adalah ADRO, ANTM, AMMN, BRMS, BUMI, INCO, MDKA, MEDC, dan TPIA. Komposisi tersebut memperlihatkan luasnya cakupan industri yang mendukung aktivitas ekonomi berbasis komoditas.
Mengenal Indeks IDX Commodity 20
IDX Commodity 20 merupakan indeks harga saham yang mencerminkan kinerja 20 perusahaan tercatat dalam sektor komoditas beserta rantai pasok pendukungnya. BEI menghadirkan indeks ini untuk membantu investor dan manajer investasi melihat perkembangan kelompok saham tersebut melalui satu indikator.
Cakupan industrinya tidak hanya terbatas pada perusahaan pertambangan. Indeks ini juga mencakup sektor energi, logam dan mineral, kimia, kehutanan, pertanian dan perkebunan, peternakan, serta industri pendukung hilirisasi komoditas.
Dengan cakupan tersebut, indeks ini memberikan gambaran lebih luas mengenai perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan industri komoditas. Investor dapat menggunakannya sebagai salah satu referensi untuk mengamati pergerakan kelompok saham yang memiliki hubungan dengan aktivitas produksi dan pengolahan sumber daya.
Namun, BEI tetap menerapkan proses seleksi sebelum memasukkan suatu saham ke dalam indeks. Perusahaan harus memenuhi persyaratan tertentu agar dapat mengikuti proses pemilihan konstituen.
Kriteria saham yang masuk indeks
BEI menetapkan beberapa persyaratan awal untuk menyaring saham calon konstituen IDX Commodity 20. Persyaratan tersebut mencakup aspek pencatatan, likuiditas, klasifikasi industri, dan kondisi perdagangan saham.
- Perusahaan telah tercatat di BEI minimal selama enam bulan.
- Saham aktif diperdagangkan di pasar reguler selama enam bulan terakhir.
- Perusahaan masuk klasifikasi sektor komoditas berdasarkan IDX Industrial Classification (IDX-IC).
- Saham tidak termasuk dalam daftar kepemilikan saham konsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).
- Saham tidak memiliki Notasi Khusus dan tidak masuk Notifikasi Efek dalam Pemantauan Khusus selama enam bulan terakhir.
Setelah melewati seleksi awal, BEI menentukan 20 saham konstituen berdasarkan tiga indikator utama. Ketiga indikator tersebut meliputi nilai transaksi reguler, frekuensi transaksi reguler, dan kapitalisasi pasar free float selama enam bulan terakhir.
Artinya, besarnya perusahaan saja tidak cukup untuk menjamin sebuah saham masuk ke dalam indeks. Aktivitas perdagangan dan nilai saham yang tersedia untuk publik juga menjadi pertimbangan dalam proses seleksi.
Metode Perhitungan IDX Commodity 20
BEI menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted untuk menghitung IDX Commodity 20. Metode ini mempertimbangkan kapitalisasi pasar saham berdasarkan jumlah saham free float yang telah disesuaikan.
Dalam metode tersebut, bobot setiap saham mengikuti kapitalisasi pasar free float. Namun, BEI menerapkan batas maksimal atau cap sebesar 15% untuk setiap konstituen.
Pembatasan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan indeks. Dengan demikian, satu saham tidak dapat mendominasi pergerakan indeks hanya karena memiliki kapitalisasi pasar yang lebih besar dibandingkan konstituen lainnya.
Selain itu, IDX Commodity 20 memiliki tanggal dasar historis pada 1 September 2021 dengan nilai awal 100. Perhitungan historis ini memberikan dasar pembanding untuk melihat perkembangan kinerja indeks dari waktu ke waktu.
Investor dapat memperhatikan metode tersebut ketika membaca pergerakan indeks. Sebab, perubahan harga saham konstituen tidak selalu memberikan pengaruh yang sama terhadap nilai keseluruhan indeks.
Jadwal Evaluasi Konstituen IDX Commodity 20
BEI melakukan evaluasi berkala untuk menjaga relevansi komposisi IDX Commodity 20. Bursa membagi proses evaluasi menjadi dua jenis, yaitu evaluasi mayor dan evaluasi minor.
Evaluasi mayor pada Februari dan Agustus
Evaluasi mayor berlangsung setiap Februari dan Agustus. Dalam periode ini, BEI meninjau kembali daftar 20 saham konstituen sekaligus menyesuaikan bobot masing-masing saham.
Proses tersebut memungkinkan perubahan komposisi indeks mengikuti hasil seleksi terbaru. Saham yang memenuhi kriteria dapat masuk, sementara saham yang tidak lagi memenuhi ketentuan dapat keluar dari daftar konstituen.
Evaluasi minor pada Mei dan November
Sementara itu, evaluasi minor berlangsung setiap Mei dan November. Fokus evaluasi ini mencakup pembaruan faktor free float dan penyesuaian kembali bobot saham dalam indeks.
Perbedaan kedua evaluasi tersebut penting untuk dipahami investor. Evaluasi mayor meninjau kembali daftar konstituen dan bobotnya, sedangkan evaluasi minor berfokus pada faktor free float serta penyesuaian bobot.
Hasil setiap evaluasi mulai berlaku pada Hari Bursa pertama di bulan berikutnya. Karena itu, investor dapat memperhatikan periode evaluasi untuk mengetahui kemungkinan perubahan komposisi indeks.
Daftar 20 Saham Konstituen IDX Commodity 20
BEI menetapkan 20 saham sebagai konstituen awal IDX Commodity 20. Daftar tersebut mencakup perusahaan dari berbagai bidang komoditas dan industri pendukungnya.
Berikut daftar kode saham, nama perusahaan, dan sektor utama masing-masing konstituen:
- AADI – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, bergerak di bidang batu bara dan energi.
- ADMR – PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk, bergerak di bidang pertambangan mineral dan logam.
- ADRO – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, bergerak di bidang energi dan batu bara.
- AMMN – PT Amman Mineral Internasional Tbk, bergerak di bidang tembaga dan emas.
- ANTM – PT Aneka Tambang Tbk, bergerak di bidang nikel, emas, dan aneka tambang.
- ARCI – PT Archi Indonesia Tbk, bergerak di bidang pertambangan emas.
- BIPI – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk, bergerak di bidang infrastruktur energi dan komoditas.
- BRMS – PT Bumi Resources Minerals Tbk, bergerak di bidang mineral dan logam mulia.
- BRPT – PT Barito Pacific Tbk, bergerak di bidang petrokimia dan energi terbarukan.
- BUMI – PT Bumi Resources Tbk, bergerak di bidang pertambangan batu bara.
- DEWA – PT Darma Henwa Tbk, bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan.
- ENRG – PT Energi Mega Persada Tbk, bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas bumi.
- INCO – PT Vale Indonesia Tbk, bergerak di bidang pertambangan nikel.
- MBMA – PT Merdeka Battery Materials Tbk, bergerak di bidang hilirisasi nikel dan bahan baterai.
- MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk, bergerak di bidang tembaga dan emas.
- MEDC – PT Medco Energi Internasional Tbk, bergerak di bidang minyak dan gas bumi.
- PTRO – PT Petrosea Tbk, bergerak di bidang rekayasa dan jasa pertambangan.
- RAJA – PT Rukun Raharja Tbk, bergerak di bidang infrastruktur gas bumi.
- TINS – PT Timah Tbk, bergerak di bidang pertambangan timah.
- TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk, bergerak di bidang industri kimia dan petrokimia.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa IDX Commodity 20 tidak hanya berisi perusahaan tambang. Emiten infrastruktur energi, jasa pertambangan, petrokimia, dan industri pendukung juga masuk dalam cakupan indeks.
Apa Arti IDX Commodity 20 bagi Investor?
Kehadiran indeks ini memberikan investor alat bantu untuk memantau perkembangan saham berbasis komoditas secara lebih terarah. Investor dapat membandingkan pergerakan kelompok saham tersebut dengan kondisi pasar saham secara umum.
Selain itu, daftar konstituen dapat menjadi titik awal untuk melakukan penelitian terhadap perusahaan di sektor komoditas. Investor dapat mempelajari kinerja keuangan, prospek bisnis, kondisi industri, serta risiko setiap emiten sebelum mengambil keputusan.
Namun, masuknya sebuah saham ke dalam indeks tidak otomatis menjamin kenaikan harga. Perubahan harga tetap bergantung pada kondisi perusahaan, permintaan komoditas, perkembangan ekonomi, dan sentimen pasar.
Investor juga perlu memahami bahwa setiap perusahaan memiliki karakteristik usaha berbeda. Emiten pertambangan nikel, misalnya, menghadapi dinamika industri yang tidak selalu sama dengan perusahaan minyak dan gas atau petrokimia.
Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan status keanggotaan indeks ketika memilih saham. Analisis fundamental, likuiditas, valuasi, dan kemampuan mengelola risiko tetap menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan investasi.
Kesimpulan
Peluncuran IDX Commodity 20 pada 30 Oktober 2026 menambah acuan bagi investor untuk memantau kinerja saham sektor komoditas di Indonesia. Indeks ini mencakup 20 perusahaan dari berbagai industri, mulai dari batu bara, mineral, energi, hingga petrokimia dan infrastruktur pendukung.
BEI menerapkan seleksi berdasarkan masa pencatatan, aktivitas perdagangan, klasifikasi industri, nilai transaksi, frekuensi transaksi, dan kapitalisasi pasar free float. Bursa juga membatasi bobot maksimal setiap saham sebesar 15% serta menjalankan evaluasi mayor dan minor secara berkala.
Bagi investor, indeks ini dapat menjadi referensi untuk memetakan perkembangan sektor komoditas. Meski begitu, keputusan membeli atau menjual saham tetap membutuhkan analisis terhadap kondisi masing-masing perusahaan dan pertimbangan risiko investasi.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian. Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual efek. Investor perlu melakukan riset mandiri dan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.




