Daftar Isi 20 bagian
RuangInvest.com – Jakarta, Cara membuat watchlist saham di MOST menjadi salah satu hal penting bagi investor yang ingin memantau kandidat investasi secara lebih teratur. Fitur watchlist membantu investor menyusun daftar saham pilihan tanpa harus mencari kode saham yang sama berulang kali.
Dalam investasi saham, investor perlu melakukan riset sebelum mengambil keputusan transaksi. Mereka perlu memantau pergerakan harga, mempelajari kondisi perusahaan, serta membandingkan beberapa saham sesuai strategi investasi. Oleh karena itu, daftar pantauan dapat membantu proses riset menjadi lebih terarah.
MOST merupakan platform investasi yang berkaitan dengan layanan Mandiri Sekuritas. Melalui fitur dan menu yang tersedia pada aplikasi, pengguna dapat memantau informasi saham sesuai dukungan platform. Namun, nama menu dan langkah penggunaan bisa berbeda menurut versi aplikasi. Karena itu, pengguna perlu menyesuaikan panduan ini dengan tampilan MOST yang mereka akses.
Apa Itu Watchlist Saham dan Apa Fungsinya?
Watchlist saham merupakan daftar saham yang ingin dipantau oleh investor. Daftar ini membantu pengguna mengumpulkan beberapa kandidat investasi dalam satu tempat agar proses pengamatan berlangsung lebih praktis.
Misalnya, investor ingin membandingkan saham perbankan, telekomunikasi, dan barang konsumsi. Investor dapat menyusun daftar saham dari sektor tersebut, lalu memantau perubahan harga serta informasi perusahaan secara berkala.
Selain menghemat waktu, watchlist membantu investor menjaga fokus. Mereka tidak perlu langsung membeli setiap saham yang menarik perhatian. Sebaliknya, mereka dapat mengamati perkembangan setiap kandidat sebelum mengambil keputusan.
Berikut beberapa manfaat watchlist dalam proses investasi:
- Memantau harga saham: Investor dapat mengikuti perubahan harga saham yang masuk dalam daftar pantauan.
- Menyusun kandidat investasi: Daftar membantu investor mengelompokkan saham berdasarkan sektor atau strategi.
- Mendukung riset: Investor dapat memeriksa laporan keuangan, kondisi bisnis, dan informasi perusahaan sebelum bertransaksi.
- Menjaga kedisiplinan: Daftar pantauan membantu investor berpegang pada rencana, bukan sekadar mengikuti pergerakan pasar sesaat.
- Mempermudah perbandingan: Investor dapat mengevaluasi beberapa kandidat berdasarkan kriteria yang sama.
Cara Membuat Watchlist Saham di MOST
Sebelum menyusun daftar pantauan, pastikan Anda memiliki akses ke aplikasi MOST dan mengetahui kode saham yang ingin dipelajari. Siapkan juga kriteria awal agar daftar tersebut sesuai dengan tujuan investasi Anda.
1. Buka aplikasi MOST
Pertama, buka aplikasi MOST pada perangkat Anda. Kemudian, masuk menggunakan akun yang telah terdaftar sesuai prosedur keamanan platform.
Setelah berhasil masuk, perhatikan menu yang berkaitan dengan saham, pencarian saham, atau daftar pantauan. Jika tampilan aplikasi Anda berbeda, periksa panduan resmi MOST atau bantuan dari Mandiri Sekuritas untuk menemukan fitur yang sesuai.
2. Cari saham yang ingin Anda pantau
Selanjutnya, gunakan fitur pencarian saham apabila tersedia. Masukkan kode saham atau nama perusahaan yang ingin Anda pelajari.
Sebagai contoh, Anda dapat mencari saham perbankan, perusahaan telekomunikasi, atau emiten barang konsumsi. Pastikan kode saham dan nama perusahaan sesuai agar Anda tidak keliru memilih emiten.
3. Buka informasi saham pilihan
Setelah menemukan saham yang tepat, buka halaman informasinya. Periksa identitas emiten, harga terakhir, perubahan harga, dan data lain yang tersedia pada platform.
Namun, jangan menjadikan kenaikan harga sebagai satu-satunya alasan untuk memasukkan saham ke dalam daftar. Pelajari juga bisnis perusahaan, kondisi keuangan, dan alasan yang membuat saham tersebut menarik bagi strategi Anda.
4. Tambahkan saham ke daftar pantauan
Berikutnya, cari opsi watchlist, daftar pantauan, ikon tambah, atau fitur serupa jika tersedia. Pilih opsi tersebut untuk memasukkan saham ke daftar yang Anda inginkan.
Jika aplikasi menyediakan beberapa daftar, gunakan nama yang mudah dipahami. Misalnya, Anda dapat membuat kelompok saham untuk investasi jangka panjang, pemantauan dividen, atau riset sektor tertentu.
Perlu diingat, posisi menu dan cara menambahkan saham dapat berubah mengikuti pembaruan aplikasi. Karena itu, ikuti petunjuk yang muncul pada versi MOST Anda dan jangan menganggap nama menu tertentu selalu sama pada setiap perangkat.
5. Ulangi proses untuk saham lainnya
Setelah menambahkan saham pertama, ulangi langkah pencarian untuk kandidat lain. Pilih saham berdasarkan alasan yang jelas agar daftar pantauan tidak sekadar menjadi kumpulan nama emiten.
Sebagai langkah awal, Anda dapat memilih beberapa saham dari sektor yang sudah dipahami. Setelah itu, bandingkan karakteristik setiap perusahaan dan tentukan saham mana yang layak mendapat perhatian lebih lanjut.
6. Periksa dan perbarui watchlist secara berkala
Terakhir, buka kembali daftar pantauan untuk memastikan saham yang Anda pilih sudah tercantum. Kemudian, periksa perkembangan harga dan informasi perusahaan secara berkala sesuai jadwal riset Anda.
Jika alasan investasi sudah tidak relevan, evaluasi kembali saham tersebut. Anda dapat menghapusnya dari daftar apabila fitur itu tersedia, lalu menggantinya dengan kandidat yang lebih sesuai.
Cara Menyusun Watchlist agar Riset Lebih Terarah
Membuat daftar saham saja belum cukup. Anda juga perlu menentukan tujuan pemantauan agar setiap saham memiliki alasan yang jelas untuk masuk ke dalam watchlist.
Pertama, tentukan tujuan investasi. Investor jangka panjang mungkin lebih memperhatikan kualitas bisnis, pertumbuhan laba, arus kas, dan kemampuan perusahaan mempertahankan kinerja. Sementara itu, investor dengan strategi jangka pendek mungkin lebih memperhatikan pergerakan harga, volume transaksi, dan momentum pasar.
Kedua, kelompokkan saham berdasarkan sektor atau karakteristiknya. Cara ini memudahkan Anda membandingkan perusahaan yang memiliki model bisnis serupa. Selain itu, pengelompokan membantu Anda mengenali konsentrasi sektor dalam rencana investasi.
Ketiga, tetapkan kriteria evaluasi yang konsisten. Anda dapat menggunakan beberapa indikator berikut sebagai bahan riset:
- Kinerja keuangan: Periksa pendapatan, laba bersih, arus kas, dan tingkat utang perusahaan.
- Valuasi: Bandingkan rasio seperti PER dan PBV sesuai karakteristik sektor serta kondisi perusahaan.
- Likuiditas saham: Perhatikan volume dan nilai transaksi untuk memahami kemudahan jual beli.
- Kondisi industri: Pelajari persaingan, regulasi, dan perubahan permintaan yang memengaruhi bisnis.
- Risiko perusahaan: Periksa risiko operasional, keuangan, dan faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja.
Selain itu, catat alasan Anda memasukkan setiap saham ke dalam daftar. Catatan singkat tersebut dapat menjelaskan kondisi yang ingin Anda pantau atau informasi yang perlu Anda periksa sebelum mengambil keputusan.
Cara Menggunakan Watchlist untuk Memantau Kandidat Investasi
Setelah menyusun watchlist, gunakan daftar tersebut sebagai alat bantu riset. Mulailah dengan mengamati perubahan harga dan informasi terbaru, kemudian hubungkan temuan itu dengan kondisi bisnis perusahaan.
Misalnya, sebuah saham mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari. Anda sebaiknya tidak langsung menganggap kenaikan tersebut sebagai sinyal beli. Periksa penyebab pergerakan harga, keterbukaan informasi perusahaan, kondisi pasar, serta kesesuaiannya dengan strategi investasi Anda.
Selanjutnya, bandingkan beberapa kandidat berdasarkan kriteria yang sama. Anda dapat mencatat valuasi, pertumbuhan laba, tingkat utang, dan prospek bisnis setiap perusahaan. Dengan demikian, keputusan Anda memiliki dasar yang lebih kuat daripada sekadar mengikuti saham yang sedang ramai.
Watchlist juga dapat membantu Anda menyusun rencana transaksi. Tentukan kondisi yang perlu terpenuhi sebelum membeli saham, batas risiko yang sanggup Anda tanggung, dan alasan yang membuat Anda membatalkan rencana tersebut.
Namun, ingat bahwa watchlist hanya membantu proses pemantauan. Daftar ini tidak menjamin keuntungan dan tidak menggantikan analisis mandiri. Harga saham tetap dapat berubah akibat kondisi pasar, kinerja perusahaan, maupun faktor ekonomi yang tidak terduga.
Tips Mengelola Watchlist Saham di MOST
Agar daftar pantauan tetap berguna, kelola isinya secara disiplin. Hindari memasukkan terlalu banyak saham tanpa alasan yang jelas karena hal itu dapat menyulitkan proses evaluasi.
- Pilih saham secara selektif: Masukkan emiten yang sesuai dengan tujuan dan kriteria investasi Anda.
- Buat jadwal pemantauan: Tentukan waktu untuk memeriksa harga, laporan keuangan, dan keterbukaan informasi.
- Gunakan sumber tepercaya: Periksa laporan perusahaan, informasi Bursa Efek Indonesia, dan pengumuman resmi emiten.
- Pisahkan riset dan transaksi: Jangan membeli saham hanya karena Anda sudah memasukkannya ke dalam daftar pantauan.
- Tinjau alasan investasi: Evaluasi apakah kondisi bisnis masih mendukung alasan awal Anda memilih saham tersebut.
- Jaga keamanan akun: Lindungi kata sandi dan kode autentikasi. Jangan membagikan informasi akses kepada orang lain.
Di sisi lain, jangan hanya mengandalkan angka harga yang tampil di aplikasi. Informasi tersebut perlu Anda lengkapi dengan laporan keuangan dan berita resmi yang relevan. Pendekatan ini membantu Anda memahami konteks di balik pergerakan saham.
Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Membuat Watchlist
Salah satu kesalahan umum adalah memasukkan saham hanya karena harganya sedang naik. Pergerakan positif dalam waktu singkat tidak selalu mencerminkan kualitas bisnis atau prospek jangka panjang.
Kesalahan berikutnya adalah membiarkan daftar pantauan tanpa evaluasi. Kondisi perusahaan dan industri dapat berubah, sehingga alasan investasi yang dahulu relevan mungkin tidak lagi sesuai. Karena itu, tinjau kembali setiap kandidat secara berkala.
Selain itu, hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan satu indikator. Rasio valuasi yang terlihat menarik, misalnya, tidak otomatis berarti saham tersebut murah. Anda perlu mempertimbangkan kualitas laba, prospek pertumbuhan, risiko, dan karakteristik industrinya.
Terakhir, jangan menyamakan watchlist dengan portofolio. Watchlist berisi saham yang sedang Anda pelajari, sedangkan portofolio mencerminkan aset yang benar-benar Anda miliki. Memahami perbedaan ini membantu Anda memisahkan proses riset dari keputusan transaksi.
FAQ tentang Watchlist Saham di MOST
1. Apa fungsi watchlist saham di MOST?
Watchlist membantu investor mengumpulkan dan memantau kandidat saham dalam satu daftar. Investor dapat menggunakan daftar tersebut untuk mengamati pergerakan harga dan mendukung riset sebelum bertransaksi.
2. Bagaimana cara menambahkan saham ke watchlist MOST?
Buka aplikasi MOST, cari saham yang ingin Anda pantau, lalu periksa halaman informasi saham. Selanjutnya, gunakan opsi watchlist atau fitur penambahan yang tersedia pada versi aplikasi Anda. Jika nama menu berbeda, periksa panduan resmi MOST.
3. Apakah watchlist otomatis membeli saham?
Tidak. Watchlist berfungsi sebagai daftar pantauan dan bukan perintah transaksi. Anda tetap perlu mengambil langkah transaksi secara terpisah sesuai fitur aplikasi dan keputusan investasi Anda.
4. Berapa banyak saham yang sebaiknya masuk ke watchlist?
Tidak ada jumlah yang cocok untuk semua investor. Mulailah dengan daftar yang dapat Anda pantau secara konsisten. Setelah itu, tambahkan kandidat baru jika Anda memiliki alasan riset yang jelas.
5. Apakah saham dalam watchlist pasti menguntungkan?
Tidak. Watchlist hanya membantu pemantauan dan tidak menjamin keuntungan. Investor tetap perlu menilai kinerja perusahaan, valuasi, risiko, serta kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.
6. Apakah watchlist sama dengan portofolio saham?
Tidak. Watchlist berisi saham yang ingin Anda amati, sedangkan portofolio berisi investasi yang benar-benar Anda miliki. Saham dalam daftar pantauan belum tentu menjadi bagian dari portofolio Anda.
Kesimpulan
Cara membuat watchlist saham di MOST dimulai dengan membuka aplikasi, mencari kandidat saham, memeriksa informasinya, lalu menambahkannya melalui fitur pantauan yang tersedia. Setelah itu, investor perlu meninjau daftar secara berkala agar setiap kandidat tetap relevan dengan tujuan investasi.
Pada akhirnya, watchlist akan lebih bermanfaat jika Anda menggunakannya bersama riset fundamental, pemantauan harga, dan pengelolaan risiko. Jadikan daftar ini sebagai alat untuk mengambil keputusan secara terencana, bukan sebagai jaminan keuntungan atau alasan untuk membeli saham tanpa analisis.




