Daftar Isi 4 bagian
Ruanginvest.com – Jakarta, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menggabungkan empat anak usaha dalam satu entitas perusahaan. Perseroan memilih PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK) sebagai perusahaan penerima penggabungan usaha atau merger.
Krakatau Steel lebur empat anak usaha dalam rangka menjalankan strategi bisnis perseroan. Tiga perusahaan yang masuk dalam proses merger tersebut ialah PT Krakatau Baja Industri (KBI), PT Krakatau Konsultan (KK), serta PT Krakatau Perbengkelan dan Perawatan (KPdP).
Akta merger keempat anak usaha itu telah ditandatangani pada 30 September 2026 di Cilegon. Keempat entitas tersebut berada di bawah kendali KRAS dengan kepemilikan saham minimal 99 persen, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Krakatau Steel Lebur Empat Anak Usaha
Plt Corporate Secretary KRAS, Rachman Hidayat, mengatakan KBK menjadi perusahaan penerima penggabungan usaha. Sementara itu, KBI, KK, dan KPdP menjadi tiga anak usaha yang masuk dalam merger.
Rachman menyebut langkah tersebut sejalan dengan strategi bisnis perseroan. Selain itu, ia menyampaikan bahwa transaksi tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum dan keuangan, serta kelangsungan usaha perseroan.
Rachman menyampaikan keterangan tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dengan demikian, proses penggabungan empat entitas itu menjadi bagian dari langkah bisnis Krakatau Steel.
KBK Menjadi Entitas Penerima Merger
Menurut data IDNFinancials.com, KBK bergerak dalam bidang produksi baja profil dan tulangan. Perusahaan tersebut mulai beroperasi pada 1992 dan menjadi anak usaha paling tua di antara tiga entitas lainnya yang ikut dalam merger.
Selain menjadi penerima penggabungan, KBK juga mencatat total aset terbesar dalam rangkaian merger tersebut. Aset KBK mencapai US$186,3 ribu pada akhir semester pertama.
Sementara itu, KBI mencatat total aset sebesar US$22,6 ribu. Kemudian, KPdP memiliki aset US$60,8 ribu, sedangkan KK mencatat aset US$139.
Perbedaan nilai aset tersebut membuat KBK memiliki porsi aset terbesar di antara empat entitas yang bergabung. Karena itu, KBK menjadi entitas penerima penggabungan usaha dalam transaksi tersebut.
Total Aset Empat Anak Usaha
Jika digabungkan, total aset empat entitas tersebut tercatat sebesar US$269,87 ribu. Nilai itu setara sekitar Rp4,83 miliar berdasarkan asumsi kurs Rp17.900 per dolar Amerika Serikat.
Dengan demikian, nilai aset gabungan tersebut mencerminkan posisi aset empat anak usaha yang masuk dalam proses penggabungan. Angka tersebut berasal dari aset KBK, KBI, KPdP, dan KK pada akhir semester pertama.
Selain itu, penggabungan tersebut menyatukan empat entitas yang seluruhnya berada di bawah kendali Krakatau Steel. Kepemilikan KRAS mencapai minimal 99 persen secara langsung maupun tidak langsung.
Di sisi lain, perseroan menyatakan transaksi tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional. Rachman juga menyebut transaksi tidak berdampak terhadap kondisi hukum dan keuangan serta kelangsungan usaha perseroan.
Merger Menjadi Bagian dari Strategi Bisnis KRAS
Krakatau Steel menempatkan penggabungan empat anak usaha sebagai bagian dari strategi bisnis perseroan. Proses tersebut menggabungkan KBK, KBI, KK, dan KPdP dalam satu struktur dengan KBK sebagai penerima penggabungan.
Sebelumnya, keempat entitas menjalankan kegiatan usaha masing-masing di bawah kendali KRAS. Kini, akta merger yang ditandatangani pada 30 September 2026 menjadi dasar penggabungan usaha keempat perusahaan tersebut.
Selanjutnya, perhatian tertuju pada pelaksanaan hasil penggabungan tersebut dalam struktur usaha Krakatau Steel. Namun, bahan informasi mengenai transaksi ini menyatakan bahwa merger tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum dan keuangan, serta kelangsungan usaha perseroan.
Dengan nilai aset gabungan sekitar Rp4,83 miliar, merger tersebut menyatukan empat anak usaha Krakatau Steel dalam satu entitas penerima. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi bisnis KRAS yang melibatkan perusahaan-perusahaan di bawah kendalinya.
[/CONTENT]




