Likuiditas Saham TUGU Meningkat, Transaksi Harian Capai Rp6,2 Miliar

Dwi Prakoso

Likuiditas Saham TUGU Meningkat, Transaksi Harian Capai Rp6,2 Miliar
Ilustrasi: likuiditas saham TUGU

Ruanginvest.com – Jakarta, likuiditas saham TUGU menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang September 2026. Aktivitas perdagangan saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk tersebut juga mendapat perhatian positif dari pelaku pasar.

Rata-rata nilai transaksi harian saham TUGU mencapai sekitar Rp6,2 miliar per hari. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata Rp2,9 miliar per hari pada Agustus 2026.

Selain meningkat secara bulanan, aktivitas transaksi TUGU pada September 2026 juga menjadi yang tertinggi sejak Maret 2026. Kondisi tersebut muncul ketika prospek fundamental perusahaan masih menunjukkan sejumlah peluang pertumbuhan.

Likuiditas Saham TUGU Tembus Rp6,2 Miliar

Peningkatan likuiditas saham TUGU terlihat dari lonjakan rata-rata nilai transaksi harian. Pada Agustus 2026, nilai transaksi harian berada di sekitar Rp2,9 miliar. Sementara itu, angka tersebut naik menjadi sekitar Rp6,2 miliar pada September 2026.

Kenaikan aktivitas perdagangan membuat saham TUGU mencatat tingkat transaksi tertinggi sejak Maret 2026. Dengan demikian, perhatian pasar terhadap saham perusahaan asuransi tersebut meningkat dalam periode berjalan.

Selain faktor perdagangan, prospek fundamental turut menjadi perhatian. Trimegah Sekuritas memproyeksikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau NPATMI TUGU mencapai Rp790 miliar pada 2026.

Proyeksi tersebut mencerminkan pertumbuhan laba sekitar 10 persen per tahun. Analis Trimegah Sekuritas Kharel Devin Fielim menilai pertumbuhan tersebut antara lain mendapat dukungan dari meningkatnya aktivitas investasi sektor minyak dan gas nasional.

Prospek Laba TUGU Ditopang Sektor Minyak dan Gas

Kharel melihat sektor minyak dan gas sebagai salah satu area yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis TUGU. Perusahaan memiliki eksposur kuat terhadap industri energi yang masih memiliki peluang investasi ke depan.

“Kami memperkirakan NPATMI TUGU dapat tumbuh dengan laju tahunan sekitar 10 persen, terutama ditopang peningkatan investasi di sektor minyak dan gas Indonesia,” ujar Kharel dalam riset Jumat (25/9/2026).

Sementara itu, peningkatan pipeline investasi hulu migas dapat membuka ruang pertumbuhan bagi bisnis TUGU. Sejumlah proyek besar, termasuk Masela, turut menjadi perhatian karena memiliki potensi investasi yang besar.

Total investasi proyek Masela disebut berpotensi mencapai sekitar Rp350 triliun. Karena itu, perkembangan investasi energi nasional menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi prospek bisnis TUGU ke depan.

Selain pertumbuhan laba, kualitas profitabilitas perusahaan juga menunjukkan prospek perbaikan. Trimegah memproyeksikan return on equity atau ROE TUGU meningkat dari 7,7 persen pada 2025 menjadi 9,0 persen pada 2028.

Profitabilitas dan Pendapatan TUGU Diproyeksikan Naik

Laba usaha TUGU juga diproyeksikan meningkat dalam periode tersebut. Angkanya diperkirakan naik dari Rp649 miliar pada 2025 menjadi Rp915 miliar pada 2028.

Di sisi operasional, rasio klaim dan biaya TUGU diperkirakan tetap relatif terjaga. Disiplin underwriting dan pengelolaan biaya menjadi faktor yang mendukung kondisi tersebut.

Selanjutnya, insurance revenue TUGU diproyeksikan tumbuh dari Rp9,1 triliun pada 2025 menjadi Rp11,5 triliun pada 2028. Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya ruang ekspansi pendapatan dalam beberapa tahun mendatang.

Dengan prospek tersebut, pasar tidak hanya memperhatikan pertumbuhan laba TUGU. Investor juga melihat kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas serta mengelola risiko dalam menjalankan bisnis asuransi.

Valuasi Saham TUGU Masih di Bawah Perusahaan Pembanding

Menariknya, prospek pertumbuhan TUGU belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi saham. Berdasarkan perbandingan Trimegah Sekuritas, saham TUGU diperdagangkan pada sekitar 0,5 kali price-to-book value atau PBV 2026.

Angka tersebut berada jauh di bawah rata-rata perusahaan asuransi umum domestik yang menjadi pembanding. Rata-rata valuasi kelompok tersebut berada di sekitar 1,3 kali PBV.

Pada saat yang sama, TUGU diperkirakan menghasilkan ROE lebih tinggi dibandingkan rata-rata perusahaan pembanding. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan antara valuasi saham dan tingkat profitabilitas perusahaan.

“TUGU saat ini diperdagangkan hanya sekitar 0,5 kali FY26F PBV dibandingkan 1,3 kali pada peers, meskipun mampu menghasilkan ROE yang lebih tinggi. Kombinasi kesenjangan valuasi dan profitabilitas yang lebih kuat menjadi faktor yang menarik untuk diperhatikan,” kata Kharel.

Dividend Yield TUGU Diproyeksikan 6,6 Persen

Selain valuasi, daya tarik TUGU juga berasal dari potensi dividen. Perusahaan memiliki portofolio investasi yang terdiversifikasi dengan profil risiko yang prudent.

Trimegah memperkirakan dividend yield saham TUGU berada di kisaran 6,6 persen untuk 2026. Potensi tersebut menjadi salah satu aspek yang turut menarik perhatian investor terhadap saham perusahaan.

Dengan demikian, perkembangan likuiditas saham TUGU berjalan bersamaan dengan sejumlah proyeksi positif terhadap kinerja fundamental. Peningkatan nilai transaksi harian menunjukkan aktivitas perdagangan yang lebih tinggi pada September 2026.

Namun, perkembangan perdagangan saham tetap perlu dilihat bersama kinerja perusahaan, valuasi, profitabilitas, serta kebijakan dividen. Faktor-faktor tersebut memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai posisi TUGU di tengah perkembangan industri asuransi dan sektor energi nasional.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Ramalan Purbaya soal Kapan Rupiah Bangkit Melawan Dolar AS

Ramalan Purbaya soal Kapan Rupiah Bangkit Melawan Dolar AS

Kunjungi Artikel