Jumat, 30 Oktober 2026Berita Seputar Investasi Terbaru
RuangInvest.com
Berita Seputar Investasi Terbaru

Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan, Ini Bedanya dengan Visa dan Mastercard

Oleh Jaya Purnama · Agustus 21, 2026 · 1:14 pm
Daftar Isi 5 bagian

JAKARTA, RuangInvest.com – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia atau KKI pada 17 Agustus 2026. Kehadiran KKI menjadi alternatif instrumen pembayaran dengan fasilitas penundaan pembayaran atau deferred payment.

Kartu Kredit Indonesia menggunakan infrastruktur pembayaran nasional. Karena itu, sistem pemrosesan transaksinya berbeda dari kartu kredit berprinsipal internasional seperti Visa dan Mastercard.

Pada tahap awal, KKI hadir dalam bentuk kartu digital. Masyarakat dapat menggunakannya sebagai sumber dana untuk melakukan pembayaran melalui QRIS, baik dengan metode QRIS Pindai maupun QRIS Tap.

Kartu Kredit Indonesia dan Perbedaannya dengan Visa Mastercard

Perbedaan utama Kartu Kredit Indonesia dengan Visa dan Mastercard terletak pada jaringan pemrosesan transaksi. KKI menggunakan infrastruktur pembayaran nasional yang dikembangkan untuk mendukung ekosistem pembayaran domestik.

Sementara itu, Visa dan Mastercard merupakan jaringan pembayaran internasional. Kedua prinsipal tersebut digunakan untuk memproses transaksi kartu di berbagai negara.

Perbedaan tersebut tidak berarti KKI dibuat untuk menggantikan kartu kredit internasional. BI menegaskan bahwa KKI dirancang untuk berdampingan dengan berbagai instrumen pembayaran yang sudah digunakan masyarakat.

Dengan konsep tersebut, konsumen tetap memiliki pilihan. Penggunaan kartu dapat disesuaikan dengan kebutuhan, lokasi transaksi, serta jenis pembayaran yang dilakukan.

Pada tahap awal, KKI lebih diarahkan untuk transaksi berbasis QRIS. Namun, pengembangannya masih terbuka untuk berbagai kebutuhan pembayaran lainnya.

BI juga membuka kemungkinan penggunaan KKI untuk transaksi daring melalui skema Online Payment. Selain itu, penggunaan untuk transaksi luring dengan kartu fisik juga dapat dikembangkan pada tahap berikutnya.

KKI Bisa Dipakai untuk Transaksi di Luar Negeri

Meskipun menggunakan infrastruktur pembayaran nasional, penggunaan Kartu Kredit Indonesia tidak sepenuhnya terbatas di dalam negeri.

KKI dapat digunakan di luar negeri melalui skema QRIS Cross Border. Fasilitas tersebut berlaku di negara-negara yang telah menjadi mitra Indonesia dalam kerja sama pembayaran lintas negara.

Kemampuan tersebut memberikan ruang bagi KKI untuk berkembang menjadi instrumen pembayaran yang lebih luas. Masyarakat tetap dapat menikmati manfaat ekosistem pembayaran nasional ketika melakukan transaksi pada negara mitra.

Namun, cakupan penggunaannya tetap bergantung pada negara dan jaringan pembayaran yang telah terhubung dengan skema QRIS Cross Border. Karena itu, pengguna perlu memperhatikan ketersediaan layanan sebelum melakukan transaksi di luar negeri.

Di sisi lain, keberadaan KKI juga memperkuat arah pengembangan sistem pembayaran Indonesia. Infrastruktur domestik yang semakin luas diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Delapan Bank Sudah Menjadi Penerbit KKI

Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2026, Kartu Kredit Indonesia telah diterbitkan oleh delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran atau PJP.

Delapan bank tersebut terdiri dari BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank, Bank Mega, serta Bank Syariah Indonesia atau BSI.

Kehadiran BSI juga memberikan pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan fasilitas pembiayaan berbasis syariah. Sementara itu, bank penerbit lainnya menawarkan KKI sesuai dengan ketentuan dan produk yang mereka kembangkan.

Penjabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menekankan bahwa pengembangan sistem pembayaran harus memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat.

Menurutnya, kemajuan sistem pembayaran perlu diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sistem tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan serta daya saing perekonomian nasional.

Peluncuran KKI juga didukung oleh tingginya penggunaan QRIS di Indonesia. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 65,77 juta.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi bagian penting dalam kebiasaan transaksi masyarakat. Karena itu, penggunaan QRIS sebagai salah satu kanal awal KKI dinilai dapat memperluas kemudahan transaksi berbasis kartu.

Cara Mengajukan Kartu Kredit Indonesia

Masyarakat yang tertarik menggunakan Kartu Kredit Indonesia harus mengajukan permohonan kepada bank atau PJP yang menerbitkan KKI.

Proses pengajuan tidak otomatis disetujui. Setiap penerbit memiliki ketentuan dan persyaratan masing-masing yang harus dipenuhi calon pengguna.

Secara umum, tahapan pengajuan dapat mencakup beberapa proses berikut:

  • Pendaftaran melalui bank atau PJP penerbit.
  • Pengumpulan data dan dokumen yang dipersyaratkan.
  • Proses verifikasi oleh penerbit.
  • Penilaian dan persetujuan pengajuan.
  • Aktivasi fasilitas KKI setelah permohonan disetujui.

Karena setiap penerbit memiliki kebijakan berbeda, calon pengguna sebaiknya memahami persyaratan sebelum mengajukan permohonan.

Selain itu, pengguna juga perlu memperhatikan ketentuan biaya, limit, mekanisme pembayaran, serta fitur yang tersedia. Informasi tersebut dapat berbeda antara satu penerbit dengan penerbit lainnya.

KKI Bukan Pengganti Visa dan Mastercard

Kehadiran Kartu Kredit Indonesia menambah pilihan instrumen pembayaran bagi masyarakat. Namun, KKI tidak dimaksudkan sebagai pengganti Visa dan Mastercard.

Ketiganya memiliki karakteristik jaringan yang berbeda. KKI mengandalkan infrastruktur pembayaran nasional, sedangkan Visa dan Mastercard memiliki jaringan internasional yang telah digunakan secara luas.

Karena itu, pilihan instrumen pembayaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Transaksi melalui QRIS di dalam negeri dapat menjadi salah satu penggunaan utama KKI pada tahap awal.

Sementara itu, kartu dengan jaringan internasional tetap memiliki keunggulan untuk transaksi pada berbagai negara dan merchant yang mendukung jaringan tersebut.

Meskipun begitu, perkembangan KKI masih akan terus berjalan. BI membuka peluang perluasan penggunaan, termasuk untuk transaksi daring dan transaksi menggunakan kartu fisik.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembayaran nasional. Pada saat yang sama, masyarakat mendapatkan lebih banyak pilihan untuk melakukan transaksi secara praktis.

Dengan dukungan delapan bank penerbit dan basis pengguna QRIS yang besar, KKI memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada penerimaan masyarakat, perluasan merchant, serta kemudahan layanan yang ditawarkan.

Bagi calon pengguna, memahami karakteristik Kartu Kredit Indonesia menjadi langkah penting sebelum mengajukan fasilitas tersebut. Dengan begitu, pengguna dapat memilih instrumen pembayaran sesuai kebutuhan dan memahami cara kerja fasilitas penundaan pembayaran yang tersedia.

Pada akhirnya, KKI hadir sebagai bagian dari perkembangan sistem pembayaran Indonesia. Kehadirannya memperluas pilihan pembayaran masyarakat tanpa harus menghilangkan peran kartu kredit berprinsipal internasional seperti Visa dan Mastercard.

Tag:

Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.