Daftar Isi 14 bagian
Jakarta – RuangInvest.com – Cara memahami MDR QRIS 0 persen menjadi penting menjelang perluasan kebijakan Bank Indonesia pada 1 Oktober 2026. Kebijakan ini diperkirakan mendorong penggunaan pembayaran digital sekaligus mengubah pola pendapatan penyedia jasa pembayaran atau PJP.
MDR atau Merchant Discount Rate merupakan biaya jasa yang dikenakan dalam transaksi pembayaran menggunakan QRIS. Dengan adanya tarif 0 persen pada kategori transaksi tertentu, merchant tidak dibebankan biaya jasa tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, MDR QRIS 0 persen bukan berarti seluruh transaksi QRIS bebas biaya. Kebijakan tersebut memiliki batas nilai transaksi dan kategori usaha tertentu. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami ketentuan agar dapat mengetahui transaksi mana yang mendapatkan tarif nol persen.
Apa Itu MDR QRIS 0 Persen?
MDR QRIS 0 persen adalah kebijakan yang membuat biaya jasa transaksi QRIS menjadi nol persen untuk kategori dan nilai transaksi tertentu. Bank Indonesia berencana memperluas cakupan kebijakan tersebut mulai 1 Oktober 2026.
Perluasan ini mencakup lebih banyak pelaku usaha, termasuk usaha mikro serta usaha kecil, menengah, dan besar. Selain itu, terdapat sektor tertentu seperti pendidikan, SPBU, badan layanan umum, badan layanan publik, dan pelayanan pemerintah.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran. Semakin banyak merchant yang menggunakan pembayaran digital, semakin besar pula potensi pertumbuhan volume transaksi dalam ekosistem pembayaran.
Cara Memahami Batas Transaksi MDR QRIS 0 Persen
Agar tidak keliru, pelaku usaha dapat memperhatikan beberapa ketentuan utama berikut:
- Usaha mikro: transaksi hingga Rp500.000 mendapatkan MDR 0 persen sesuai kebijakan yang diperluas.
- Usaha kecil, menengah, dan besar: transaksi hingga Rp100.000 mendapatkan MDR 0 persen.
- Sektor pendidikan: transaksi hingga Rp100.000 tidak dikenai biaya jasa sesuai ketentuan.
- SPBU: transaksi hingga Rp100.000 masuk dalam transaksi dengan MDR 0 persen.
- Pelayanan pemerintah: transaksi tertentu seperti pengurusan pajak, paspor, dan bantuan sosial mendapatkan MDR 0 persen.
- Badan layanan umum dan badan layanan publik: transaksi yang memenuhi ketentuan juga mendapatkan tarif nol persen.
Batas tersebut penting diperhatikan karena tidak semua transaksi QRIS otomatis memperoleh tarif 0 persen. Merchant tetap perlu mengetahui kategori usahanya dan nilai transaksi sebelum menarik kesimpulan mengenai biaya yang dikenakan.
Dampak MDR 0 Persen bagi Merchant
Bagi merchant, penerapan tarif nol persen dapat memberikan ruang yang lebih besar dalam mengelola biaya transaksi. Ketika transaksi memenuhi kriteria MDR 0 persen, merchant tidak perlu menanggung biaya jasa pembayaran yang biasanya terkait dengan MDR.
Kondisi tersebut juga berpotensi membuat pembayaran digital semakin menarik bagi pelaku usaha. Merchant dapat menyediakan QRIS sebagai pilihan pembayaran yang praktis tanpa harus mengandalkan uang tunai.
Peningkatan penggunaan QRIS juga dapat membantu pelaku usaha membangun kebiasaan transaksi digital. Data transaksi yang tercatat secara elektronik berpotensi memudahkan pengelolaan keuangan usaha, meskipun manfaat yang diterima tetap bergantung pada layanan dan ekosistem penyedia pembayaran.
Mengapa PJP Tetap Memiliki Peluang Pendapatan?
Perluasan MDR QRIS 0 persen memang dapat mengurangi pendapatan PJP yang berasal langsung dari MDR. Namun, berkurangnya pendapatan dari satu sumber tidak otomatis menghilangkan peluang bisnis penyedia jasa pembayaran.
Chief Executive Officer PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) Yogi Rizkian Bahar menyampaikan bahwa peningkatan penggunaan QRIS dapat meningkatkan volume transaksi dan penggunaan layanan digital lainnya.
Menurut Yogi, semakin sering masyarakat menggunakan dompet digital, semakin besar pula kemungkinan mereka melakukan pengisian saldo. Dari aktivitas tersebut, penyedia layanan pembayaran dapat memperoleh pendapatan dari layanan lain, seperti cash-in atau pengisian saldo.
Artinya, model bisnis PJP dapat berkembang dari sekadar mengandalkan pendapatan MDR menjadi ekosistem layanan keuangan digital yang lebih luas. Volume transaksi yang meningkat dapat membuka peluang pada berbagai layanan tambahan.
Cara Melihat Peluang Bisnis dari Transaksi QRIS
Pelaku industri pembayaran dapat memperhatikan sejumlah sumber aktivitas yang berpotensi berkembang seiring meningkatnya transaksi digital, antara lain:
- Pengisian saldo, terutama ketika pengguna semakin sering menggunakan dompet digital.
- Gerbang pembayaran, yang membantu bisnis menerima transaksi digital.
- Pembayaran merchant, sebagai bagian dari ekosistem pembayaran ritel.
- Transfer uang, untuk memenuhi kebutuhan transaksi antarpengguna.
- Penyaluran insentif, termasuk solusi pembayaran untuk program tertentu.
- Penautan akun, yang menghubungkan berbagai layanan finansial.
- Solusi finansial bisnis, yang dapat membantu kebutuhan pembayaran dan pengelolaan transaksi.
Peluang tersebut menunjukkan bahwa transaksi QRIS tidak hanya dilihat dari biaya MDR. Bagi PJP, meningkatnya frekuensi penggunaan dapat menjadi bagian penting dalam memperluas basis pengguna dan menciptakan pendapatan dari layanan lain.
Apa yang Perlu Dilakukan Merchant?
Merchant sebaiknya tidak hanya memperhatikan tarif transaksi, tetapi juga memastikan sistem pembayaran berjalan dengan baik. QRIS yang mudah digunakan dapat membantu pelanggan menyelesaikan pembayaran dengan cepat.
Pelaku usaha juga dapat membiasakan diri mencatat transaksi digital secara teratur. Pencatatan tersebut penting untuk membantu rekonsiliasi penjualan dan memantau arus kas.
Selain itu, merchant perlu memahami ketentuan dari PJP yang digunakan. Informasi mengenai biaya layanan, batas transaksi, serta kategori usaha dapat berubah berdasarkan ketentuan regulator dan kebijakan penyedia layanan.
Kesimpulan
Cara memahami MDR QRIS 0 persen perlu dilakukan dengan melihat kategori usaha, nilai transaksi, serta ketentuan yang berlaku. Kebijakan yang diperluas mulai 1 Oktober 2026 ditujukan untuk mendorong penggunaan QRIS dan pembayaran digital di berbagai sektor.
Bagi merchant, MDR 0 persen dapat memberikan manfaat pada transaksi yang memenuhi persyaratan. Sementara bagi PJP, berkurangnya pendapatan dari MDR dapat diimbangi dengan peluang dari peningkatan volume transaksi dan layanan digital lainnya.
Dengan demikian, kebijakan MDR QRIS 0 persen bukan hanya soal penghapusan biaya jasa pada transaksi tertentu. Kebijakan ini juga berpotensi memperluas ekosistem pembayaran digital dan menciptakan sumber pendapatan baru bagi penyedia jasa pembayaran.
FAQ
Apakah semua transaksi QRIS mendapatkan MDR 0 persen?
Tidak. MDR 0 persen hanya berlaku untuk kategori usaha, sektor, dan batas nilai transaksi tertentu sesuai kebijakan yang berlaku.
Kapan perluasan MDR QRIS 0 persen mulai berlaku?
Bank Indonesia berencana memperluas kebijakan tersebut mulai 1 Oktober 2026.
Berapa batas MDR 0 persen untuk usaha mikro?
Dalam kebijakan yang diberlakukan mulai 1 Oktober 2026, transaksi hingga Rp500.000 pada usaha mikro mendapatkan MDR 0 persen sesuai ketentuan.
Bagaimana dengan usaha kecil, menengah, dan besar?
Transaksi hingga Rp100.000 pada usaha kecil, menengah, dan besar termasuk dalam cakupan MDR 0 persen sesuai kebijakan tersebut.
Apakah PJP akan kehilangan seluruh pendapatan karena MDR 0 persen?
Tidak. PJP masih dapat memperoleh pendapatan dari berbagai layanan lain, seperti pengisian saldo, gerbang pembayaran, transfer uang, pembayaran merchant, serta solusi finansial lainnya.
Apa manfaat utama kebijakan ini bagi pembayaran digital?
MDR QRIS 0 persen diharapkan meningkatkan penggunaan QRIS, memperbesar volume transaksi digital, dan memperluas pemanfaatan layanan pembayaran elektronik di Indonesia.




