RuangInvest.com, Jakarta – Laba Bersih MTDL Naik pada semester I-2026 di tengah kondisi pasar teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang masih menghadapi persaingan ketat. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) berhasil mencatat pertumbuhan laba sekaligus membukukan kenaikan pendapatan dua digit.
Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp313,7 miliar hingga Juni 2026. Angka tersebut meningkat 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp294,3 miliar.
Selain mencatat kenaikan laba, Metrodata juga berhasil meningkatkan pendapatan menjadi Rp13,6 triliun atau tumbuh 16,7 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp11,7 triliun. Kinerja tersebut menunjukkan permintaan produk dan layanan digital masih tetap terjaga meski belanja TIK dari sebagian pelanggan mengalami penyesuaian.
Laba Bersih MTDL Naik Berkat Pertumbuhan Pendapatan
Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk, Susanto Djaja, mengatakan perseroan masih mampu mempertahankan tren pertumbuhan laba meskipun industri menghadapi tantangan.
Menurutnya, persaingan pasar yang semakin ketat serta pengetatan anggaran belanja teknologi oleh pelanggan belum menghalangi perusahaan untuk mencatatkan kinerja positif.
“Kami tetap membukukan pertumbuhan laba bersih di tengah ketatnya persaingan pasar dan pengetatan belanja TIK oleh pelanggan,” ujar Susanto dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia.
Kenaikan laba tersebut berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan yang mencapai dua digit. Hal ini mencerminkan strategi bisnis perseroan masih mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Selain itu, Metrodata juga terus memperkuat berbagai lini bisnis yang memiliki prospek jangka panjang, terutama pada layanan digital dan solusi teknologi.
Distribusi Smartphone dan Notebook Jadi Penopang
Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari Unit Bisnis Distribusi. Segmen ini mencatat penjualan sebesar Rp10,5 triliun atau sekitar 76 persen dari total pendapatan perusahaan.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya permintaan smartphone serta PC dan notebook. Kebutuhan perangkat digital dari kalangan perusahaan, pendidikan, maupun konsumen masih menjadi faktor utama yang menopang penjualan.
Sementara itu, Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp3,4 triliun.
Pendapatan tersebut didukung oleh peningkatan layanan cloud, business application, dan digital business platform. Ketiga layanan tersebut semakin banyak digunakan perusahaan yang tengah menjalankan transformasi digital.
Di sisi lain, kontribusi bisnis solusi memberikan nilai tambah karena memiliki margin yang lebih baik dibandingkan bisnis distribusi.
Recurring Revenue Terus Menguat
Metrodata juga mencatat peningkatan kualitas pendapatan melalui recurring revenue atau pendapatan berulang.
Hingga semester I-2026, recurring revenue mencapai 57,5 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 41,1 persen.
Kondisi ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang menggunakan layanan berbasis langganan maupun proyek jangka panjang. Pendapatan berulang biasanya dinilai lebih stabil karena tidak sepenuhnya bergantung pada penjualan produk sekali transaksi.
Selain itu, Susanto mengungkapkan bahwa order booking yang diterima perseroan terus bertambah, terutama dari proyek-proyek yang bersifat berulang.
Peningkatan order tersebut memberikan sinyal positif terhadap potensi pendapatan pada periode berikutnya. Karena itu, perusahaan memiliki visibilitas bisnis yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan penjualan perangkat keras.
Prospek MTDL Masih Menarik untuk Investor
Kinerja semester pertama 2026 memberikan sejumlah sinyal positif bagi investor yang mengikuti saham MTDL.
Beberapa faktor yang patut diperhatikan antara lain:
- Pertumbuhan laba bersih tetap positif meski kondisi pasar cukup menantang.
- Pendapatan meningkat 16,7 persen atau tumbuh dua digit.
- Bisnis distribusi masih menjadi mesin utama pertumbuhan perusahaan.
- Layanan cloud dan solusi digital terus berkembang seiring transformasi digital perusahaan di Indonesia.
- Kontribusi recurring revenue meningkat menjadi 57,5 persen sehingga kualitas pendapatan semakin baik.
- Order booking proyek berulang terus bertambah dan berpotensi menopang pendapatan pada semester berikutnya.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati beberapa tantangan. Persaingan industri TIK masih cukup ketat, sementara sebagian pelanggan masih melakukan efisiensi belanja teknologi.
Namun, apabila transformasi digital di berbagai sektor terus berlanjut, Metrodata berpeluang mempertahankan pertumbuhan bisnisnya. Diversifikasi pendapatan antara distribusi perangkat dan layanan digital juga menjadi keunggulan yang dapat menjaga stabilitas kinerja perseroan.
Secara keseluruhan, hasil semester I-2026 menunjukkan Metrodata mampu menjaga momentum pertumbuhan. Kenaikan laba bersih, pendapatan dua digit, serta meningkatnya recurring revenue menjadi indikator bahwa fundamental perusahaan masih berada dalam kondisi yang sehat. Apabila tren permintaan solusi digital tetap meningkat hingga akhir tahun, prospek MTDL dinilai masih cukup menarik untuk dicermati oleh investor yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.





