Pengunduran Diri Perry Warjiyo Jadi Sentimen IHSG, Tekanan Diprediksi Sementara

Dwi Prakoso

Pengunduran diri Perry Warjiyo memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.

RuangInvest.com, JakartaPengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) diperkirakan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini. Meski begitu, dampak yang muncul diperkirakan hanya bersifat jangka pendek karena tidak didorong oleh perubahan fundamental ekonomi Indonesia.

Pelaku pasar dinilai masih mencermati perkembangan terkait transisi kepemimpinan di Bank Indonesia. Pergantian pucuk pimpinan bank sentral biasanya memunculkan ketidakpastian yang dapat memengaruhi psikologi investor dalam mengambil keputusan investasi.

Di sisi lain, sejumlah faktor eksternal juga masih membayangi pasar keuangan global. Menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (FOMC), volatilitas pasar internasional dan meningkatnya ketegangan geopolitik membuat investor cenderung memilih sikap wait and see.

Pengunduran Diri Perry Warjiyo Memicu Kekhawatiran Pasar

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan pasar keuangan pada dasarnya tidak menyukai ketidakpastian, terutama ketika terjadi pergantian kepemimpinan di bank sentral yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Menurut Hendra, pengunduran diri Perry Warjiyo berpotensi menjadi sentimen negatif terhadap IHSG pada perdagangan hari ini. Namun, hal tersebut bukan karena kondisi ekonomi Indonesia tiba-tiba memburuk, melainkan lebih dipengaruhi oleh respons psikologis pelaku pasar.

“Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG pada perdagangan hari ini. Bukan karena fundamental ekonomi Indonesia berubah secara tiba-tiba, melainkan karena pasar keuangan pada dasarnya tidak menyukai ketidakpastian, terutama ketika terjadi pergantian kepemimpinan di bank sentral,” ujar Hendra dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).

Selain faktor domestik, pasar juga masih dibayangi berbagai sentimen global. Menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC), investor cenderung mengurangi aktivitas transaksi sambil menunggu arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Destry Damayanti Dinilai Menjaga Kepercayaan Investor

Meski muncul sentimen negatif, Hendra menilai dampaknya tidak akan berlangsung lama. Penunjukan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia dinilai mampu menjaga kesinambungan kebijakan moneter.

Menurutnya, Destry merupakan bagian penting dari penyusunan kebijakan Bank Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Karena itu, pelaku pasar memperkirakan tidak akan ada perubahan kebijakan yang signifikan selama masa transisi berlangsung.

Kepercayaan investor terhadap keberlanjutan kebijakan tersebut juga tercermin dari pergerakan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda masih relatif stabil di kisaran Rp17.953 per dolar Amerika Serikat atau hanya melemah sekitar 0,23 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan pasar belum memberikan respons yang berlebihan terhadap kabar pengunduran diri Perry Warjiyo. Sementara itu, stabilitas nilai tukar menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia masih tetap terjaga.

Harga Minyak Dunia Berpotensi Menahan Tekanan IHSG

Di sisi lain, terdapat faktor positif yang diperkirakan mampu membatasi tekanan terhadap pasar saham Indonesia. Salah satunya adalah penurunan harga minyak mentah Brent yang sebelumnya sempat mendekati USD100 per barel.

Kini harga minyak Brent telah terkoreksi sekitar 4,5 persen ke kisaran USD87 per barel. Penurunan tersebut dinilai dapat mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global.

Selain itu, harga energi yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan terhadap kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara. Kondisi ini juga dapat membantu menekan biaya operasional dunia usaha.

Bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak, pelemahan harga minyak memberikan manfaat tambahan. Di antaranya berupa potensi penurunan tekanan inflasi domestik, membaiknya neraca perdagangan, serta meningkatnya stabilitas nilai tukar rupiah.

Menurut Hendra, faktor-faktor tersebut dapat menjadi penyeimbang sehingga tekanan jual di pasar saham tidak berkembang menjadi koreksi yang lebih dalam.

Proyeksi IHSG Hari Ini

Untuk perdagangan hari ini, Hendra memperkirakan IHSG masih bergerak dalam tren melemah. Meski demikian, pelemahan tersebut masih dianggap sebagai koreksi yang wajar selama indeks mampu bertahan di atas level support.

Ia memproyeksikan pergerakan IHSG berada pada rentang:

  • Support: 6.060
  • Resistance: 6.300

Selama indeks bertahan di atas level support 6.060, kondisi pasar dinilai masih berada dalam fase konsolidasi yang sehat.

Namun, apabila level tersebut ditembus disertai meningkatnya tekanan jual dan arus keluar dana asing, peluang pelemahan yang lebih dalam akan semakin terbuka.

Sebaliknya, apabila sentimen positif dari penurunan harga minyak dunia terus berlanjut, tekanan jual diperkirakan dapat mereda sehingga pergerakan IHSG berpotensi kembali stabil setelah masa transisi kepemimpinan di Bank Indonesia berlangsung.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Prediksi IHSG Hari Ini, ADRO hingga BUMI Layak Dicermati

Prediksi IHSG Hari Ini, ADRO hingga BUMI Layak Dicermati

Kunjungi Artikel