RuangInvest.com, Jakarta – Saham dengan penambahan investor tertinggi Juni 2026 kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Data terbaru menunjukkan minat investor ritel masih tinggi terhadap sejumlah emiten berkapitalisasi besar maupun saham yang sedang menjadi sorotan.
Sepanjang Juni 2026, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi emiten dengan tambahan jumlah investor terbanyak. Di sisi lain, beberapa saham lain juga mencatat lonjakan signifikan berkat sentimen positif dan aksi korporasi.
Peningkatan jumlah pemegang saham sering menjadi salah satu indikator meningkatnya perhatian pasar. Meski begitu, jumlah investor bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas suatu saham sehingga tetap perlu dipadukan dengan analisis fundamental dan prospek bisnis.
GOTO Pimpin Saham dengan Penambahan Investor Tertinggi Juni 2026
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat penambahan investor sebanyak 85.625 akun Single Investor Identification (SID) sepanjang Juni 2026. Jumlah tersebut setara dengan kenaikan 23,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Posisi kedua ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Emiten petrokimia tersebut berhasil menambah 72.834 investor atau melonjak 188,23 persen hanya dalam satu bulan.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di urutan ketiga. Jumlah investornya bertambah 49.174 akun SID, atau meningkat 6,74 persen sepanjang Juni 2026.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menempati posisi keempat dengan tambahan 48.123 investor. Kenaikan tersebut mencapai 124,02 persen, didorong tingginya minat investor setelah perusahaan melaksanakan aksi stock split.
Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di posisi kelima. Bank swasta terbesar di Indonesia itu mencatat tambahan 29.745 investor, atau meningkat 3,88 persen dalam satu bulan.
Daftar 10 Saham dengan Penambahan Investor Tertinggi Juni 2026
Berikut daftar lengkap emiten dengan pertumbuhan jumlah investor terbesar sepanjang Juni 2026:
- GOTO : +85.625 investor
- TPIA : +72.834 investor
- BBRI : +49.174 investor
- DSSA : +48.123 investor
- BBCA : +29.745 investor
- BMRI : +24.366 investor
- CUAN : +24.203 investor
- TLKM : +21.502 investor
- ANTM : +20.536 investor
- AMMN : +11.856 investor
Daftar tersebut menunjukkan bahwa minat investor tidak hanya mengarah ke saham teknologi. Selain itu, saham perbankan, pertambangan, telekomunikasi, hingga industri petrokimia juga berhasil menarik banyak investor baru.
Di sisi lain, dominasi saham-saham berkapitalisasi besar memperlihatkan bahwa investor masih memilih emiten dengan likuiditas tinggi. Kondisi ini umumnya terjadi ketika pasar mencari keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan tingkat risiko.
TPIA dan DSSA Catat Lonjakan Persentase Tertinggi
Jika dilihat dari sisi persentase pertumbuhan investor, TPIA menjadi juara sepanjang Juni 2026. Jumlah investornya meningkat 188,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Bahkan, dalam tiga bulan terakhir, jumlah investor TPIA telah melonjak hingga 312,97 persen. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian pasar terhadap prospek perusahaan.
Sementara itu, DSSA menempati posisi kedua dari sisi persentase pertumbuhan. Jumlah investornya naik 124,02 persen selama Juni 2026.
Dalam periode tiga bulan, kenaikan investor DSSA bahkan mencapai 999,49 persen. Lonjakan tersebut dipengaruhi oleh aksi stock split yang membuat harga saham menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel.
Aksi korporasi seperti stock split memang kerap meningkatkan partisipasi investor. Meskipun begitu, investor tetap perlu memperhatikan kondisi fundamental perusahaan agar keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada sentimen jangka pendek.
Prospek untuk Investor
Peningkatan jumlah investor sering mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap suatu saham. Namun, indikator tersebut sebaiknya dijadikan pelengkap, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian investor antara lain:
- Memantau pertumbuhan laba dan pendapatan perusahaan.
- Mencermati valuasi saham sebelum membeli.
- Memperhatikan aksi korporasi seperti stock split, dividen, atau buyback.
- Mengikuti perkembangan sektor industri masing-masing emiten.
- Melakukan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko investasi.
Selain itu, saham-saham perbankan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI masih memiliki daya tarik karena didukung fundamental yang relatif kuat. Sementara itu, GOTO, TPIA, CUAN, dan AMMN menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, meski pergerakan harganya cenderung lebih fluktuatif.
Investor juga perlu memperhatikan kondisi ekonomi, arah suku bunga, serta sentimen global. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi pergerakan harga saham dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Secara keseluruhan, saham dengan penambahan investor tertinggi Juni 2026 menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pasar modal Indonesia masih terus meningkat. GOTO memimpin dari sisi jumlah investor baru, sedangkan TPIA dan DSSA mencatat pertumbuhan persentase paling tinggi. Ke depan, investor tetap disarankan mengedepankan analisis fundamental, manajemen risiko, dan tujuan investasi sebelum menambah portofolio.





