Dividen ANTM 2025 Naik 38%, Investor Terima Rp209,99 per Saham

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta โ€“ Dividen ANTM 2025 resmi dibagikan kepada para pemegang saham setelah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) merealisasikan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp5,05 triliun. Nilai tersebut meningkat 38 persen dibandingkan dividen tahun buku sebelumnya yang mencapai Rp3,65 triliun.

Pembayaran dividen dilakukan pada 10 Juli 2026 sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2025. Kenaikan nilai dividen ini menjadi kabar positif bagi investor yang mengincar pendapatan pasif dari kepemilikan saham ANTM.

Selain menunjukkan peningkatan kinerja keuangan, pembagian dividen yang lebih besar juga memperlihatkan komitmen Antam dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Di sisi lain, kebijakan tersebut memperkuat posisi ANTM sebagai salah satu emiten dengan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten di Bursa Efek Indonesia.

Dividen ANTM 2025 Meningkat Signifikan

Pada tahun buku 2025, Antam membagikan dividen tunai sebesar Rp5,05 triliun atau setara dengan 70 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Nilai tersebut menjadi salah satu pembagian dividen terbesar dalam sejarah perusahaan.

Setiap pemegang saham memperoleh dividen sebesar Rp209,98867 per saham. Sementara itu, pemegang CHESS Depository Interest (CDI) di Australian Securities Exchange (ASX) menerima dividen sebesar Rp1.049,94335 per CDI.

Sebagai informasi, saham Antam di ASX diperdagangkan dalam bentuk CDI. Satu unit CDI mewakili lima saham biasa Seri B Antam sehingga nilai dividen yang diterima menyesuaikan jumlah saham yang diwakili.

Kenaikan dividen sebesar 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sinyal bahwa perusahaan mampu menjaga profitabilitas di tengah dinamika industri pertambangan dan komoditas.

Manajemen Tegaskan Komitmen Berbagi Nilai kepada Pemegang Saham

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengatakan pembayaran dividen tersebut merupakan bentuk konsistensi perusahaan dalam menjaga profitabilitas sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para investor.

Menurutnya, total dividen yang dibagikan setara dengan 70 persen laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Selain itu, kebijakan tersebut juga mencerminkan kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberian imbal hasil kepada para pemegang saham.

Manajemen menilai pembagian dividen bukan sekadar bentuk apresiasi kepada investor. Namun, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kepercayaan pasar.

Karena itu, Antam terus berupaya mempertahankan keseimbangan antara pembagian keuntungan kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang.

Kebijakan Dividen Antam Tetap Konsisten

Mengacu pada Prospektus Penawaran Umum, Antam memiliki kebijakan untuk membagikan dividen tunai sekurang-kurangnya satu kali setiap tahun.

Perseroan juga menetapkan kebijakan pembagian dividen minimum sebesar 30 persen dari laba bersih setelah pajak, selama kondisi keuangan perusahaan tetap sehat dan tidak terdapat keputusan lain dalam RUPS.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki komitmen jangka panjang dalam memberikan pengembalian investasi kepada para pemegang saham. Namun, besaran dividen tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan investasi, serta rencana pengembangan usaha.

Dengan kebijakan yang jelas, investor memiliki gambaran mengenai arah distribusi laba perusahaan pada periode mendatang. Hal ini menjadi salah satu faktor yang sering diperhatikan oleh investor jangka panjang.

ANTM Perkuat Posisi di IDX High Dividend20

Sejalan dengan konsistensi pembayaran dividen, Antam kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu emiten unggulan dalam indeks IDX High Dividend20 Bursa Efek Indonesia.

Indeks tersebut berisi perusahaan-perusahaan yang memiliki riwayat pembagian dividen tunai secara konsisten dengan tingkat dividend yield yang menarik.

Menurut Untung Budiharto, keberadaan Antam dalam indeks tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan menjaga konsistensi pembagian dividen selama tiga tahun terakhir.

Selain itu, reputasi tersebut dapat meningkatkan daya tarik saham ANTM, terutama bagi investor yang berorientasi pada pendapatan dividen selain potensi kenaikan harga saham.

Prospek Investor Setelah Dividen ANTM 2025

Pembagian Dividen ANTM 2025 yang meningkat memberikan sinyal positif mengenai kondisi fundamental perusahaan. Payout ratio sebesar 70 persen menunjukkan kemampuan Antam menghasilkan laba yang cukup kuat untuk dibagikan kepada pemegang saham tanpa mengabaikan kebutuhan operasional.

Di sisi lain, prospek bisnis Antam masih didukung oleh permintaan komoditas strategis seperti emas, nikel, dan bauksit. Ketiga komoditas tersebut tetap memiliki peran penting dalam industri global, termasuk kebutuhan kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur, hingga aset lindung nilai.

Bagi investor jangka panjang, konsistensi pembagian dividen menjadi salah satu indikator kualitas emiten. Selain memperoleh potensi capital gain, investor juga berpeluang menikmati arus kas rutin melalui dividen apabila perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangannya.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan harga komoditas dunia, kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi global, serta kinerja keuangan Antam pada kuartal-kuartal berikutnya. Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menjaga pertumbuhan laba dan membagikan dividen pada tahun-tahun mendatang.

Secara keseluruhan, kenaikan Dividen ANTM 2025 memperkuat citra Antam sebagai salah satu emiten sektor pertambangan yang konsisten memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Apabila kinerja operasional tetap terjaga dan harga komoditas mendukung, ANTM berpotensi tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang mengombinasikan strategi pertumbuhan dan pendapatan dividen.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu