RuangInvest.com, Jakarta – Seminar Edukasi Investasi Digital menjadi langkah nyata untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi di kalangan generasi muda. Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi antara MNC Sekuritas dan Universitas Trilogi pada Jumat (12/6/2026) dengan mengangkat tema “Cerdas Investasi Digital: Click to Invest, From Beginner to Confident Investor”.
Acara tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari dunia pendidikan dan pasar modal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai investasi yang aman, legal, dan sesuai dengan perkembangan teknologi keuangan saat ini.
Selain memberikan wawasan mengenai pasar modal, Seminar Edukasi Investasi Digital juga bertujuan membentuk pola pikir investasi jangka panjang bagi generasi muda. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak sejak dini.
MNC Sekuritas Tekankan Pentingnya Investasi Sejak Usia Muda
Seminar ini menghadirkan Head of Education & Partnership MNC Sekuritas, Andri Muharizal, serta Senior Analyst Market Development Bursa Efek Indonesia (BEI), Fasha Fauziah, sebagai narasumber utama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Humaniora Universitas Trilogi Aty Herawati, Ketua Program Studi Manajemen Fanny Suzuda Pohan, Ketua Pengurus Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) Arissetyanto Nugroho, serta Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas Luqman El Hakiem.
Dalam pemaparannya, Andri Muharizal menjelaskan bahwa kebiasaan berinvestasi perlu dibangun sejak usia muda. Menurutnya, mahasiswa memiliki peluang besar untuk mempersiapkan masa depan finansial melalui investasi yang terencana.
Selain itu, mahasiswa juga perlu memahami berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar modal. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting untuk memilih produk investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.
Andri juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Prinsip ini berfungsi sebagai langkah perlindungan konsumen agar terhindar dari berbagai bentuk investasi ilegal maupun penawaran yang tidak masuk akal.
“Melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, MNC Sekuritas berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang melek investasi, adaptif terhadap perkembangan industri keuangan, dan siap menjadi bagian dari pertumbuhan pasar modal Indonesia. Kami juga mendorong mahasiswa untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum mengambil keputusan investasi agar terhindar dari berbagai bentuk penawaran investasi ilegal maupun berisiko tinggi,” ujar Andri.
Seminar Edukasi Investasi Digital Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa
Literasi keuangan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi mahasiswa di era digital. Kemudahan akses investasi melalui aplikasi dan platform daring membuat masyarakat semakin dekat dengan pasar modal.
Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi juga membuka peluang munculnya berbagai modus investasi bodong. Karena itu, edukasi yang berkelanjutan menjadi faktor penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
Melalui Seminar Edukasi Investasi Digital, peserta memperoleh berbagai materi yang mencakup dasar-dasar investasi, pengelolaan risiko, hingga pentingnya melakukan analisis sebelum membeli instrumen investasi.
Prinsip 2L yang Wajib Dipahami Investor Pemula
Dalam sesi edukasi, mahasiswa diajak memahami prinsip 2L sebagai pedoman dasar sebelum berinvestasi, yaitu:
- Legal, memastikan produk investasi memiliki izin dan diawasi oleh regulator yang berwenang.
- Logis, menilai apakah keuntungan yang ditawarkan masuk akal dan sesuai kondisi pasar.
- Menghindari keputusan investasi yang hanya berdasarkan tren atau ajakan pihak tertentu.
- Melakukan riset sebelum menempatkan dana pada instrumen investasi.
Prinsip tersebut dinilai sangat relevan mengingat masih banyak masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal akibat kurangnya pemahaman.
Universitas Trilogi Siapkan Galeri Investasi untuk Mahasiswa
Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Humaniora Universitas Trilogi, Aty Herawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara Universitas Trilogi, Bursa Efek Indonesia, dan MNC Sekuritas.
Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan adalah pembentukan Galeri Investasi Trilogi. Fasilitas tersebut nantinya akan menjadi sarana pembelajaran pasar modal yang lebih dekat dengan mahasiswa.
Melalui galeri investasi, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kelas. Mereka juga dapat mempelajari praktik investasi secara langsung melalui berbagai program edukasi dan pelatihan yang tersedia.
Selain itu, keberadaan galeri investasi di lingkungan kampus diharapkan mampu meningkatkan jumlah investor muda yang aktif di pasar modal Indonesia.
Investasi Jadi Kunci Membangun Generasi Sejahtera
Ketua Pengurus Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), Arissetyanto Nugroho, menilai literasi investasi merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
Menurutnya, negara maju umumnya memiliki tingkat partisipasi investasi yang tinggi dari masyarakat usia produktif. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Aris mengatakan bahwa budaya investasi perlu ditanamkan sejak dini. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengandalkan tabungan atau deposito, tetapi juga memanfaatkan instrumen keuangan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Negara maju umumnya ditandai oleh tingginya partisipasi masyarakat usia produktif dalam berinvestasi pada instrumen keuangan produktif, bukan hanya menempatkan dana pada tabungan dan deposito. Karena itu, menumbuhkan budaya investasi sejak usia muda merupakan investasi strategis untuk menciptakan generasi yang lebih sejahtera sekaligus memperkuat perekonomian nasional,” ujar Aris.
Melalui Seminar Edukasi Investasi Digital ini, kolaborasi antara dunia pendidikan, industri pasar modal, dan regulator diharapkan mampu mempercepat peningkatan literasi keuangan nasional. Selain itu, kegiatan serupa dapat menjadi sarana efektif untuk melahirkan generasi investor muda yang cerdas, kritis, dan siap mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.





