RuangInvest.com, Jakarta – IHSG naik 7,38 persen menjadi 6.007,65 poin dalam sepekan terakhir. Penguatan signifikan tersebut didorong oleh rebound sejumlah saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam.
Kenaikan indeks ini menjadi perhatian pelaku pasar setelah beberapa bulan terakhir pasar saham domestik bergerak fluktuatif. Saham-saham perbankan besar kembali menarik minat investor dan menjadi motor utama penguatan indeks.
Selain itu, sentimen positif juga terlihat dari meningkatnya aktivitas perdagangan di sejumlah saham unggulan. Namun, di balik kenaikan IHSG, saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga justru mendominasi daftar saham dengan kenaikan tertinggi selama sepekan.
IHSG Naik 7,38 Persen Ditopang Saham Blue Chip
Penguatan IHSG sepanjang pekan tidak lepas dari peran saham-saham perbankan besar yang menjadi kontributor utama indeks. Salah satu yang paling menonjol adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Saham BBCA melonjak sekitar 17 persen dalam sepekan dan ditutup di level Rp5.925 per saham. Kenaikan tersebut terjadi setelah saham bank swasta terbesar di Indonesia itu mengalami tekanan akibat aksi jual investor asing dalam beberapa waktu terakhir.
Meski berhasil mencatatkan kenaikan signifikan, performa BBCA sepanjang tahun masih belum sepenuhnya pulih. Sejak awal 2026, saham BBCA masih terkoreksi sekitar 27 persen.
Jika dibandingkan dengan posisi tertinggi historisnya di Rp10.950 per saham, nilai pasar BBCA telah menyusut sekitar 46 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang pemulihan saham masih cukup besar apabila sentimen pasar terus membaik.
Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatatkan penguatan sebesar 9,4 persen dalam sepekan menjadi Rp4.200 per saham. Namun, sejak awal tahun harga saham BMRI masih mengalami pelemahan sekitar 18 persen.
Saham Perbankan Jadi Penopang Utama Pasar
Kembalinya minat investor terhadap saham-saham perbankan menjadi faktor penting di balik kenaikan indeks. Sektor perbankan memiliki bobot besar dalam pergerakan IHSG sehingga setiap kenaikan pada saham-saham utama dapat memberikan dampak signifikan terhadap indeks.
Selain BBCA dan BMRI, sejumlah saham perbankan besar lainnya juga bergerak positif selama pekan berjalan. Hal ini membantu menjaga momentum kenaikan indeks hingga berhasil kembali menembus level psikologis 6.000 poin.
Di sisi lain, investor masih mencermati berbagai faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pasar. Karena itu, keberlanjutan tren penguatan masih akan sangat bergantung pada arus dana investor dan kondisi ekonomi global.
Dominasi Saham Berkapitalisasi Kecil
Menariknya, meskipun saham blue chip menjadi penopang utama IHSG, daftar saham dengan kenaikan tertinggi justru didominasi emiten berkapitalisasi kecil hingga menengah.
Banyak saham dengan nilai kapitalisasi pasar di bawah Rp1 triliun mencatat lonjakan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan saham-saham unggulan. Fenomena ini menunjukkan tingginya minat spekulatif pada saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga.
Daftar Top Gainers Pekan Ini
Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menjadi bintang utama pasar dengan kenaikan mencapai 132,72 persen dalam sepekan. Saham tersebut ditutup di level Rp3.770 per saham.
Selain FORU, sejumlah saham lain juga mencatatkan kenaikan fantastis. Bahkan beberapa di antaranya berhasil membukukan lonjakan lebih dari 50 persen dalam waktu singkat.
Berikut daftar 10 saham top gainers dalam sepekan:
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) +132,72 persen
- PT Multitrend Indo Tbk (BABY) +78,57 persen
- PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) +69,17 persen
- PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) +61,19 persen
- PT Golden Flower Tbk (POLU) +56,27 persen
- PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) +53,73 persen
- PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) +47,52 persen
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) +46,91 persen
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) +46,38 persen
- PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) +46,15 persen
Salah satu yang turut mencuri perhatian adalah saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT). Saham emiten yang terafiliasi dengan grup usaha besar tersebut melesat 46,38 persen menjadi Rp20.200 per saham.
Kenaikan MLPT terjadi di tengah porsi saham beredar publik atau free float yang relatif terbatas. Saat ini, kapitalisasi pasar MLPT telah mencapai sekitar Rp38 triliun.
Prospek Pasar Setelah Penguatan IHSG
IHSG naik 7,38 persen menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia setelah mengalami periode tekanan yang cukup panjang. Penguatan saham-saham blue chip menunjukkan mulai kembalinya kepercayaan investor terhadap emiten berfundamental kuat.
Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan saham-saham yang mengalami kenaikan sangat tinggi dalam waktu singkat. Volatilitas pada saham lapis kedua dan lapis ketiga umumnya lebih tinggi dibandingkan saham berkapitalisasi besar.
Karena itu, pelaku pasar disarankan tetap mempertimbangkan aspek fundamental, likuiditas, dan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan demikian, peluang yang muncul dari momentum penguatan pasar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.





