RuangInvest.com, Jakarta – Rights Issue PYFA ditunda setelah manajemen PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menilai kondisi pasar modal dan ekonomi saat ini belum mendukung pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Keputusan ini diumumkan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada investor pada Jumat (12/6/2026).
Penundaan tersebut dilakukan terhadap rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga efektivitas penghimpunan dana perusahaan.
Meski jadwal pelaksanaan berubah, manajemen memastikan rencana penguatan struktur permodalan tetap menjadi salah satu agenda penting perseroan. Karena itu, perusahaan akan terus memantau perkembangan pasar sebelum menentukan jadwal baru pelaksanaan rights issue.
Rights Issue PYFA Ditunda Karena Kondisi Pasar Belum Kondusif
Corporate Secretary PYFA, Herdiasti Anggitya Dwisani, menjelaskan bahwa keputusan penundaan dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai faktor eksternal yang memengaruhi pasar modal.
Menurutnya, kondisi pasar saham dan perkembangan makroekonomi saat ini dinilai belum cukup mendukung untuk pelaksanaan PMHMETD II. Oleh sebab itu, perseroan memilih menunggu momentum yang lebih tepat agar aksi korporasi dapat berjalan optimal.
Selain itu, keputusan tersebut juga bertujuan menjaga kepentingan seluruh pemegang saham. Dengan kondisi pasar yang lebih stabil nantinya, peluang keberhasilan penghimpunan dana melalui rights issue diharapkan menjadi lebih besar.
Namun demikian, perseroan menegaskan bahwa penundaan ini bukan berarti pembatalan. Rencana rights issue tetap akan dilaksanakan setelah kondisi pasar dinilai lebih kondusif.
Rencana Penerbitan 5,7 Miliar Saham Baru
Sebelumnya, PYFA telah menerbitkan prospektus pada 27 April 2026 terkait pelaksanaan rights issue jilid II. Dalam dokumen tersebut, perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 5,7 miliar saham baru.
Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Sementara itu, harga pelaksanaan rights issue hingga saat ini masih belum diumumkan secara resmi oleh perusahaan.
Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut direncanakan untuk memperkuat struktur permodalan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan.
Di sisi lain, jumlah saham yang akan diterbitkan secara final juga masih menunggu penetapan lebih lanjut. Perseroan akan menyampaikan informasi terbaru kepada publik setelah memperoleh waktu pelaksanaan yang tepat.
Rasio HMETD Telah Ditetapkan
Dalam prospektus yang telah dipublikasikan, PYFA menetapkan rasio HMETD sebesar 1:1. Artinya, setiap pemegang satu saham PYFA berhak memperoleh satu HMETD.
Hak tersebut nantinya dapat digunakan untuk membeli saham baru sesuai harga pelaksanaan yang akan ditentukan perusahaan. Adapun HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah atau round down sesuai ketentuan yang berlaku.
Skema tersebut memberikan kesempatan kepada pemegang saham eksisting untuk mempertahankan proporsi kepemilikannya setelah aksi korporasi dilakukan.
Perseroan Siapkan Penerbitan Waran
Selain rights issue, PYFA juga berencana menerbitkan waran yang akan melekat pada pelaksanaan PMHMETD II. Jumlah waran yang akan diterbitkan mencapai maksimal 3,75 miliar saham.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 33,41 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan aksi korporasi.
Meskipun begitu, perusahaan belum mengumumkan rasio pembagian waran yang melekat pada HMETD. Harga pelaksanaan waran juga masih menunggu keputusan lebih lanjut dari manajemen.
Keberadaan waran ini diharapkan dapat memberikan daya tarik tambahan bagi investor. Selain itu, waran juga berpotensi menjadi sumber pendanaan tambahan apabila dieksekusi pada masa mendatang.
Jadwal Rights Issue Berubah dari Rencana Awal
Sebelum keputusan penundaan diumumkan, PYFA telah menetapkan jadwal pelaksanaan rights issue secara rinci. Berdasarkan jadwal tersebut, tanggal cum date bagi pemegang saham yang berhak mengikuti rights issue ditetapkan paling lambat pada 7 Juli 2026.
Selanjutnya, HMETD ditargetkan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026. Namun, dengan adanya keputusan terbaru, seluruh jadwal tersebut otomatis mengalami perubahan.
Karena itu, investor kini menantikan pengumuman resmi dari perseroan terkait jadwal baru pelaksanaan rights issue. Sementara itu, manajemen menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar sebelum menentukan langkah berikutnya.
Rights issue PYFA ditunda menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan terbuka menyesuaikan strategi korporasi dengan kondisi pasar yang berkembang. Dengan menunggu situasi yang lebih stabil, perseroan berharap pelaksanaan aksi korporasi dapat memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan maupun para pemegang saham.





