GTSI Menangkan Tender LNG BP, Danaputri 1 Siap Perkuat Distribusi Energi

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – GTSI menangkan tender LNG BP dalam proyek pengangkutan gas alam cair domestik yang dinilai menjadi langkah strategis bagi pertumbuhan bisnis perusahaan. Keberhasilan ini diperoleh setelah PT GTS Internasional Tbk (GTSI) memenangkan tender Time Charter Party for Tangguh Domestic LNG Tanker yang diselenggarakan oleh British Petroleum (BP).

Kontrak tersebut memberikan mandat kepada GTSI untuk mengoperasikan kapal LNG Carrier Danaputri 1. Armada tersebut akan melayani distribusi gas alam cair dari Terminal LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua, menuju sejumlah terminal domestik di berbagai wilayah Indonesia.

Keberhasilan memenangkan tender ini menjadi kabar positif bagi perseroan. Selain memperkuat bisnis logistik energi, kontrak jangka panjang tersebut juga diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

GTSI Menangkan Tender LNG BP untuk Distribusi Nasional

PT GTS Internasional Tbk resmi memperoleh kontrak pengangkutan LNG domestik dari BP melalui skema Time Charter Party. Kerja sama ini menjadi salah satu pencapaian penting bagi perseroan di sektor logistik energi nasional.

Dalam proyek tersebut, GTSI akan mengoperasikan Danaputri 1 sebagai armada utama distribusi LNG. Kapal ini akan mengangkut pasokan gas alam cair dari pusat produksi LNG Tangguh menuju berbagai terminal penerima di Indonesia.

Kehadiran Danaputri 1 dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi nasional. Selain itu, distribusi LNG yang lebih efisien dapat membantu memenuhi kebutuhan energi di berbagai daerah yang bergantung pada pasokan gas alam cair.

Chief Operation GTSI, Ricki, mengatakan bahwa keberhasilan memperoleh kontrak ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.

“Kesempatan ini adalah momentum krusial bagi akselerasi bisnis GTSI. Kombinasi antara aset berkapasitas besar dan jaminan kontrak jangka panjang memberikan kami pondasi keuangan yang kokoh serta nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Ricki dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (8/6/2026).

Danaputri 1 Jadi Aset Strategis GTSI

Danaputri 1 merupakan kapal LNG Carrier yang diakuisisi GTSI pada Oktober 2025. Armada ini menjadi salah satu aset utama yang mendukung ekspansi perusahaan di sektor transportasi energi.

Dengan kapasitas angkut mencapai 145.000 meter kubik LNG, kapal tersebut mampu melayani kebutuhan distribusi dalam skala besar. Kapasitas tersebut juga memungkinkan efisiensi operasional yang lebih baik dibandingkan armada dengan ukuran lebih kecil.

Kapasitas Besar Dukung Efisiensi Distribusi

Danaputri 1 berfungsi sebagai penghubung antara fasilitas produksi LNG Tangguh di Teluk Bintuni dan berbagai wilayah penerima di Indonesia.

Beberapa manfaat operasional kapal tersebut antara lain:

  • Mengangkut LNG dalam volume besar dalam satu perjalanan.
  • Mendukung stabilitas pasokan energi nasional.
  • Meningkatkan efisiensi distribusi gas alam cair.
  • Mengurangi risiko keterlambatan pengiriman energi.
  • Memperkuat jaringan logistik energi domestik.

Selain itu, penggunaan kapal berkapasitas besar dinilai mampu menekan biaya logistik per unit LNG yang dikirim. Karena itu, keberadaan Danaputri 1 menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan proyek tersebut.

Kontrak BP Perkuat Prospek Jangka Panjang

Keberhasilan GTSI menangkan tender LNG BP dipandang sebagai langkah yang dapat memperkuat posisi perusahaan di industri logistik energi nasional.

Kontrak jangka panjang memberikan kepastian pendapatan bagi perseroan. Sementara itu, keterlibatan dalam distribusi LNG domestik membuka peluang kerja sama baru dengan pelaku industri energi lainnya.

Manajemen perusahaan menilai kontrak ini akan memperkuat portofolio bisnis sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional. Di sisi lain, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan GTSI dalam mengelola armada LNG berskala besar sesuai standar industri internasional.

Permintaan energi domestik yang terus meningkat juga menjadi faktor pendukung prospek bisnis perusahaan. Dengan jaringan distribusi yang semakin kuat, GTSI berpeluang memperoleh manfaat dari pertumbuhan konsumsi LNG di berbagai sektor industri maupun kelistrikan.

Dampak Positif bagi Pemegang Saham

Perolehan kontrak dari BP memberikan sentimen positif bagi perusahaan dan para pemegang saham. Adanya jaminan utilisasi kapal dalam jangka panjang dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan aset sekaligus mendukung pertumbuhan pendapatan.

Selain itu, kontrak tersebut memperlihatkan hasil dari strategi investasi yang dilakukan perusahaan melalui akuisisi Danaputri 1 pada tahun lalu. Armada yang sebelumnya dipersiapkan untuk mendukung ekspansi kini telah memperoleh proyek strategis dengan nilai bisnis yang signifikan.

Ke depan, GTSI berkomitmen memperkuat layanan logistik energi nasional melalui pengoperasian armada yang andal dan berkapasitas besar. Dengan dukungan kontrak baru ini, perusahaan optimistis dapat memperkuat kinerja operasional sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan industri energi Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu