Laba Bersih ISEA Melonjak 1.414 Persen Sepanjang 2025

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Laba Bersih ISEA Melonjak menjadi sorotan dalam kinerja keuangan PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) sepanjang tahun buku 2025. Emiten pengolahan dan ekspor produk udang tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp5,27 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 1.414 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp348 juta.

Kenaikan laba ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat. ISEA mencatatkan pendapatan sebesar Rp564,2 miliar, naik lebih dari 70 persen dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp322,6 miliar.

Laba Bersih ISEA Melonjak Berkat Kenaikan Ekspor

Direktur Utama ISEA, Ibnu Syena Alfitra, mengatakan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan ditopang oleh meningkatnya permintaan pasar global. Permintaan tersebut terutama berasal dari dua pasar utama perseroan, yakni Amerika Serikat dan Jepang.

Menurutnya, nilai ekspor ke Amerika Serikat mencapai Rp406 miliar selama 2025. Sementara itu, ekspor ke Jepang menyumbang sekitar Rp156 miliar.

Peningkatan volume ekspor tersebut menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perusahaan. Selain itu, kondisi pasar internasional yang masih membutuhkan pasokan produk seafood berkualitas turut memberikan peluang bagi perseroan.

Ibnu menjelaskan bahwa pencapaian sepanjang 2025 menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan.

“Kami berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, dan penguatan fundamental keuangan sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya dalam public expose di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Perseroan Belum Membagikan Dividen Tahun Buku 2025

Meski mencatatkan lonjakan laba yang signifikan, ISEA memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (8/6/2026).

Manajemen menilai bahwa laba yang diperoleh masih lebih optimal digunakan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi usaha ke depan.

Namun demikian, perseroan memberikan sinyal positif bagi investor. Jika kinerja perusahaan terus membaik pada 2026, peluang pembagian dividen tetap terbuka.

Target Dividen pada Tahun Mendatang

Ibnu Syena menyatakan bahwa perusahaan akan terus berupaya meningkatkan laba bersih pada tahun berjalan.

Menurutnya, apabila laba bersih 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, perusahaan akan mempertimbangkan pembagian dividen kepada pemegang saham.

Pernyataan tersebut menjadi harapan bagi investor yang menantikan pembagian keuntungan dari pertumbuhan bisnis perseroan.

Selain fokus pada profitabilitas, perusahaan juga berupaya memperkuat fondasi operasional agar dapat menjaga pertumbuhan jangka panjang secara berkelanjutan.

Model Bisnis Terintegrasi Jadi Keunggulan Kompetitif

ISEA telah beroperasi lebih dari 15 tahun di industri seafood. Selama periode tersebut, perusahaan berhasil membangun jaringan ekspor yang kuat ke berbagai negara tujuan.

Amerika Serikat dan Jepang masih menjadi pasar utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan perusahaan. Di sisi lain, perseroan juga didukung oleh berbagai sertifikasi internasional yang meningkatkan daya saing produk di pasar global.

Perusahaan menjalankan model bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sistem tersebut mencakup pengadaan bahan baku, pengolahan produk, penyimpanan dingin atau cold storage, hingga distribusi ekspor kepada pelanggan.

Model bisnis ini memberikan sejumlah keuntungan bagi perusahaan, antara lain:

  • Menjaga kualitas produk secara konsisten.
  • Mengontrol pasokan bahan baku lebih efektif.
  • Meningkatkan efisiensi biaya operasional.
  • Mengurangi risiko gangguan rantai pasok.
  • Memperkuat daya saing di pasar ekspor global.

Menurut manajemen, integrasi tersebut menjadi salah satu keunggulan utama yang mendukung pertumbuhan bisnis perseroan di tengah persaingan industri seafood yang semakin ketat.

Neraca Keuangan Semakin Kuat dan Sehat

Selain mencatatkan pertumbuhan laba dan pendapatan, ISEA juga menunjukkan perbaikan pada posisi keuangan perusahaan.

Total aset perseroan meningkat menjadi sekitar Rp439,9 miliar pada akhir 2025. Kenaikan aset ini mencerminkan semakin kuatnya kapasitas perusahaan dalam mendukung aktivitas operasional dan ekspansi usaha.

Sementara itu, liabilitas perusahaan tetap berada dalam kondisi yang terkendali. Kondisi tersebut membantu menjaga keseimbangan struktur keuangan di tengah pertumbuhan bisnis yang cukup agresif.

Di sisi lain, ekuitas perusahaan meningkat menjadi sekitar Rp184,6 miliar. Peningkatan ekuitas menunjukkan bahwa fundamental perusahaan semakin solid dan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat, lonjakan laba bersih, serta posisi keuangan yang semakin sehat, prospek ISEA pada 2026 dinilai cukup menjanjikan. Jika tren ekspor ke Amerika Serikat dan Jepang terus meningkat, peluang perusahaan untuk mencatatkan kinerja yang lebih tinggi sekaligus membagikan dividen pada tahun mendatang semakin terbuka.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu