Rights Issue VKTR Terbitkan 25 Miliar Saham Baru

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Rights issue VKTR kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengumumkan pembaruan rencana penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Perseroan berencana menerbitkan hingga 25 miliar saham baru dalam aksi korporasi tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pendanaan pengembangan bisnis kendaraan listrik sekaligus memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.

Berdasarkan prospektus terbaru yang dipublikasikan pada Rabu (3/6/2026), jadwal pelaksanaan rights issue mulai memasuki tahap penting. Investor kini mulai mencermati potensi dampak aksi korporasi tersebut terhadap struktur kepemilikan maupun prospek bisnis VKTR ke depan.

Jadwal Rights Issue VKTR Mulai Ditetapkan

Dalam prospektus yang telah diperbarui, VKTR menetapkan jadwal indikatif cum rights di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 28 Juli 2026.

Sementara itu, perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 7 Agustus 2026. Periode tersebut menjadi kesempatan bagi pemegang saham eksisting untuk mengeksekusi haknya membeli saham baru yang diterbitkan perseroan.

Selain itu, rights issue ini menawarkan rasio 7 saham lama yang memberikan hak kepada pemegang saham untuk memperoleh 4 HMETD. Rasio tersebut tergolong cukup besar sehingga berpotensi meningkatkan jumlah saham beredar secara signifikan.

Namun, hingga saat ini perusahaan belum mengumumkan harga pelaksanaan rights issue. Informasi tersebut masih dinantikan investor karena akan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan tingkat partisipasi pemegang saham.

Potensi Dilusi Kepemilikan Pemegang Saham

Rights issue VKTR juga membawa konsekuensi berupa potensi dilusi bagi investor yang tidak melaksanakan haknya.

Apabila seluruh saham baru diterbitkan dan pemegang saham tidak mengambil bagian dalam aksi korporasi tersebut, maka kepemilikan mereka berpotensi terdilusi hingga 36,36 persen.

Kondisi ini umum terjadi dalam aksi rights issue. Karena itu, investor biasanya mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum memutuskan untuk menggunakan HMETD yang dimiliki.

Di sisi lain, tambahan modal yang diperoleh perusahaan berpotensi meningkatkan kapasitas bisnis dan memperkuat posisi keuangan. Jika dana digunakan secara efektif, nilai perusahaan dalam jangka panjang dapat meningkat.

Harga Pelaksanaan Masih Ditunggu

Salah satu informasi yang paling ditunggu pasar adalah harga pelaksanaan rights issue.

Harga tersebut akan menentukan besarnya dana yang berhasil dihimpun serta tingkat daya tarik penawaran saham baru. Selain itu, investor juga masih menunggu kepastian mengenai pihak pembeli siaga atau standby buyer.

Sampai saat ini, manajemen VKTR belum mengungkap identitas pihak yang akan menyerap saham baru yang tidak diambil oleh pemegang saham eksisting.

Dana Rights Issue Fokus ke Bisnis Kendaraan Listrik

Mayoritas dana hasil rights issue VKTR akan diarahkan untuk memperkuat pengembangan bisnis kendaraan listrik melalui anak usaha perseroan.

Sebanyak 80 persen dana yang diperoleh akan digunakan sebagai penyertaan modal kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia. Anak usaha tersebut bergerak di bidang e-mobility-as-a-service yang menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis grup VKTR.

Dana yang disuntikkan nantinya akan digunakan untuk membeli kendaraan listrik dari VKTR selama periode 2026 hingga 2027. Skema ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan permintaan sekaligus memperluas ekosistem kendaraan listrik yang sedang dibangun perusahaan.

Sementara itu, 20 persen dana sisanya akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perseroan. Alokasi tersebut mencakup berbagai kebutuhan operasional guna menjaga kelancaran aktivitas bisnis.

Prospek Bisnis VKTR Setelah Rights Issue

Aksi rights issue VKTR menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekspansi di sektor kendaraan listrik yang terus berkembang di Indonesia.

Permintaan kendaraan ramah lingkungan diperkirakan meningkat seiring dukungan pemerintah terhadap transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Karena itu, perusahaan yang memiliki posisi kuat di industri kendaraan listrik berpeluang memperoleh manfaat jangka panjang.

Beberapa tujuan utama penggunaan dana rights issue meliputi:

  • Penguatan modal untuk ekspansi bisnis kendaraan listrik.
  • Penambahan investasi pada anak usaha PT Sarana Ekomobilitas Indonesia.
  • Pembelian kendaraan listrik pada periode 2026-2027.
  • Peningkatan kapasitas operasional dan modal kerja.
  • Penguatan struktur keuangan perusahaan.

Meskipun demikian, pasar masih menunggu sejumlah informasi penting, termasuk harga pelaksanaan dan keberadaan standby buyer. Kedua faktor tersebut berpotensi memengaruhi respons investor terhadap rights issue VKTR.

Dengan jadwal yang telah diumumkan, pelaku pasar kini memiliki gambaran lebih jelas mengenai tahapan aksi korporasi tersebut. Perkembangan selanjutnya akan menjadi perhatian karena dapat menentukan arah pendanaan dan ekspansi bisnis VKTR dalam beberapa tahun mendatang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu