Kapal LNG SHIP Senilai USD65 Juta Perkuat Bisnis Pelayaran Migas

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) kembali memperkuat bisnis pelayaran energi dengan melakukan pembelian kapal LNG SHIP senilai USD65 juta. Langkah strategis ini dilakukan melalui anak usaha terkendali, PT Transpor Nusantara Line (TNL), sebagai bagian dari upaya memperluas kapasitas operasional dan meningkatkan daya saing di sektor transportasi energi nasional.

Investasi kapal LNG SHIP tersebut menjadi salah satu aksi korporasi terbesar perseroan pada tahun 2026. Di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi energi, khususnya gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG), perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat menjanjikan dalam industri pelayaran migas.

Pembelian armada baru ini juga mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis energi dalam jangka panjang. Selain memperbesar kapasitas angkut, penambahan kapal diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan pada tahun-tahun mendatang.

Kapal LNG SHIP Dibeli dari Pihak Ketiga

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen SHIP menjelaskan bahwa kapal LNG tersebut dibeli dari Eternity Ocean Maritime Ltd. Perusahaan penjual merupakan pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PT Transpor Nusantara Line maupun PT Sillo Maritime Perdana Tbk.

Dengan demikian, transaksi dilakukan secara independen dan mengikuti prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Nilai pembelian kapal mencapai USD65 juta atau setara lebih dari Rp1 triliun jika mengacu pada kurs saat ini.

Manajemen menilai investasi ini sejalan dengan strategi ekspansi perusahaan dalam memperkuat posisi di pasar pelayaran energi. Terlebih lagi, permintaan jasa pengangkutan LNG terus menunjukkan tren peningkatan seiring pertumbuhan konsumsi energi yang lebih ramah lingkungan.

“Penambahan kapal LNG akan memperkuat kapasitas operasional sekaligus meningkatkan daya saing di tengah kebutuhan transportasi energi yang terus berkembang,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (4/6/2026).

Dampak Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan

Akuisisi kapal LNG SHIP akan didanai melalui kombinasi modal internal dan fasilitas kredit perbankan. Strategi pendanaan ini dipilih untuk menjaga fleksibilitas keuangan sekaligus memastikan ekspansi dapat berjalan sesuai rencana.

Meski menggunakan sebagian pembiayaan eksternal, manajemen menilai kondisi keuangan perusahaan masih berada dalam tingkat yang sehat. Namun, transaksi tersebut diproyeksikan meningkatkan rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER).

Sebelum transaksi berlangsung, rasio utang terhadap ekuitas SHIP tercatat sebesar 58,76 persen. Setelah akuisisi kapal LNG selesai dilakukan, rasio tersebut diperkirakan naik menjadi 62,79 persen.

Kenaikan rasio utang tersebut dinilai masih dalam batas yang dapat dikelola perusahaan. Selain itu, tambahan pendapatan dari operasional kapal baru diharapkan mampu memberikan kontribusi yang cukup untuk mendukung pembayaran kewajiban finansial di masa mendatang.

Prospek Pendapatan dari Armada Baru

Kapal LNG memiliki nilai strategis karena beroperasi pada segmen yang membutuhkan spesifikasi teknis tinggi. Oleh sebab itu, tarif sewa dan potensi pendapatannya umumnya lebih besar dibandingkan kapal angkut konvensional.

Dengan bertambahnya armada, SHIP berpeluang memperluas kontrak pengangkutan LNG baik di pasar domestik maupun regional. Kondisi tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.

Aset SHIP Diproyeksikan Meningkat Signifikan

Selain berdampak pada kapasitas operasional, pembelian kapal LNG SHIP juga akan meningkatkan nilai aset perusahaan secara signifikan. Berdasarkan proyeksi manajemen, aset tidak lancar perseroan akan mengalami kenaikan sebesar 14,24 persen.

Sebelum transaksi dilakukan, nilai aset tidak lancar SHIP tercatat sebesar USD456,52 juta. Setelah kapal LNG masuk ke dalam armada perusahaan, nilai aset tidak lancar diperkirakan meningkat menjadi USD521,52 juta.

Peningkatan aset ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Semakin besar aset produktif yang dimiliki, semakin besar pula peluang perusahaan untuk meningkatkan kapasitas layanan dan memperluas pangsa pasar.

Di sisi lain, ekspansi armada juga menjadi sinyal bahwa perusahaan melihat prospek positif pada sektor pelayaran migas. Kebutuhan distribusi LNG diperkirakan terus bertumbuh sejalan dengan meningkatnya konsumsi energi serta pengembangan berbagai proyek gas di Indonesia.

Strategi SHIP Menangkap Peluang Industri Energi

Industri LNG saat ini menjadi salah satu segmen yang berkembang pesat dalam sektor energi global. Banyak negara mulai meningkatkan penggunaan gas alam sebagai sumber energi transisi menuju target emisi yang lebih rendah.

Karena itu, kebutuhan kapal LNG modern diperkirakan akan terus meningkat. SHIP berupaya menangkap peluang tersebut dengan memperkuat armada dan meningkatkan kapasitas pengangkutan.

Selain meningkatkan daya saing, langkah ini juga mempertegas fokus perusahaan pada bisnis pelayaran energi bernilai tinggi. Dengan tambahan kapal LNG baru, SHIP berharap mampu memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting di sektor pelayaran migas nasional.

Ke depan, ekspansi armada diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kinerja perseroan. Jika permintaan transportasi LNG terus meningkat, investasi senilai USD65 juta ini berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu