WTON Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Lewat Beton Pracetak

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, JakartaWTON dukung pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap program pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan produk beton pracetak untuk proyek pembangunan sekolah yang menjadi salah satu agenda strategis nasional.

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan melalui keterlibatan aktif pada proyek Sekolah Rakyat. Perusahaan menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sebagai salah satu perusahaan BUMN sektor infrastruktur, WTON memanfaatkan kapasitas produksi dan jaringan pabrik yang tersebar di berbagai daerah untuk memastikan kebutuhan material proyek dapat terpenuhi secara cepat dan efisien. Selain mendukung pembangunan nasional, proyek ini juga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan.

WTON Suplai Beton Pracetak Senilai Rp75,9 Miliar

Direktur Utama WTON, Kuntjara, mengatakan bahwa perusahaan telah mengalokasikan suplai beton pracetak untuk proyek Sekolah Rakyat dengan nilai mencapai Rp75,9 miliar.

Menurutnya, partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan konkret terhadap agenda nasional sekaligus implementasi sinergi antar-BUMN dalam mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia.

“Kami melihat proyek ini sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap Asta Cita Pemerintah dan upaya menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat,” ujar Kuntjara dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (4/6/2026).

Selain itu, keterlibatan dalam proyek ini memperkuat posisi WTON sebagai salah satu penyedia utama material konstruksi berbasis beton pracetak untuk berbagai proyek strategis nasional.

Percepatan Sekolah Rakyat dengan Beton Pracetak

Program Sekolah Rakyat membutuhkan proses pembangunan yang cepat dan efisien. Karena itu, penggunaan beton pracetak menjadi salah satu solusi yang dinilai mampu mempercepat pelaksanaan proyek.

WTON saat ini menyuplai sejumlah produk unggulan yang digunakan dalam pembangunan fasilitas pendidikan tersebut, antara lain:

  • Tiang pancang kotak untuk fondasi bangunan sekolah.
  • U-ditch untuk mendukung sistem drainase yang lebih praktis.
  • Hollow core slab untuk pelat lantai bangunan bertingkat.

Kombinasi produk tersebut memungkinkan proses konstruksi berjalan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Selain memangkas waktu pembangunan, penggunaan beton pracetak juga membantu menjaga kualitas konstruksi karena diproduksi melalui standar manufaktur yang terukur dan konsisten.

Didukung 13 Pabrik di Seluruh Indonesia

Kuntjara menjelaskan bahwa WTON memiliki 13 pabrik beton yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut menjadi keunggulan utama dalam mendukung distribusi produk ke lokasi proyek.

Dengan dukungan fasilitas produksi yang luas, pengiriman material dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Hal ini menjadi faktor penting dalam mengejar target pembangunan Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah.

Menurut perusahaan, ketersediaan jaringan pabrik tersebut juga membantu mengurangi hambatan logistik yang kerap menjadi tantangan dalam proyek konstruksi berskala nasional.

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029

Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029. Program ini diproyeksikan mampu menjangkau sekitar 500 ribu peserta didik dari berbagai wilayah Indonesia.

Inisiatif tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan ekstrem. Melalui fasilitas pendidikan yang lebih merata, pemerintah berharap kualitas sumber daya manusia nasional dapat terus meningkat.

Karena itu, percepatan pembangunan menjadi faktor krusial agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Di sisi lain, keterlibatan perusahaan-perusahaan BUMN seperti WTON dinilai mampu memperkuat pelaksanaan proyek melalui dukungan teknologi konstruksi yang lebih modern dan efisien.

WTON Perkuat Komitmen SDGs dan Transformasi Konstruksi

Selain mendukung sektor pendidikan, proyek ini juga menjadi bagian dari implementasi prinsip keberlanjutan yang dijalankan perusahaan.

Kuntjara menegaskan bahwa produk beton pracetak yang digunakan mengedepankan aspek ramah lingkungan, mulai dari pemanfaatan material hingga proses produksi. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan.

Sejalan dengan itu, WTON turut memperkuat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas dan tujuan kesembilan terkait pembangunan infrastruktur yang tangguh.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN, perusahaan juga terus mendorong transformasi industri konstruksi nasional agar semakin modern, kompetitif, dan memiliki daya saing tinggi.

Menurut Kuntjara, kontribusi perusahaan dalam proyek Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan dampak ganda. Tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis dan perolehan kontrak perusahaan, tetapi juga menciptakan fondasi pendidikan yang lebih kuat bagi generasi penerus bangsa.

Melalui dukungan tersebut, WTON optimistis pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai target. Selain itu, program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak talenta unggul yang akan berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia pada masa mendatang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu