RuangInvest.com, Jakarta – PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) resmi menetapkan dividen Metland 2025 senilai Rp74,2 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Dividen tersebut setara Rp9,7 per saham untuk 7,65 miliar saham yang beredar.
Keputusan pembagian dividen Metland 2025 menjadi perhatian investor pasar modal. Pasalnya, perseroan tetap mampu mencatatkan kinerja stabil di tengah dinamika industri properti nasional sepanjang tahun lalu.
Selain itu, pembagian dividen ini menunjukkan komitmen Metland dalam menjaga kepercayaan pemegang saham. Perusahaan juga tetap fokus memperkuat pendapatan berulang serta pengembangan proyek yang selektif.
Dividen Metland 2025 Setara 18 Persen Laba Bersih
Manajemen Metland menetapkan sekitar 18 persen laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai. Sepanjang tahun lalu, emiten properti berkode saham MTLA tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp412,93 miliar. Kinerja tersebut dinilai cukup solid di tengah persaingan sektor properti yang masih kompetitif.
Presiden Direktur Metland, Anhar Sudrajat, mengatakan perseroan tetap mampu menjaga fundamental bisnis yang sehat. Menurut dia, kontribusi recurring revenue menjadi salah satu penopang utama stabilitas perusahaan.
“Perseroan tetap mampu menjaga fundamental yang sehat dengan kinerja yang stabil, melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan proyek yang selektif,” ujar Anhar Sudrajat dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).
Selain fokus pada proyek baru, Metland juga terus memperkuat bisnis yang memberikan pendapatan berulang. Strategi tersebut dinilai efektif menjaga arus kas perusahaan dalam jangka panjang.
RUPST Metland Bahas Perubahan Direksi dan Komisaris
Penetapan dividen Metland 2025 dilakukan dalam agenda RUPST yang digelar pada 26 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda penting lainnya.
Beberapa agenda yang disahkan meliputi:
- Persetujuan laporan tahunan tahun buku 2025
- Penetapan penggunaan laba bersih perseroan
- Perubahan susunan Direksi dan Komisaris
- Persetujuan pengunduran diri salah satu direktur
Pemegang saham menyetujui pengangkatan Lanny Bambang sebagai Komisaris Independen Metland. Pengangkatan tersebut dilakukan setelah masa jabatan Leland G. Rompas berakhir karena memasuki masa pensiun.
Di sisi lain, pemegang saham juga menerima pengunduran diri Santoso dari jabatan Direktur perseroan. Perubahan struktur manajemen ini diharapkan mampu memperkuat langkah bisnis Metland ke depan.
Susunan Komisaris dan Direksi Metland 2026
Berikut susunan terbaru Komisaris dan Direksi Metland hasil RUPST 2026:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Junita Ciputra
- Komisaris: Iwan Putra Brasali
- Komisaris: Nanda Widya
- Komisaris Independen: Thomas Johannes Angfendy
- Komisaris Independen: Lanny Bambang
Direksi
- Presiden Direktur: Anhar Sudrajat
- Direktur: Olivia Surodjo
- Direktur: Wahyu Sulistio
- Direktur: Andi Surya Kurnia
Kinerja Metland Dinilai Tetap Solid
Kinerja Metland sepanjang 2025 dinilai masih cukup positif. Meski sektor properti menghadapi tantangan suku bunga dan daya beli masyarakat, perusahaan tetap mampu menjaga profitabilitas.
Selain itu, kontribusi pendapatan berulang dari hotel, pusat perbelanjaan, dan properti komersial turut membantu stabilitas bisnis. Strategi pengembangan proyek yang lebih selektif juga membuat perusahaan lebih efisien dalam menjaga margin keuntungan.
Analis menilai pembagian dividen Metland 2025 menjadi sinyal positif bagi investor. Hal itu menunjukkan kondisi keuangan perusahaan masih cukup sehat dan memiliki arus kas yang terjaga.
Namun, pelaku pasar tetap akan mencermati prospek industri properti pada semester kedua 2026. Faktor suku bunga, penjualan properti residensial, serta kondisi ekonomi nasional masih menjadi perhatian utama investor.
Meskipun begitu, Metland dinilai memiliki fondasi bisnis yang cukup kuat. Portofolio proyek yang tersebar di sejumlah wilayah strategis menjadi salah satu keunggulan perseroan.
Selain itu, perusahaan juga terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan keuangan yang hati-hati. Karena itu, langkah pembagian dividen tetap mampu dilakukan tanpa mengganggu kebutuhan pengembangan usaha.
Dengan keputusan ini, dividen Metland 2025 menjadi salah satu sentimen positif bagi saham sektor properti di Bursa Efek Indonesia. Investor kini menantikan jadwal cum dividen dan pembayaran dividen tunai yang akan diumumkan perseroan dalam waktu dekat.





