RuangInvest.com, Jakarta – VKTR tender bus listrik TransJakarta 2026 menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian pelaku pasar. Peningkatan kebutuhan armada bus listrik oleh TransJakarta membuka peluang lebih besar bagi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) untuk memperoleh kontrak baru.
Rencana pengadaan bus listrik pada 2026 diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai mampu menjadi katalis positif bagi pertumbuhan pendapatan VKTR, terutama dari lini bisnis kendaraan listrik.
Selain itu, dukungan mitra strategis, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), hingga ekspansi ke bisnis truk listrik membuat prospek perseroan semakin menarik untuk dicermati. Analis juga menilai VKTR memiliki posisi kompetitif dalam mengikuti tender pemerintah maupun kebutuhan operator transportasi.
VKTR Tender Bus Listrik TransJakarta 2026 Berpeluang Meningkat
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk diperkirakan menjadi salah satu kandidat kuat dalam tender pengadaan bus listrik TransJakarta pada 2026.
Berdasarkan proyeksi, TransJakarta akan menggelar tender sekitar 300 unit bus listrik pada 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan pengadaan tahun sebelumnya.
Pengadaan armada tersebut diperkirakan terdiri atas sekitar 200 unit bus listrik berukuran 12 meter dan sekitar 150 unit bus berukuran 8 meter. Penambahan armada ini merupakan bagian dari percepatan penggunaan transportasi ramah lingkungan di Jakarta.
Samuel Sekuritas dalam risetnya pada Jumat (26/6/2026) menilai VKTR memiliki peluang besar memenangkan sebagian kontrak. Hal tersebut didukung kerja sama perseroan dengan produsen kendaraan listrik asal China, BYD.
Dengan kemitraan tersebut, VKTR diperkirakan mampu menguasai pangsa pasar sekitar 25 hingga 30 persen. Artinya, perusahaan berpotensi memperoleh kontrak sekitar 90 hingga 100 unit bus listrik pada tender 2026.
Keunggulan lainnya berasal dari tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang telah mencapai sekitar 40 persen. Faktor tersebut menjadi nilai tambah dalam proses pengadaan kendaraan listrik di Indonesia.
Kinerja Bus Listrik Menjadi Modal Utama VKTR
Keberhasilan VKTR pada tender sebelumnya turut memperkuat peluang perusahaan dalam mengikuti pengadaan berikutnya.
Pada tender 2025, VKTR berhasil memperoleh kontrak sebanyak 80 unit bus listrik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 unit telah dibukukan sebagai penjualan.
Sementara itu, sekitar 30 unit lainnya telah berhasil dikirim pada kuartal pertama 2026. Pengiriman tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai jadwal.
Samuel Sekuritas memperkirakan bisnis bus listrik akan menyumbang pendapatan sekitar Rp268 miliar sepanjang 2026. Estimasi tersebut menggunakan asumsi penjualan sekitar 70 unit bus listrik.
Saat ini, armada bus listrik VKTR yang telah beroperasi mencapai sekitar 165 unit. Armada tersebut telah digunakan selama hampir 50 bulan dengan rata-rata jarak tempuh sekitar 210 kilometer setiap hari.
Bus Listrik 8 Meter Perluas Peluang Bisnis
Selain bus berukuran 12 meter, VKTR juga tengah menyiapkan peluncuran bus listrik berukuran 8 meter pada 2026.
Kehadiran model baru tersebut diharapkan mampu melengkapi portofolio produk perusahaan. Selain itu, bus berukuran lebih kecil dapat memenuhi kebutuhan operator transportasi dengan berbagai karakteristik rute.
Langkah tersebut juga berpotensi memperbesar peluang VKTR dalam mengikuti tender pengadaan bus listrik berikutnya.
Bisnis Truk Listrik Diproyeksikan Dongkrak Profitabilitas
Di sisi lain, prospek bisnis truk listrik atau e-truck juga dinilai semakin menjanjikan.
Permintaan diperkirakan meningkat secara bertahap, terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan. Kedua sektor tersebut mulai menjalankan strategi dekarbonisasi guna menekan emisi karbon.
Berdasarkan estimasi internal perusahaan, penggunaan truk listrik mampu menghemat biaya bahan bakar hingga sekitar 20 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar diesel.
Menariknya, margin keuntungan bisnis truk listrik juga lebih tinggi dibandingkan bus listrik. Samuel Sekuritas memperkirakan margin laba kotor atau gross profit margin (GPM) e-truck mencapai sekitar 20 persen.
Sebagai perbandingan, margin laba kotor bisnis bus listrik berada di kisaran 8 persen. Karena itu, pertumbuhan bisnis e-truck dinilai dapat menjadi pendorong profitabilitas VKTR dalam jangka panjang.
VKTR juga memiliki keuntungan melalui sinergi bersama Grup Bakrie. Sejumlah perusahaan afiliasi seperti PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berpotensi menjadi pengguna awal truk listrik VKTR.
Implementasi kendaraan listrik di lingkungan Grup Bakrie dinilai dapat menciptakan permintaan awal sekaligus memperkuat rekam jejak produk. Selain itu, langkah tersebut akan meningkatkan kesiapan layanan purna jual dan mendukung pemenuhan TKDN.
Rights Issue Dukung Pengembangan e-MaaS
VKTR juga menyiapkan langkah ekspansi melalui aksi korporasi rights issue.
Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat pengembangan bisnis e-Mobility as a Service (e-MaaS) melalui anak usaha perseroan, SEI.
Model bisnis tersebut menawarkan penyewaan bus listrik dan truk listrik kepada pelanggan. Dengan skema tersebut, pelanggan tidak perlu mengeluarkan investasi besar pada tahap awal.
Rencana penggunaan dana rights issue meliputi:
- Sekitar 80 persen dialokasikan untuk belanja modal SEI.
- Sekitar 20 persen digunakan sebagai modal kerja.
- Mendukung pengembangan layanan penyewaan kendaraan listrik.
- Memperluas implementasi model bisnis e-MaaS.
Selain itu, perseroan telah mengantongi nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah calon pelanggan, termasuk DEWA. Kerja sama tersebut diharapkan mempercepat implementasi bisnis baru sekaligus memperluas sumber pendapatan perusahaan.
Melihat peningkatan tender bus listrik, ekspansi produk, serta peluang dari bisnis truk listrik, prospek VKTR tender bus listrik TransJakarta 2026 dinilai tetap positif. Jika perusahaan kembali memperoleh kontrak dalam jumlah besar, pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas berpotensi semakin kuat pada beberapa tahun mendatang.





