Transaksi Nego Jumbo ARCI Tembus Rp16,39 Triliun, Ada Apa?

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Transaksi nego jumbo ARCI menjadi sorotan pasar modal pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Sebanyak 14,9 miliar saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) berpindah tangan melalui pasar negosiasi dengan nilai transaksi mencapai Rp16,39 triliun.

Aktivitas tersebut langsung menarik perhatian investor karena nilainya sangat besar. Selain itu, transaksi dilakukan hanya dalam dua kali frekuensi perdagangan dengan harga Rp1.100 per saham.

Besarnya nilai transaksi dibandingkan jumlah eksekusi yang sangat terbatas memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar. Hingga perdagangan sore hari, belum diketahui secara pasti siapa pihak pembeli maupun penjual dalam transaksi tersebut.

Transaksi Nego Jumbo ARCI Warnai Perdagangan Bursa

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 14,9 miliar saham ARCI berpindah tangan melalui mekanisme pasar negosiasi. Nilai total transaksi mencapai sekitar Rp16,39 triliun.

Harga transaksi tercatat di level Rp1.100 per saham. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding harga perdagangan reguler pada waktu yang sama.

Pasar negosiasi sendiri merupakan fasilitas perdagangan yang memungkinkan transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pembeli dan penjual. Mekanisme ini berbeda dengan pasar reguler yang menggunakan sistem antrean harga dan waktu.

Karena itu, pasar nego sering dimanfaatkan untuk perpindahan saham dalam jumlah besar. Transaksi seperti ini umumnya melibatkan investor institusi, pemegang saham pengendali, maupun pihak strategis lainnya.

Dalam kasus ARCI, besarnya volume saham yang berpindah tangan membuat transaksi tersebut menjadi salah satu yang terbesar di pasar modal Indonesia pada tahun ini.

Struktur Kepemilikan ARCI Jadi Sorotan

Perhatian investor semakin besar karena struktur kepemilikan saham ARCI masih didominasi oleh Grup Rajawali.

Data kepemilikan terbaru menunjukkan bahwa PT Rajawali Corpora menguasai sekitar 16,61 miliar saham atau setara 65,80 persen dari total saham yang beredar.

Sementara itu, PT Rajawali Kapital Emas tercatat memiliki sekitar 4,50 miliar saham atau setara 17,85 persen kepemilikan.

Dengan demikian, total kepemilikan kedua entitas tersebut mencapai lebih dari 83 persen saham ARCI. Porsi kepemilikan yang besar tersebut membuat pasar menaruh perhatian terhadap kemungkinan adanya perpindahan saham yang melibatkan pemegang saham utama.

PT Rajawali Corpora merupakan perusahaan investasi yang berada di bawah kendali keluarga Peter Sondakh. Nama Peter Sondakh juga tercatat sebagai penerima manfaat akhir atau ultimate beneficial owner dari kepemilikan saham ARCI melalui struktur Grup Rajawali.

Namun, hingga kini belum terdapat keterangan resmi mengenai keterlibatan entitas tertentu dalam transaksi pasar negosiasi tersebut.

Apa Itu Pasar Negosiasi?

Mekanisme untuk Transaksi Saham Skala Besar

Pasar negosiasi merupakan salah satu fasilitas perdagangan yang tersedia di Bursa Efek Indonesia. Mekanisme ini memungkinkan harga dan jumlah saham ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Berbeda dengan pasar reguler, transaksi tidak harus mengikuti antrean yang berlangsung secara terbuka di sistem perdagangan harian.

Beberapa tujuan penggunaan pasar negosiasi antara lain:

  • Perpindahan saham dalam jumlah besar.
  • Restrukturisasi kepemilikan saham.
  • Transaksi antar investor institusi.
  • Penyelesaian aksi korporasi tertentu.
  • Pengalihan kepemilikan oleh pemegang saham strategis.

Karena karakteristik tersebut, transaksi jumbo di pasar negosiasi tidak selalu berdampak langsung terhadap pergerakan harga saham di pasar reguler.

Meski begitu, aktivitas dengan nilai sangat besar tetap menjadi perhatian karena dapat memberikan sinyal terkait perubahan struktur kepemilikan atau strategi investasi tertentu.

Belum Ada Penjelasan Resmi

Sampai berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai identitas pembeli maupun penjual dalam transaksi nego jumbo ARCI tersebut.

Pelaku pasar masih menunggu penjelasan lebih lanjut, baik dari perseroan maupun pihak terkait. Selain itu, belum diketahui apakah transaksi tersebut merupakan bagian dari aksi korporasi, perpindahan saham antar institusi, atau hanya pengalihan kepemilikan dalam kelompok pemegang saham tertentu.

Di sisi lain, sentimen pasar terhadap saham ARCI terlihat tetap positif. Pada perdagangan reguler hingga pukul 15.23 WIB, saham ARCI berada di level Rp1.075 per saham atau menguat 3,85 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Kenaikan harga tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap saham emiten tambang emas ini masih cukup terjaga. Namun demikian, pasar akan terus mencermati perkembangan informasi terkait transaksi nego jumbo ARCI yang nilainya mencapai lebih dari Rp16 triliun.

Apabila terdapat keterbukaan informasi lanjutan dari perusahaan atau otoritas bursa, maka arah dan dampak transaksi ini terhadap kepemilikan saham ARCI akan menjadi lebih jelas bagi investor.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu