Top 10 Losers BEI Pekan Ini, Saham ENRG Anjlok 25 Persen

Dwi Prakoso

Top 10 losers BEI pekan ini dipimpin saham ENRG yang anjlok 25

RuangInvest.com, Jakarta – Top 10 losers BEI pekan ini menjadi sorotan pelaku pasar setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah saham mengalami koreksi tajam sepanjang perdagangan 22-26 Juni 2026. Pelemahan tersebut terjadi di tengah tekanan yang juga menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG ditutup melemah 4,55 persen ke level 5.896 dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya aksi jual di berbagai sektor sehingga sejumlah saham mencatat penurunan harga yang cukup dalam.

Selain itu, daftar saham dengan penurunan terbesar dihuni oleh emiten dari sektor energi, pertambangan, teknologi, manufaktur hingga infrastruktur. Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi emiten dengan koreksi terdalam selama sepekan.

Top 10 Losers BEI Pekan Ini Dipimpin ENRG

Berdasarkan statistik Bursa Efek Indonesia per Sabtu, 27 Juni 2026, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi penghuni peringkat pertama dalam daftar top 10 losers BEI pekan ini. Harga saham ENRG turun 25,45 persen menjadi Rp1.040 per saham dari posisi sebelumnya Rp1.395.

Penurunan tersebut menjadi yang terbesar di antara seluruh saham yang masuk daftar top losers selama periode perdagangan pendek pekan ini. Tekanan jual juga terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi kecil maupun menengah.

Sementara itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berada di posisi kedua setelah terkoreksi 24,55 persen menjadi Rp498 per saham. Koreksi tersebut menunjukkan tekanan yang masih membayangi sektor pertambangan.

Di sisi lain, saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) juga mengalami pelemahan cukup tajam. Harga sahamnya turun 23,13 persen menjadi Rp206.

Tidak hanya itu, saham PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) ikut melemah 21,59 persen menjadi Rp276. Sementara PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) kehilangan 21,21 persen dan ditutup di level Rp520.

Daftar Lengkap Top 10 Losers BEI Pekan Ini

Berikut daftar lengkap saham dengan penurunan terbesar selama perdagangan 22-26 Juni 2026:

  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 25,45 persen menjadi Rp1.040.
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 24,55 persen menjadi Rp498.
  • PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) turun 23,13 persen menjadi Rp206.
  • PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) merosot 21,59 persen menjadi Rp276.
  • PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) turun 21,21 persen menjadi Rp520.
  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melemah 20,63 persen menjadi Rp500.
  • PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) turun 19,38 persen menjadi Rp5.200.
  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) terkoreksi 19,23 persen menjadi Rp126.
  • PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) melemah 19,05 persen menjadi Rp153.
  • PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) turun 18,93 persen menjadi Rp1.370.

Daftar tersebut menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak hanya terjadi pada satu sektor. Sebaliknya, pelemahan menyebar ke berbagai kelompok industri sehingga memperlihatkan sentimen negatif yang cukup luas.

Pelemahan IHSG Berpengaruh pada Pergerakan Saham

Turunnya IHSG sebesar 4,55 persen menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia. Ketika indeks acuan melemah cukup dalam, investor umumnya melakukan aksi jual untuk mengurangi risiko portofolio.

Selain itu, meningkatnya volatilitas pasar membuat saham-saham dengan likuiditas lebih rendah cenderung mengalami tekanan yang lebih besar. Karena itu, beberapa emiten dalam daftar top losers mencatat penurunan lebih dari 20 persen hanya dalam satu pekan.

Investor Perlu Mencermati Fundamental

Meski harga saham mengalami penurunan tajam, investor tetap disarankan untuk tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga jangka pendek.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kinerja keuangan emiten.
  • Prospek bisnis perusahaan.
  • Kondisi industri tempat perusahaan beroperasi.
  • Sentimen pasar secara keseluruhan.
  • Tingkat valuasi saham setelah koreksi.

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih rasional. Selain itu, strategi investasi yang disiplin juga dapat membantu menghadapi kondisi pasar yang sedang bergejolak.

Prospek Pasar Setelah Koreksi

Koreksi tajam yang terjadi pada top 10 losers BEI pekan ini menjadi gambaran bahwa pasar saham masih menghadapi tekanan cukup besar. Namun, pergerakan pasar dalam jangka pendek umumnya dipengaruhi berbagai sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri.

Karena itu, investor perlu terus mencermati perkembangan ekonomi, kebijakan pemerintah, serta kinerja emiten yang akan dirilis pada periode berikutnya. Meskipun beberapa saham mengalami penurunan tajam, peluang pemulihan tetap terbuka apabila didukung oleh fundamental perusahaan yang solid dan membaiknya sentimen pasar.

Dengan demikian, daftar top 10 losers BEI pekan ini tidak hanya menjadi catatan mengenai saham yang mengalami penurunan terbesar, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi investor dalam menyusun strategi investasi pada perdagangan selanjutnya.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu