RuangInvest.com, Jakarta – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) siapkan fasilitas USD23 juta untuk mendukung pengembangan bisnis grup Electrum melalui skema pemanfaatan fasilitas kredit. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik tanpa menyalurkan pinjaman tunai secara langsung.
Nilai fasilitas tersebut mencapai USD23 juta atau sekitar Rp414 miliar dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Pendanaan tersebut berasal dari fasilitas kredit yang diperoleh TOBA dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan akan dimanfaatkan oleh sejumlah entitas yang berada di bawah grup Electrum.
Kebijakan tersebut menunjukkan komitmen TOBA dalam mempercepat pengembangan bisnis kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, skema yang diterapkan dinilai memberikan fleksibilitas bagi pengembangan usaha sekaligus menjaga tata kelola pendanaan perusahaan.
TOBA Siapkan Fasilitas USD23 Juta untuk Empat Entitas Electrum
PT TBS Energi Utama Tbk menandatangani perjanjian dengan empat entitas yang tergabung dalam grup Electrum. Keempat perusahaan tersebut adalah PT Energi Kreasi Bersama, PT Rental Kreasi Bersama, PT Infrastruktur Kreasi Bersama, dan PT Manufaktur Kreasi Bangsa.
Melalui perjanjian tersebut, keempat entitas dapat memanfaatkan fasilitas kredit yang sebelumnya diperoleh TOBA dari Bank Mandiri. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada Kamis (2/7/2026), perseroan menjelaskan bahwa plafon fasilitas mencapai USD23 juta.
Fasilitas tersebut memiliki tingkat bunga sebesar 10,95 persen per tahun. Sementara itu, jangka waktu pembiayaan berlaku hingga lima tahun sejak masing-masing tanggal penarikan fasilitas.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa fasilitas tersebut bukan merupakan pinjaman tunai yang dapat langsung dicairkan oleh Electrum. Dana yang tersedia bersifat kontingensi dan hanya digunakan untuk memastikan terpenuhinya kewajiban sesuai perjanjian yang telah disepakati.
Dengan mekanisme tersebut, TOBA tetap memiliki kendali atas penggunaan fasilitas sekaligus memberikan dukungan keuangan yang lebih efisien kepada entitas usaha dalam grup Electrum.
Skema Pendanaan Lebih Fleksibel dan Terukur
TOBA menjelaskan bahwa apabila di kemudian hari perseroan harus melakukan pembayaran kepada Bank Mandiri atas kewajiban yang timbul akibat pemanfaatan fasilitas oleh entitas Electrum, maka nilai pembayaran tersebut akan dicatat sebagai pinjaman dari TOBA kepada grup Electrum.
Karena itu, fasilitas ini bukan merupakan perjanjian pinjaman yang berdiri sendiri. Sebaliknya, skema tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian pemanfaatan fasilitas yang telah disepakati seluruh pihak.
Pendekatan ini memberikan sejumlah keuntungan bagi perusahaan. Selain memperkuat koordinasi antarentitas dalam grup, skema tersebut juga membantu menjaga efisiensi penggunaan modal kerja.
Di sisi lain, model pendanaan seperti ini memungkinkan Electrum memperoleh dukungan pembiayaan sesuai kebutuhan operasional maupun investasi tanpa harus menerima dana tunai di awal.
Dengan demikian, risiko penyaluran dana yang tidak optimal dapat ditekan. Selain itu, pencatatan akuntansi juga menjadi lebih jelas apabila muncul kewajiban pembayaran dari pihak TOBA kepada kreditur.
Electrum Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Electrum merupakan ekosistem kendaraan listrik yang dikembangkan TOBA bersama sejumlah mitra strategis. Fokus bisnisnya tidak hanya pada produksi kendaraan listrik, tetapi juga mencakup berbagai sektor pendukung.
Beberapa lini usaha yang dikembangkan Electrum antara lain:
- Manufaktur sepeda motor listrik.
- Pengembangan teknologi baterai kendaraan listrik.
- Penyediaan infrastruktur pengisian daya.
- Pengembangan ekosistem mobilitas listrik.
- Dukungan layanan operasional kendaraan listrik.
Pengembangan bisnis yang terintegrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, keberadaan ekosistem yang lengkap dinilai dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memperluas peluang bisnis di masa mendatang.
Sementara itu, kebutuhan investasi pada sektor kendaraan listrik diperkirakan masih akan meningkat seiring bertambahnya permintaan pasar dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap transisi energi bersih.
Prospek TOBA bagi Investor
Langkah TOBA menyiapkan fasilitas USD23 juta menunjukkan keseriusan perseroan dalam memperkuat investasi pada sektor kendaraan listrik. Meski bukan berupa pinjaman tunai langsung, skema tersebut memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi Electrum untuk menjalankan berbagai proyek strategis.
Bagi investor, kebijakan ini dapat dipandang sebagai sinyal bahwa TOBA tetap berkomitmen mengembangkan bisnis nonbatu bara melalui diversifikasi ke sektor energi baru dan kendaraan listrik. Strategi tersebut berpotensi menciptakan sumber pertumbuhan pendapatan baru dalam jangka panjang.
Namun, investor juga perlu mencermati perkembangan implementasi proyek Electrum, tingkat utilisasi fasilitas kredit, serta kemampuan masing-masing entitas dalam memenuhi kewajibannya. Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi efektivitas penggunaan fasilitas dan kontribusinya terhadap kinerja keuangan TOBA.
Apabila ekspansi bisnis kendaraan listrik berjalan sesuai rencana, peluang peningkatan valuasi perusahaan dapat semakin terbuka. Sebaliknya, tantangan pada tahap eksekusi proyek tetap menjadi aspek yang perlu diperhatikan sebagai bagian dari manajemen risiko investasi.
Secara keseluruhan, langkah TOBA siapkan fasilitas USD23 juta menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi bisnis kendaraan listrik. Dengan dukungan pendanaan yang lebih terukur dan ekosistem yang terus berkembang, perusahaan memiliki peluang untuk memperbesar kontribusi bisnis hijau terhadap pertumbuhan jangka panjang.





