Technical Rebound Saham Grup Barito Warnai Pergerakan IHSG

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Technical rebound saham Grup Barito mulai terlihat dalam perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/5/2026). Penguatan ini muncul setelah saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu mengalami tekanan cukup dalam akibat sentimen rebalancing MSCI dan koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pergerakan positif tersebut memberi harapan baru bagi pelaku pasar. Namun, investor masih mencermati kemampuan IHSG bertahan di atas level psikologis 6.000. Selain itu, arus keluar dana asing atau capital outflow masih menjadi perhatian utama dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah saham Grup Barito tercatat melesat pada sesi pagi perdagangan. Kenaikan itu terjadi setelah tekanan jual besar-besaran yang sebelumnya membuat saham-saham terkait terkoreksi cukup tajam. Meski begitu, analis menilai penguatan kali ini masih bersifat technical rebound dan belum menunjukkan perubahan tren jangka panjang.

Technical Rebound Saham Grup Barito Mulai Terlihat

Berdasarkan data BEI hingga pukul 09.53 WIB, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melonjak 15,58 persen ke level Rp2.040 per saham. Bahkan, saham tersebut sempat menyentuh posisi Rp2.200 pada perdagangan intraday.

Penguatan ini menjadi sinyal awal bagi TPIA untuk menghentikan tren pelemahan yang berlangsung selama tujuh hari perdagangan berturut-turut. Sebelumnya, saham emiten petrokimia tersebut mengalami tekanan akibat aksi jual investor dan sentimen global.

Selain TPIA, sejumlah saham Grup Barito lainnya juga ikut menguat. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 12,14 persen menjadi Rp550 per saham. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 10,14 persen dan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 10,34 persen.

Di sisi lain, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ikut naik 6,80 persen. Adapun PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat tipis sebesar 0,84 persen.

Kenaikan tersebut menunjukkan adanya aksi beli setelah harga saham turun cukup dalam beberapa hari terakhir. Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati karena volatilitas pasar masih tinggi.

IHSG Masih Dibayangi Arus Dana Asing

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai penguatan saham Grup Barito terjadi setelah IHSG mencapai area target koreksi di level 6.000. Menurut dia, rebound yang terjadi saat ini lebih bersifat teknikal dibanding perubahan fundamental pasar.

Investor Asing Masih Aktif Jual Saham

Michael menjelaskan investor asing masih melakukan aksi jual dalam jumlah besar hampir setiap hari. Karena itu, tekanan terhadap IHSG diperkirakan belum sepenuhnya mereda dalam waktu dekat.

“Jadi ini sebatas technical rebound,” ujar Michael, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, arus dana keluar diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan Juni mendatang. Kondisi tersebut berkaitan dengan agenda rebalancing MSCI berikutnya yang masih menjadi sentimen utama pasar.

Meski begitu, Michael menilai kondisi IHSG masih cukup terjaga selama indeks mampu bertahan di atas level psikologis 6.000. Level tersebut kini menjadi perhatian penting investor dalam menentukan arah pasar selanjutnya.

“Selama IHSG bertahan di atas 6.000, akan cukup baik untuk IHSG,” tuturnya.

Prospek IHSG Masih Volatil

BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan rebound terbatas pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak di area support 5.900 hingga 6.100.

Sementara itu, area resistance berada di kisaran 6.250 sampai 6.300. Jika mampu menembus level tersebut, peluang penguatan lanjutan bisa semakin terbuka.

Namun, pasar diperkirakan tetap bergerak fluktuatif. Investor masih mencermati sejumlah sentimen global maupun domestik yang memengaruhi pergerakan pasar saham.

Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain:

  • Negosiasi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
  • Sentimen rebalancing MSCI.
  • Potensi aksi ambil untung menjelang libur panjang bursa.
  • Pergerakan arus dana asing di pasar saham domestik.

Selain itu, kondisi ekonomi global juga masih memengaruhi psikologi investor. Ketidakpastian suku bunga dan perlambatan ekonomi dunia membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Investor Disarankan Tetap Selektif

Analis menilai technical rebound saham Grup Barito dapat dimanfaatkan trader jangka pendek. Namun, investor tetap disarankan menjaga manajemen risiko karena tekanan pasar belum sepenuhnya hilang.

Pergerakan saham dengan volatilitas tinggi berpotensi memberikan keuntungan cepat. Meski begitu, risiko koreksi mendadak juga masih cukup besar, terutama jika tekanan jual asing kembali meningkat.

Karena itu, investor perlu mencermati pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan. Jika indeks mampu bertahan stabil di atas level 6.000, kepercayaan pasar diperkirakan mulai pulih secara bertahap.

Sementara itu, sentimen rebalancing MSCI masih akan menjadi faktor penting yang memengaruhi arah pasar hingga pertengahan Juni mendatang. Pelaku pasar kini menunggu apakah technical rebound saham Grup Barito mampu berlanjut atau hanya menjadi penguatan sementara di tengah tekanan pasar yang masih tinggi.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu