RuangInvest.com, Jakarta – PT Soechi Lines Tbk (SOCI) bersiap meluncurkan Sukuk Ijarah Soechi Lines Tahap I Tahun 2026 dengan target penghimpunan dana hingga Rp500 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperluas sumber pendanaan berbasis syariah untuk mendukung ekspansi dan kebutuhan pembiayaan jangka panjang.
Penerbitan sukuk tersebut merupakan tahap awal dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk Ijarah Berkelanjutan I yang memiliki target total dana mencapai Rp3 triliun. Program ini menjadi salah satu aksi korporasi penting SOCI di pasar modal syariah Indonesia pada tahun 2026.
Berdasarkan prospektus ringkas yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/6/2026), instrumen syariah ini akan diterbitkan dalam dua seri dengan tenor tiga tahun dan lima tahun. Sementara itu, besaran cicilan imbalan ijarah untuk masing-masing seri akan ditetapkan menjelang masa penawaran umum.
Sukuk Ijarah Soechi Lines Terbit dalam Dua Seri
Perseroan menetapkan nilai emisi tahap pertama sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. Dana yang diperoleh nantinya akan menjadi bagian dari program pendanaan berkelanjutan yang lebih besar hingga Rp3 triliun.
Jadwal penerbitan sukuk telah disusun secara rinci. Masa penawaran umum akan berlangsung pada 2-3 Juli 2026. Selanjutnya, penjatahan dijadwalkan pada 6 Juli 2026.
Selain itu, distribusi sukuk secara elektronik akan dilakukan pada 8 Juli 2026. Instrumen tersebut kemudian mulai dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026.
Melalui penerbitan ini, Soechi Lines berharap dapat menarik minat investor yang mencari instrumen investasi syariah dengan dukungan aset riil serta struktur pembiayaan yang sesuai prinsip syariah.
Aset Kapal Menjadi Dasar Sukuk
Salah satu daya tarik utama Sukuk Ijarah Soechi Lines adalah penggunaan aset dasar atau underlying asset berupa hak manfaat atas dua kapal tanker milik entitas anak perusahaan.
Aset pertama adalah FSO Arjuna Prima. Kapal berbendera Indonesia tersebut memiliki kapasitas deadweight tonnage (DWT) sebesar 109.325 ton.
Berdasarkan dokumen prospektus, FSO Arjuna Prima memiliki nilai pasar sekitar Rp528,69 miliar. Sementara itu, nilai sewa tahunannya mencapai Rp136,51 miliar.
Aset kedua adalah SC Sapphire, kapal tanker berbendera Marshall Islands yang beroperasi di perairan internasional. Kapal ini memiliki kapasitas DWT sebesar 45.800 ton.
Nilai pasar SC Sapphire tercatat sekitar Rp229,78 miliar dengan nilai sewa tahunan mencapai Rp120,99 miliar. Dengan demikian, total nilai aset dasar yang mendukung sukuk ini mencapai lebih dari Rp758,47 miliar.
Skema Pemanfaatan Aset
Dalam struktur transaksinya, Soechi Lines memperoleh hak manfaat atas kedua kapal dari entitas anak perusahaan.
Selanjutnya, hak manfaat tersebut dialihkan kepada pemegang sukuk. Perseroan kemudian bertindak sebagai wakil pemegang sukuk untuk menyewakan aset kepada pengguna akhir melalui anak usaha.
Pendapatan sewa yang dihasilkan akan digunakan sebagai sumber pembayaran imbalan ijarah sekaligus pelunasan pokok sukuk saat jatuh tempo.
Perseroan juga menegaskan adanya mekanisme perlindungan apabila terjadi penurunan nilai objek ijarah. Jika nilai aset turun di bawah kewajiban yang masih tersisa, perusahaan akan menambah atau mengganti objek ijarah lain yang sesuai prinsip syariah.
Didukung Fasilitas Kredit hingga Rp3 Triliun
Untuk meningkatkan kualitas kredit instrumen, penerbitan Sukuk Ijarah Soechi Lines memperoleh dukungan Credit Enhancement Facility (CEF) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
Nilai fasilitas tersebut mencapai maksimal Rp3 triliun. Fasilitas standby itu dapat dimanfaatkan sebagai dana cadangan pembayaran imbalan maupun pelunasan pokok sukuk sesuai kebutuhan.
Sementara itu, masa berlaku fasilitas CEF berlangsung hingga tiga tahun setelah jatuh tempo sukuk terakhir dalam program PUB Sukuk Berkelanjutan I Soechi Lines. Dengan ketentuan tersebut, fasilitas dapat berlaku hingga tahun 2037.
Perseroan dapat melakukan penarikan fasilitas secara bertahap dan menempatkannya sebagai dana cadangan. Kehadiran fasilitas ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen yang diterbitkan.
Raih Peringkat Triple A dari Pefindo
Dari sisi kualitas kredit, Sukuk Ijarah Soechi Lines telah memperoleh peringkat idAAA(sy)(sf) atau Triple A Syariah Structured Finance dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Peringkat tersebut berlaku untuk periode 19 Mei 2026 hingga 1 Februari 2027. Predikat Triple A menunjukkan kemampuan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan sesuai struktur pembiayaan yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) ditunjuk sebagai wali amanat dalam penerbitan sukuk ini.
Adapun tiga perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas.
Dengan dukungan aset kapal bernilai ratusan miliar rupiah, fasilitas peningkatan kredit hingga Rp3 triliun, serta peringkat tertinggi dari Pefindo, Sukuk Ijarah Soechi Lines berpotensi menjadi salah satu instrumen syariah yang menarik perhatian investor pasar modal pada tahun 2026.
Perseroan berharap penerbitan ini dapat memperluas akses pendanaan jangka panjang sekaligus memperkuat posisi bisnis di sektor pelayaran, tanker, dan jasa maritim nasional maupun internasional.





