Stock Split MLPT Rasio 1:25, Simak Jadwal Lengkapnya

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) resmi mengumumkan rencana Stock Split MLPT dengan rasio 1:25. Langkah ini menjadi salah satu aksi korporasi yang cukup menyita perhatian pelaku pasar karena berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan saham emiten teknologi yang berada di bawah naungan Lippo Group tersebut.

Melalui aksi korporasi ini, setiap satu saham lama dengan nilai nominal Rp100 akan dipecah menjadi 25 saham baru dengan nilai nominal Rp4 per saham. Dengan demikian, jumlah saham beredar perseroan akan meningkat secara signifikan tanpa mengubah nilai investasi pemegang saham.

Selain itu, manajemen berharap pemecahan saham ini dapat membuat harga saham menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel. Karena itu, peluang meningkatnya jumlah investor maupun aktivitas transaksi saham MLPT dinilai semakin terbuka setelah stock split efektif diberlakukan.

Stock Split MLPT Dilakukan dengan Rasio 1:25

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, Stock Split MLPT dilakukan menggunakan rasio 1:25. Artinya, setiap satu lembar saham lama akan berubah menjadi 25 lembar saham baru.

Nilai nominal saham juga berubah dari semula Rp100 menjadi Rp4 per saham. Sementara itu, jumlah saham beredar meningkat menjadi 46.875.000.000 saham dari sebelumnya 1.875.000.000 saham.

Meskipun jumlah saham bertambah, aksi ini tidak mengubah nilai kepemilikan investor. Nilai investasi tetap sama karena penyesuaian dilakukan secara proporsional terhadap harga saham dan jumlah lembar saham yang dimiliki.

Di sisi lain, stock split sering dipandang sebagai langkah perusahaan untuk meningkatkan daya tarik saham di pasar. Harga saham yang lebih rendah biasanya membuat investor ritel lebih mudah melakukan akumulasi.

Jadwal Lengkap Stock Split MLPT

Perseroan juga telah mengumumkan jadwal pelaksanaan stock split yang perlu diperhatikan investor.

Berikut rincian jadwalnya:

  • Pelaksanaan RUPSLB: 29 Juni 2026
  • Keterbukaan Informasi dan pengumuman jadwal Stock Split: 15 Juli 2026
  • Akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 20 Juli 2026
  • Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 21 Juli 2026
  • Recording Date: 22 Juli 2026
  • Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di Pasar Tunai: 23 Juli 2026

Bagi pemegang saham yang menyimpan saham melalui penitipan kolektif KSEI, pelaksanaan stock split dilakukan berdasarkan saldo saham pada masing-masing subrekening efek sesuai daftar pemegang saham per 22 Juli 2026.

Selanjutnya, saham hasil pemecahan akan didistribusikan melalui subrekening efek masing-masing investor di KSEI pada 23 Juli 2026.

Karena itu, investor perlu memperhatikan tanggal recording date agar proses penyesuaian kepemilikan saham dapat berlangsung secara otomatis sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Tujuan Stock Split MLPT?

Stock split merupakan aksi korporasi yang bertujuan memecah nilai nominal saham menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai perusahaan maupun kepemilikan investor.

Langkah ini umumnya dilakukan ketika harga saham dinilai sudah cukup tinggi sehingga berpotensi membatasi akses investor baru. Dengan harga yang lebih terjangkau, jumlah transaksi harian biasanya berpotensi meningkat.

Selain itu, likuiditas perdagangan saham juga dapat menjadi lebih baik. Aktivitas jual beli yang lebih aktif sering kali memberikan efisiensi terhadap pembentukan harga di pasar.

Namun, stock split bukan berarti perusahaan memperoleh tambahan modal baru. Aksi korporasi ini murni merupakan perubahan nilai nominal saham yang beredar.

Meskipun begitu, pasar sering memberikan sentimen positif terhadap emiten yang melakukan stock split, terutama apabila didukung oleh fundamental perusahaan yang tetap solid.

Prospek Saham MLPT bagi Investor

Bagi investor, Stock Split MLPT dapat menjadi momentum yang menarik untuk dicermati. Harga saham yang lebih rendah setelah stock split berpotensi memperluas basis investor ritel sehingga likuiditas perdagangan dapat meningkat.

Selain itu, MLPT dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang solusi teknologi informasi, digital infrastructure, cloud computing, cybersecurity, hingga layanan transformasi digital. Pertumbuhan kebutuhan digitalisasi di berbagai sektor masih menjadi katalis positif bagi industri ini dalam jangka panjang.

Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan beberapa faktor sebelum mengambil keputusan investasi, antara lain:

  • Pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.
  • Kondisi industri teknologi informasi.
  • Strategi ekspansi bisnis perseroan.
  • Valuasi saham setelah stock split.
  • Kondisi pasar modal secara keseluruhan.

Karena itu, stock split sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya alasan untuk membeli saham. Investor tetap perlu mengombinasikan analisis fundamental, prospek bisnis, serta kondisi ekonomi yang berkembang.

Dalam jangka panjang, apabila MLPT mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kinerja keuangan, aksi stock split ini berpotensi menjadi salah satu katalis positif yang mendukung peningkatan likuiditas saham serta memperluas minat investor di Bursa Efek Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
RUPS GoTo 2026 Setujui Buyback Saham Rp3,5 Triliun

RUPS GoTo 2026 Setujui Buyback Saham Rp3,5 Triliun

Kunjungi Artikel