Jumat, 30 Oktober 2026Berita Seputar Investasi Terbaru
RuangInvest.com
Berita Seputar Investasi Terbaru

Saham GOTO Naik 3,70% Usai RUPSLB, Ini Hasil Keputusannya

Oleh Dwi Prakoso · Oktober 15, 2026 · 6:00 pm
Daftar Isi 6 bagian

RuangInvest.com – Jakarta, Saham GOTO menguat 3,70% ke level Rp28 per lembar pada perdagangan Rabu (14/10/2026). Kenaikan tersebut terjadi setelah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembatalan 32,18 miliar lembar saham treasuri. Jumlah itu setara dengan sekitar 2,7% dari total saham perseroan. Keputusan ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk mengurangi modal ditempatkan dan disetor penuh.

Selain perubahan struktur modal, RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama. Perseroan tidak mengajukan pengganti untuk posisi tersebut. Sementara itu, aktivitas perdagangan saham GOTO tetap ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp277 miliar.

RUPSLB GOTO Setujui Pembatalan 32,18 Miliar Saham Treasuri

Mayoritas pemegang saham GOTO menyetujui rencana pengurangan modal melalui penarikan kembali 32,18 miliar lembar saham treasuri. Rapat tersebut berlangsung pada Rabu (14/10/2026). Keputusan ini menjadi salah satu agenda utama dalam RUPSLB perusahaan teknologi tersebut.

Setelah pembatalan saham treasuri, modal ditempatkan dan disetor penuh GOTO berkurang menjadi sekitar 1,15 triliun lembar saham. Selain itu, pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar perseroan. Mereka juga memberikan kuasa kepada direksi untuk menjalankan proses pengurangan modal sesuai keputusan rapat.

Saham treasuri merupakan saham yang sebelumnya diterbitkan perusahaan, kemudian dibeli kembali dan disimpan oleh perusahaan. Dalam konteks GOTO, pembatalan saham tersebut mengurangi jumlah saham yang tercatat sebagai modal ditempatkan dan disetor penuh.

Namun, investor perlu membedakan pengurangan jumlah saham dengan peningkatan kinerja operasional. Pembatalan saham treasuri tidak otomatis meningkatkan pendapatan, laba, ataupun arus kas perusahaan. Karena itu, investor tetap perlu mencermati laporan keuangan dan perkembangan bisnis GOTO.

Porsi Saham Publik GOTO Turun pada September 2026

Selain perubahan modal, data kepemilikan saham GOTO juga menunjukkan penurunan porsi saham publik atau free float. Pada akhir September 2026, free float perseroan tercatat sebesar 64,62%, setara dengan 769,74 miliar lembar saham.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang mencapai 70,14%, atau sekitar 835,43 miliar lembar saham. Dengan demikian, porsi saham publik turun 5,52 poin persentase dalam periode tersebut.

Perubahan ini menarik perhatian karena free float menggambarkan porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Besarnya free float dapat memengaruhi likuiditas perdagangan dan dinamika permintaan serta penawaran saham di pasar.

Meski begitu, investor tidak sebaiknya langsung menyimpulkan bahwa penurunan free float menjadi penyebab kenaikan harga GOTO. Pergerakan harga saham juga dipengaruhi oleh sentimen pasar, aktivitas investor, kondisi industri, dan ekspektasi terhadap kinerja perusahaan.

Catherine Hindra Sutjahyo Mundur dari Jabatan Wakil Direktur Utama

RUPSLB GOTO juga menyetujui pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama. Ia telah mengajukan pengunduran diri sejak akhir Agustus 2026 karena alasan pribadi dan keluarga.

Perseroan tidak mengajukan nama pengganti dalam rapat tersebut. Oleh karena itu, susunan direksi GOTO tidak mencantumkan posisi Wakil Direktur Utama dalam daftar terbaru yang disampaikan melalui bahan informasi rapat.

Berikut susunan direksi GOTO berdasarkan informasi yang tersedia dalam bahan RUPSLB tersebut:

  • Direktur Utama: Hans Patuwo.
  • Direktur: Simon Tak Leung Ho.
  • Direktur: Sudhanshu Raheja.
  • Direktur: R.A. Koesoemohadiani.
  • Direktur: Wuzhen (William) Xiong.
  • Direktur: Monica Lynn Mulyanto.

Sementara itu, susunan dewan komisaris GOTO terdiri atas Agus D.W. Martowardojo sebagai Komisaris Utama. Anggota komisaris lainnya meliputi Wishnutama Kusubandio, Andre Soelistyo, dan Santoso Kartono.

Adapun jajaran Komisaris Independen terdiri atas Dirk Van den Berghe, Marjorie Tiu Lao, dan John A. Prasetio. Perubahan posisi manajemen menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati investor dalam menilai arah kebijakan dan strategi perusahaan ke depan.

Saham GOTO Naik 3,70% ke Rp28 per Lembar

Pasar merespons positif rangkaian keputusan RUPSLB GOTO pada perdagangan Rabu (14/10/2026). Harga saham GOTO ditutup pada level Rp28 per lembar, naik 3,70% dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan tersebut turut membawa kapitalisasi pasar perusahaan menjadi sekitar Rp31,9 triliun.

Aktivitas perdagangan saham GOTO juga menunjukkan volume yang tinggi. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 10,06 miliar lembar saham. Sementara itu, nilai transaksi harian mencapai Rp277 miliar.

Volume perdagangan yang besar menunjukkan tingginya aktivitas transaksi pada saham tersebut. Namun, volume tinggi tidak selalu menandakan bahwa seluruh pelaku pasar memiliki pandangan positif terhadap prospek perusahaan. Investor perlu membandingkan volume beli dan jual serta mengamati pergerakan harga pada sesi perdagangan berikutnya.

Selain itu, kenaikan harga dalam satu hari belum cukup untuk memastikan terbentuknya tren naik yang berkelanjutan. Pelaku pasar perlu memperhatikan konsistensi kenaikan, perubahan volume, serta perkembangan sentimen terhadap sektor teknologi dan ekonomi digital.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor Saham GOTO?

Keputusan RUPSLB dan kenaikan harga saham menjadi dua perkembangan penting bagi investor GOTO. Meski demikian, keduanya perlu dianalisis bersama faktor fundamental dan kondisi pasar agar investor tidak hanya mengandalkan sentimen jangka pendek.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian investor setelah RUPSLB tersebut:

  • Perubahan jumlah saham: Cermati penyelesaian proses pembatalan saham treasuri dan dampaknya terhadap struktur modal perseroan.
  • Kinerja keuangan: Perhatikan perkembangan pendapatan, profitabilitas, arus kas, serta kemampuan perusahaan menjaga efisiensi operasional.
  • Perubahan manajemen: Amati kebijakan direksi setelah pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo.
  • Aktivitas perdagangan: Bandingkan volume transaksi dan pergerakan harga untuk menilai kekuatan momentum pasar.
  • Risiko investasi: Tentukan batas risiko sesuai profil investasi dan jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan kenaikan harga harian.

Di sisi lain, investor jangka panjang perlu menilai kemampuan GOTO memperkuat bisnis dan menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan. Perubahan struktur modal dapat menjadi informasi penting, tetapi prospek perusahaan tetap bergantung pada berbagai faktor operasional dan keuangan.

Kesimpulan

Saham GOTO naik 3,70% ke Rp28 per lembar setelah RUPSLB menyetujui pembatalan 32,18 miliar saham treasuri dan pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama. Pada perdagangan 14 Oktober 2026, saham ini mencatat volume 10,06 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp277 miliar.

Keputusan RUPSLB tersebut membawa perubahan pada struktur modal dan jajaran manajemen GOTO. Namun, investor tetap perlu memantau perkembangan kinerja keuangan, strategi perusahaan, serta pergerakan harga saham sebelum mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Investasi saham mengandung risiko, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian atau seluruh modal. Setiap investor perlu melakukan riset mandiri dan menyesuaikan keputusan dengan profil risiko masing-masing.

Tag: ·

Suka berbagi informasi finansial :)