Saham BREN Naik Usai Bidik Akuisisi EDC Filipina

Dwi Prakoso

pergerakan saham BREN naik setelah rencana akuisisi EDC Filipina.

RuangInvest.com, Jakarta – Saham BREN naik pada perdagangan Rabu (15/7/2026) setelah muncul kabar bahwa PT Barito Renewables Energy Tbk mengajukan penawaran untuk mengakuisisi perusahaan panas bumi asal Filipina, Energy Development Corp (EDC). Sentimen tersebut langsung menarik perhatian pelaku pasar karena dinilai dapat memperkuat posisi perseroan di sektor energi terbarukan Asia Tenggara.

Pergerakan saham ini terjadi setelah beberapa bulan BREN berada di bawah tekanan. Sejak awal 2026, harga saham perseroan telah terkoreksi cukup dalam akibat dikeluarkan dari indeks MSCI. Namun, kabar ekspansi melalui potensi akuisisi EDC menjadi sentimen positif yang mendorong optimisme investor.

Di awal perdagangan, minat beli terhadap saham BREN mulai meningkat. Meski kenaikannya masih terbatas, pasar menilai langkah ekspansi ini berpotensi menjadi katalis baru apabila proses negosiasi berhasil mencapai kesepakatan.

Saham BREN Naik Didorong Rencana Akuisisi EDC

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.02 WIB, saham BREN menguat 1,48 persen ke level Rp3.430 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp4,77 miliar.

Kenaikan tersebut muncul setelah Bloomberg melaporkan bahwa Barito Renewables telah menyampaikan penawaran tunai yang bersifat tidak mengikat atau non-binding offer kepada Energy Development Corp pada Selasa (14/7/2026) malam.

Menurut laporan tersebut, nilai ekuitas EDC diperkirakan melebihi USD5 miliar atau sekitar Rp90,46 triliun dengan asumsi kurs Rp18.091 per dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, jika memperhitungkan seluruh kewajiban perusahaan, valuasi EDC diperkirakan mencapai sekitar USD7 miliar atau setara Rp126,64 triliun. Nilai tersebut menunjukkan bahwa transaksi ini berpotensi menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di sektor energi terbarukan kawasan.

Selain itu, sumber yang mengetahui pembahasan menyebutkan bahwa kedua perusahaan telah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk mengevaluasi peluang transaksi tersebut. Namun, hingga kini prosesnya masih berada pada tahap awal sehingga belum ada kepastian mengenai kesepakatan final.

Akuisisi Berpotensi Memperkuat Bisnis Energi Terbarukan

Barito Renewables Energy dikenal sebagai perusahaan yang memiliki portofolio pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan. Perseroan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi serta tenaga angin melalui sejumlah anak usaha.

Apabila akuisisi terhadap EDC berhasil direalisasikan, kapasitas pembangkit dan aset energi terbarukan BREN diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Selain memperluas skala bisnis, transaksi tersebut juga dapat memperkuat posisi perusahaan di pasar regional.

Di sisi lain, EDC merupakan salah satu perusahaan energi panas bumi terbesar di Filipina. Perusahaan ini mendapat dukungan dari sejumlah investor besar seperti First Gen Corp, Macquarie Asset Management, dan sovereign wealth fund Singapura, GIC Pte.

EDC sendiri telah melakukan delisting sukarela dari Bursa Efek Filipina pada 2018. Meski tidak lagi tercatat di bursa, perusahaan tetap menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan energi bersih di kawasan Asia Tenggara.

Hingga berita ini ditulis, pihak Barito Renewables, EDC, First Gen, GIC, maupun Macquarie Asset Management belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.

Saham BREN Masih Berada di Bawah Tekanan

Meskipun saham BREN naik pada perdagangan hari ini, performanya sepanjang tahun 2026 masih menunjukkan tekanan yang cukup besar.

Sejak awal tahun, saham BREN telah melemah sekitar 64,74 persen. Koreksi tajam tersebut terjadi setelah saham perseroan dikeluarkan dari indeks MSCI, sehingga memicu aksi jual dari sejumlah investor institusi yang mengikuti indeks tersebut.

Namun, pasar mulai melihat adanya peluang perubahan sentimen. Rencana ekspansi ke Filipina dinilai dapat menjadi katalis positif apabila mampu meningkatkan pendapatan dan kapasitas pembangkit perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, sektor energi terbarukan masih menjadi salah satu industri yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi. Permintaan terhadap listrik berbasis energi bersih terus meningkat seiring komitmen berbagai negara dalam mengurangi emisi karbon.

Prospek untuk Investor

Bagi investor, kabar potensi akuisisi EDC menjadi sentimen yang layak diperhatikan karena dapat memengaruhi arah bisnis Barito Renewables dalam jangka panjang.

Beberapa faktor yang patut dicermati antara lain:

  • Perkembangan negosiasi akuisisi hingga tercapai atau batalnya kesepakatan.
  • Dampak transaksi terhadap struktur pendanaan dan beban utang perusahaan.
  • Potensi peningkatan kapasitas pembangkit energi terbarukan setelah akuisisi.
  • Kontribusi EDC terhadap pendapatan dan laba konsolidasi BREN.
  • Respons pasar dan investor institusi setelah adanya kepastian transaksi.

Sementara itu, investor juga perlu mempertimbangkan bahwa proses akuisisi masih bersifat awal dan belum mengikat. Karena itu, masih terdapat kemungkinan perubahan nilai transaksi maupun batalnya kesepakatan.

Apabila akuisisi berhasil diselesaikan dengan valuasi yang menarik serta memberikan sinergi operasional, langkah tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja fundamental BREN dalam jangka panjang. Sebaliknya, jika negosiasi tidak mencapai kesepakatan, pergerakan saham kemungkinan akan kembali dipengaruhi oleh kondisi fundamental perusahaan dan sentimen pasar secara keseluruhan.

Dengan demikian, kenaikan harga saham pada perdagangan hari ini mencerminkan respons awal investor terhadap peluang ekspansi regional yang sedang dijajaki perseroan. Pasar kini menantikan perkembangan berikutnya untuk menilai seberapa besar dampak aksi korporasi tersebut terhadap prospek pertumbuhan Barito Renewables Energy di masa mendatang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu