RUPST MNC Energy Investment (IATA) 2026 Setujui Ganti Nama dan Target Produksi

Dwi Prakoso

RUPST IATA 2026

RuangInvest.com – Jakarta – RUPST IATA 2026 menjadi momentum penting bagi PT MNC Energy Investments Tbk dalam memperkuat arah bisnis dan strategi pertumbuhan jangka panjang. Dalam rapat yang digelar pada 22 Juni 2026, para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda strategis yang akan menjadi fondasi pengembangan perusahaan ke depan.

Persetujuan tersebut mencakup pengesahan laporan tahunan, laporan keberlanjutan, hingga laporan keuangan tahun buku 2025. Selain itu, rapat juga menetapkan perubahan susunan pengurus, pergantian pengendali perseroan, serta rencana perubahan nama perusahaan.

RUPST IATA 2026 juga menyoroti kinerja operasional dan keuangan yang positif sepanjang 2025. Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sekaligus meningkatkan margin operasional di tengah dinamika industri batu bara nasional.

Kinerja Keuangan IATA Tumbuh Positif pada 2025

PT MNC Energy Investments Tbk mencatatkan pendapatan sebesar USD79,64 juta sepanjang tahun 2025. Dari capaian tersebut, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD8,27 juta.

Angka laba bersih tersebut meningkat 7,73 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kinerja ini menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas di tengah tantangan sektor energi.

Selain itu, margin EBITDA juga mengalami peningkatan. Pada 2024, margin EBITDA tercatat sebesar 19,13 persen. Sementara itu, pada 2025 meningkat menjadi 22,93 persen.

Peningkatan margin tersebut mencerminkan efisiensi operasional yang lebih baik. Di sisi lain, perusahaan juga terus mengoptimalkan aset tambang yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas.

Dari sisi operasional, produksi batu bara mencapai 3,42 juta metrik ton (MT). Adapun volume penjualan batu bara sepanjang 2025 tercatat sebesar 3,51 juta MT.

Perseroan juga memiliki cadangan batu bara terbukti yang cukup besar. Hingga akhir 2025, cadangan terbukti mencapai 298 juta MT yang menjadi modal penting bagi keberlanjutan bisnis perusahaan.

RUPST IATA 2026 Tetapkan Target Produksi 7,8 Juta MT

Dalam RUPST IATA 2026, manajemen menyampaikan target produksi batu bara sebesar 7,8 juta MT pada tahun ini.

Sebagai langkah awal, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan persetujuan kuota produksi sebesar 2 juta MT. Namun, angka tersebut masih jauh dari target yang telah ditetapkan perseroan.

Karena itu, perusahaan telah mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kepada Kementerian ESDM. Revisi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi selama 2026.

Sumber Peningkatan Produksi

Target produksi tersebut akan didukung oleh optimalisasi sejumlah tambang yang berada di bawah pengelolaan perusahaan, yaitu:

  • PT Putra Muba Coal (PMC)
  • PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE)
  • PT Arthaco Prima Energy (APE)

Melalui optimalisasi produksi dari ketiga aset tersebut, perusahaan optimistis mampu mencapai target yang telah ditetapkan.

Selain itu, peningkatan produksi diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan dan laba perseroan sepanjang tahun berjalan.

Perubahan Direksi dan Komisaris Disetujui

RUPST IATA 2026 juga menyetujui sejumlah perubahan dalam jajaran pengurus perusahaan.

Pemegang saham menerima pengunduran diri Santi Paramita dari jabatan Komisaris. Selain itu, Henry Suparman mengundurkan diri dari posisi Wakil Presiden Direktur.

Anthony Putra Tjiptodihardjo juga mengundurkan diri dari jabatan Direktur. Sementara itu, Andrea Frans Tambunan diberhentikan dengan hormat dari posisi Direktur karena mendapatkan penugasan lain di lingkungan perseroan.

Sebagai bagian dari penyegaran organisasi, pemegang saham menyetujui pengangkatan Christian sebagai Direktur baru.

Susunan pengurus terbaru perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Presiden Komisaris (Independen): Irjen Pol (Purn) Drs. H. Hamidin
  • Komisaris: Hartono Tanoesoedibjo
  • Komisaris: Amin Mansur

Direksi

  • Presiden Direktur: Suryo Eko Hadianto
  • Wakil Presiden Direktur: Agustinus Wishnu Handoyono
  • Wakil Presiden Direktur: Kahar Chua
  • Direktur: Leader Dermawan Soli Daeli
  • Direktur: Christian

Perusahaan Berganti Nama dan Pengendali

Salah satu keputusan penting dalam RUPST IATA 2026 adalah persetujuan perubahan nama perusahaan.

Pemegang saham menyetujui perubahan nama dari PT MNC Energy Investments Tbk menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk atau nama lain yang nantinya memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Manajemen menjelaskan bahwa perubahan nama dilakukan untuk memperkuat identitas perusahaan. Selain itu, langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan keselarasan dengan visi dan strategi bisnis jangka panjang.

Di sisi lain, rapat juga menyetujui perubahan pengendali perseroan. Pengendali sebelumnya, PT MNC Asia Holding Tbk, digantikan oleh PT Karya Pacific Investama (KPI).

Perubahan tersebut merupakan dampak dari penyelesaian transaksi pengambilalihan saham melalui mekanisme tender offer sukarela yang telah dilakukan sesuai ketentuan pasar modal Indonesia.

Masuknya KPI sebagai mitra strategis dinilai memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan perusahaan. Selain dukungan permodalan, sinergi ini diharapkan membuka peluang ekspansi dan kolaborasi bisnis yang lebih luas.

Dengan dukungan pemegang saham baru, target produksi yang lebih agresif, serta identitas perusahaan yang diperbarui, RUPST IATA 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi perseroan di sektor energi nasional. Perusahaan berharap berbagai perubahan tersebut mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dalam jangka panjang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu