Rights Issue MGLV Siapkan Dana Ekspansi Data Center

Dwi Prakoso

Rights Issue MGLV untuk pendanaan ekspansi bisnis data center dan pelunasan kewajiban perusahaan.

RuangInvest.com, Jakarta – Rights Issue MGLV kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I). Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan bisnis perseroan.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada Rabu (29/7/2026), perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung kebutuhan pendanaan jangka panjang.

Meski demikian, harga pelaksanaan rights issue belum ditetapkan. Manajemen menyampaikan bahwa harga pelaksanaan akan diumumkan kemudian dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kondisi pasar saat pelaksanaan aksi korporasi.

Rights Issue MGLV Terbitkan Hingga 285,73 Juta Saham Baru

Dalam dokumen prospektus, MGLV menyebutkan bahwa penerbitan saham baru melalui PMHMETD I akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham. Perseroan dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 September 2026 untuk meminta persetujuan atas rencana tersebut.

Rights issue merupakan salah satu cara perusahaan publik memperoleh tambahan modal dari pemegang saham eksisting. Melalui skema ini, pemegang saham lama mendapatkan hak untuk membeli saham baru sesuai porsi kepemilikannya.

Namun, pemegang saham yang tidak menggunakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) berpotensi mengalami penurunan persentase kepemilikan. Dalam prospektus disebutkan bahwa dilusi maksimum yang dapat terjadi mencapai 13,04 persen.

Sementara itu, besarnya dana yang akan diperoleh perseroan masih bergantung pada harga pelaksanaan yang nantinya ditetapkan. Karena itu, nilai final penghimpunan dana belum dapat dihitung pada tahap saat ini.

Dana Rights Issue Digunakan untuk Pelunasan Kewajiban

Manajemen menjelaskan bahwa dana hasil PMHMETD I setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk beberapa kebutuhan strategis perusahaan.

Pertama, dana akan digunakan untuk melunasi kewajiban yang timbul dari pengambilalihan PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier Genai Center (NGC). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur keuangan perseroan setelah proses akuisisi.

Selain itu, sebagian dana akan digunakan untuk melakukan pembayaran lebih awal atas utang perseroan kepada PT Nextier Datamate Center (NDC). Pembayaran lebih cepat tersebut berpotensi mengurangi beban kewajiban dan meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan.

Di sisi lain, perseroan juga mengalokasikan dana untuk kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex). Dana tersebut dapat digunakan baik oleh perusahaan induk maupun entitas anak guna mendukung pengembangan usaha.

Manajemen menilai penguatan modal menjadi faktor penting mengingat bisnis pusat data membutuhkan investasi yang besar. Karena itu, tambahan dana dari rights issue diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai proyek strategis yang sedang disiapkan.

Fokus Perkuat Bisnis Data Center

Pengembangan bisnis data center menjadi salah satu fokus utama MGLV dalam beberapa tahun ke depan. Permintaan layanan pusat data terus meningkat seiring pertumbuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.

Kebutuhan penyimpanan data, komputasi awan, kecerdasan buatan, hingga layanan digital lainnya mendorong perusahaan teknologi dan korporasi untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur digital. Kondisi tersebut membuka peluang pertumbuhan bagi pelaku bisnis data center.

Melalui tambahan modal yang diperoleh dari rights issue, MGLV berupaya memperkuat posisinya di industri tersebut. Selain mendukung ekspansi fasilitas, dana juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas layanan dan pengembangan teknologi pendukung.

Meskipun begitu, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah faktor risiko. Salah satunya adalah potensi dilusi bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi HMETD. Selain itu, pasar juga akan mencermati harga pelaksanaan rights issue yang hingga kini belum diumumkan.

Prospek Investor terhadap Rights Issue MGLV

Bagi investor, rencana rights issue ini dapat dilihat dari dua sisi. Di satu sisi, aksi korporasi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan jangka pendek karena adanya tambahan saham baru yang beredar di pasar.

Namun, di sisi lain, penggunaan dana yang difokuskan pada pelunasan kewajiban dan ekspansi bisnis data center dapat menjadi katalis positif dalam jangka menengah hingga panjang. Struktur keuangan yang lebih kuat berpotensi meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan.

Selain itu, sektor pusat data saat ini masih memiliki prospek yang menarik seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia. Jika dana rights issue dapat dimanfaatkan secara efektif, MGLV berpeluang memperbesar skala bisnis dan meningkatkan pendapatan di masa mendatang.

Karena itu, investor disarankan untuk mencermati perkembangan jadwal rights issue, harga pelaksanaan, serta hasil RUPSLB yang akan digelar pada September 2026. Faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah sentimen pasar terhadap saham MGLV dalam waktu mendatang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu