Right Issue EURO, Siapkan 2 Miliar Saham Baru untuk Ekspansi

Dwi Prakoso

Ilustrasi right issue EURO dan rencana penerbitan 2 miliar saham baru

RuangInvest.com, Jakarta – PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengumumkan rencana right issue EURO. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 2 miliar saham baru dari portepel.

Aksi korporasi tersebut ditujukan untuk memperkuat modal kerja sekaligus meningkatkan kapasitas usaha. Namun, rencana tersebut belum dapat langsung dilaksanakan karena masih membutuhkan sejumlah persetujuan.

Perseroan dijadwalkan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 September 2026. Selain itu, aksi tersebut juga masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di tengah rencana tersebut, saham EURO masih bergerak fluktuatif. Pada penutupan perdagangan 14 Agustus 2026, harga saham EURO berada di level Rp1.740 per saham. Harga tersebut turun sekitar 8,90% dalam sepekan terakhir.

Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan aksi korporasi ini. Terutama terkait harga pelaksanaan, rasio HMETD, hingga jadwal perdagangan hak memesan efek terlebih dahulu.

Rincian Rencana Right Issue EURO

Berdasarkan informasi yang disampaikan perseroan, jumlah saham baru yang akan diterbitkan mencapai maksimal 2 miliar saham. Saham tersebut memiliki nilai nominal Rp5 per saham.

Untuk saat ini, sejumlah informasi penting masih belum diumumkan. Harga pelaksanaan dan rasio HMETD menjadi dua hal yang paling ditunggu pasar.

Berikut ringkasan rencana right issue EURO:

  • Jenis aksi korporasi: PMHMETD atau right issue.
  • Jumlah saham baru: maksimal 2.000.000.000 saham.
  • Nilai nominal: Rp5 per saham.
  • Status: masih berupa rencana dan belum efektif.
  • RUPSLB: dijadwalkan pada 18 September 2026.
  • Penggunaan dana: modal kerja dan peningkatan kapasitas usaha.
  • Potensi dilusi maksimal: sekitar 43,97%.
  • Harga pelaksanaan: belum diumumkan.
  • Rasio HMETD: belum diumumkan.
  • Cum-right dan ex-right: belum diumumkan.

Dengan jumlah saham baru yang cukup besar, aksi ini berpotensi mengubah struktur saham beredar EURO secara signifikan. Jika seluruh saham diterbitkan, pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya dapat mengalami dilusi.

Namun, besarnya dampak terhadap harga saham belum dapat dihitung secara pasti. Pasalnya, harga pelaksanaan dan rasio HMETD belum tersedia.

Informasi tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menghitung nilai teoritis saham setelah ex-right. Selain itu, investor juga dapat membandingkan harga pelaksanaan dengan harga saham EURO di pasar reguler.

Mengapa EURO Melakukan Right Issue?

Dalam keterbukaan informasi, EURO menyampaikan bahwa dana hasil aksi korporasi akan digunakan untuk modal kerja. Sebagian dana juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Right issue menjadi salah satu alternatif pendanaan bagi perusahaan. Melalui mekanisme tersebut, perseroan dapat memperoleh tambahan modal tanpa harus sepenuhnya mengandalkan pinjaman.

Namun, tambahan modal bukan jaminan otomatis terhadap peningkatan kinerja. Manfaat aksi korporasi sangat bergantung pada efektivitas penggunaan dana.

Karena itu, pasar kemungkinan akan memperhatikan perkembangan bisnis EURO setelah aksi tersebut berjalan. Pertumbuhan pendapatan, margin keuntungan, kapasitas produksi, dan laba akan menjadi indikator penting.

Di sisi lain, investor juga perlu melihat tujuan ekspansi secara lebih luas. Penambahan kapasitas usaha harus diikuti peningkatan permintaan dan utilisasi produksi agar memberikan dampak positif terhadap kinerja.

Kinerja EURO Masih Menghadapi Tekanan

EURO merupakan emiten sektor Consumer Staples. Perseroan menjalankan bisnis jasa manufaktur atau toll manufacturing serta pengisian produk aerosol.

Produk yang diproduksi mencakup berbagai kebutuhan konsumen. Lini bisnisnya antara lain kosmetik, deodoran, parfum, perawatan tubuh, antiseptik, pembersih rumah tangga, hingga produk otomotif.

EURO juga menyediakan jasa maklon untuk produk aerosol dan produk cair. Dengan model tersebut, perseroan lebih berperan sebagai mitra manufaktur bagi pelanggan.

Dari sisi kinerja, pendapatan EURO pada semester I 2026 tercatat sekitar Rp9,5 miliar. Angka tersebut naik sekitar 1,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum diikuti peningkatan profitabilitas. EBITDA turun sekitar 29,5% secara tahunan menjadi Rp0,5 miliar.

Sementara itu, laba bersih EURO tercatat Rp599,3 juta. Angka tersebut turun sekitar 21,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan masih menghadapi tantangan. Efisiensi operasional juga menjadi salah satu perhatian sebelum tambahan modal memberikan hasil yang lebih besar.

Meskipun begitu, rencana penambahan modal dapat membuka peluang pertumbuhan. Peluang tersebut bergantung pada kemampuan perseroan meningkatkan kapasitas dan menghasilkan pendapatan tambahan.

Apa Arti Right Issue EURO bagi Trader?

Bagi trader, pengumuman right issue EURO menjadi informasi awal yang perlu dipantau. Aksi tersebut belum efektif sehingga belum saatnya menarik kesimpulan hanya berdasarkan jumlah saham baru.

Tahap berikutnya akan menjadi lebih penting setelah RUPSLB dan prospektus final diterbitkan. Pada tahap tersebut, informasi mengenai harga pelaksanaan dan rasio HMETD akan menjadi lebih jelas.

Trader juga perlu mencermati beberapa faktor berikut:

  • Potensi dilusi: maksimal sekitar 43,97% jika seluruh saham baru diterbitkan.
  • Harga pelaksanaan: menjadi faktor penting untuk menilai daya tarik HMETD.
  • Rasio HMETD: menentukan jumlah hak yang diterima pemegang saham lama.
  • Penggunaan dana: perlu dipantau untuk melihat dampaknya terhadap bisnis.
  • Jadwal aksi: termasuk cum-right, ex-right, periode perdagangan, dan pelaksanaan HMETD.
  • Pergerakan saham: volatilitas dapat meningkat menjelang dan setelah aksi korporasi.
  • Kondisi pasar: sentimen IHSG, nilai tukar rupiah, dan arus dana dapat memengaruhi harga EURO.

Selain itu, trader perlu membedakan antara peluang dan risiko. Right issue dapat menjadi katalis positif jika pasar melihat ekspansi perusahaan memiliki prospek kuat.

Sebaliknya, tekanan dapat muncul apabila investor menilai penerbitan saham baru terlalu besar dibandingkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.

Menunggu Prospektus dan Jadwal Resmi

Saat ini, salah satu informasi terpenting yang masih ditunggu adalah prospektus final. Dokumen tersebut akan memberikan rincian lebih lengkap mengenai pelaksanaan right issue EURO.

Harga pelaksanaan dan rasio HMETD juga akan menentukan perhitungan potensi dilusi. Informasi tersebut sekaligus membantu investor menentukan apakah lebih menarik menggunakan hak atau membeli saham langsung di pasar.

Sementara itu, jadwal cum-right dan ex-right juga belum diumumkan. Trader sebaiknya tidak mengambil keputusan berdasarkan perkiraan jadwal sebelum informasi resmi tersedia.

Di sisi lain, persetujuan RUPSLB menjadi tahapan penting yang harus dilalui perseroan. Setelah itu, EURO masih perlu memenuhi ketentuan dan memperoleh pernyataan efektif dari OJK.

Dengan demikian, rencana penerbitan maksimal 2 miliar saham belum berarti seluruh saham tersebut pasti diterbitkan. Realisasinya tetap bergantung pada proses dan ketentuan yang berlaku.

Risiko dan Peluang yang Perlu Diperhatikan

Rencana penambahan modal memberikan dua sisi yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Dari sisi positif, tambahan dana dapat memperkuat modal kerja dan mendukung peningkatan kapasitas usaha.

Jika ekspansi berhasil meningkatkan volume produksi dan penjualan, kinerja EURO berpotensi ikut terdorong. Namun, hasil tersebut tidak dapat dipastikan hanya dari pengumuman right issue.

Di sisi lain, potensi dilusi menjadi risiko utama bagi pemegang saham lama. Risiko tersebut semakin penting jika pemegang saham tidak menggunakan HMETD yang dimilikinya.

Selain itu, kinerja semester I 2026 menunjukkan adanya tekanan pada EBITDA dan laba bersih. Karena itu, efektivitas penggunaan dana menjadi faktor penting untuk menentukan keberhasilan aksi korporasi.

Meskipun begitu, pasar masih memiliki waktu untuk menunggu informasi lebih lengkap. Trader dapat memantau keputusan RUPSLB, prospektus final, harga pelaksanaan, rasio HMETD, serta jadwal perdagangan hak.

Pada akhirnya, right issue EURO menjadi aksi korporasi yang perlu dicermati secara bertahap. Pelaku pasar sebaiknya tidak hanya melihat potensi kenaikan harga, tetapi juga memperhitungkan dilusi, kinerja keuangan, dan prospek penggunaan dana.

Dengan informasi yang lebih lengkap, investor dapat menilai apakah tambahan modal tersebut benar-benar mampu memperkuat bisnis EURO. Sementara itu, volatilitas saham tetap perlu diantisipasi dengan manajemen risiko yang disiplin.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan, Ini Bedanya dengan Visa dan Mastercard

Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan, Ini Bedanya dengan Visa dan Mastercard

Kunjungi Artikel