Potongan Aplikasi 8 Persen Ojol Berlaku Mulai Juli 2026

Dwi Prakoso

Potongan aplikasi 8 persen ojol resmi diterapkan Gojek dan Grab mulai Juli 2026

RuangInvest.com, Jakarta – Potongan aplikasi 8 persen ojol resmi diterapkan oleh PT GoTo Gojek Indonesia Tbk (GOTO) dan PT Grab Teknologi Indonesia untuk layanan transportasi penumpang roda dua. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2026 dan menjadi tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat peringatan Hari Buruh atau May Day.

Langkah ini menjadi perhatian luas karena menyangkut pendapatan jutaan mitra pengemudi ojek online di Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir, isu besaran potongan aplikasi menjadi salah satu tuntutan utama yang disuarakan para pengemudi dalam berbagai kesempatan.

Selain itu, keputusan kedua perusahaan teknologi transportasi terbesar di Indonesia tersebut dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra, keterjangkauan tarif bagi konsumen, dan keberlanjutan bisnis transportasi online yang terus berkembang.

Potongan Aplikasi 8 Persen Ojol Mulai Berlaku 1 Juli 2026

PT GoTo Gojek Indonesia Tbk memastikan potongan aplikasi 8 persen ojol akan diterapkan khusus untuk layanan GoRide mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini berlaku pada layanan transportasi penumpang roda dua yang menjadi salah satu layanan utama dalam ekosistem Gojek.

Wakil Direktur Utama GOTO, Catherine Hindra Sutjahyo, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi. Menurutnya, kebijakan ini sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyesuaikan model bisnis dengan kebutuhan ekosistem transportasi digital saat ini.

Catherine menjelaskan bahwa penerapan potongan aplikasi sebesar 8 persen bukan keputusan yang mudah. Perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor penting agar layanan tetap berjalan secara berkelanjutan.

Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan antara lain:

  • Menjaga peluang pendapatan mitra pengemudi.
  • Memastikan tarif tetap terjangkau bagi pelanggan.
  • Menjaga keberlanjutan bisnis ride-hailing.
  • Mempertahankan kualitas layanan kepada masyarakat.

Meskipun begitu, GOTO menilai kebijakan tersebut perlu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi para mitra pengemudi.

Grab Ikut Terapkan Potongan Aplikasi 8 Persen Ojol

Di sisi lain, Grab Indonesia juga mengumumkan penerapan kebijakan serupa untuk layanan GrabBike. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan perusahaan akan memberlakukan potongan aplikasi sebesar 8 persen untuk layanan transportasi roda dua.

Menurut Neneng, kebijakan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi salah satu fokus pemerintah.

Grab menegaskan bahwa implementasi kebijakan tersebut tetap akan memperhatikan keseimbangan berbagai kepentingan dalam ekosistem transportasi online. Perusahaan ingin memastikan perlindungan bagi mitra pengemudi tetap berjalan tanpa mengorbankan keterjangkauan layanan bagi masyarakat.

Neneng mengakui bahwa penyesuaian tarif potongan aplikasi akan menghadirkan tantangan tersendiri bagi perusahaan. Karena itu, Grab akan melakukan sejumlah penyesuaian operasional agar layanan tetap kompetitif dan berkelanjutan.

Tantangan Implementasi Kebijakan Baru

Penerapan potongan aplikasi yang lebih rendah berpotensi memengaruhi struktur pendapatan perusahaan. Namun, baik Gojek maupun Grab menilai langkah tersebut penting untuk menjaga hubungan yang sehat dengan para mitra pengemudi.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa kualitas layanan tidak menurun. Oleh karena itu, efisiensi operasional dan inovasi layanan diperkirakan akan menjadi fokus utama setelah kebijakan ini berlaku.

Dampak bagi Mitra Pengemudi dan Industri Ride-Hailing

Kebijakan potongan aplikasi 8 persen ojol diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi pendapatan mitra pengemudi. Dengan potongan yang lebih rendah, pengemudi berpeluang memperoleh bagian pendapatan yang lebih besar dari setiap perjalanan yang diselesaikan.

Namun, para pelaku industri juga menilai bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Jika tarif layanan terlalu tinggi, konsumen dapat beralih ke moda transportasi lain. Sebaliknya, jika tarif terlalu rendah, keberlanjutan bisnis dapat terganggu.

Saat ini, Gojek memiliki berbagai layanan berbasis roda dua seperti GoRide, GoFood, GoSend, dan GoMart. Sementara itu, layanan roda empat yang tersedia meliputi GoCar dan kerja sama dengan GoBlueBird.

Grab juga menawarkan sejumlah layanan selain GrabBike, seperti GrabFood, GrabMart, dan GrabExpress. Untuk transportasi roda empat, perusahaan menyediakan GrabCar dan GrabRent.

Menurut Grab, perusahaan telah beroperasi lebih dari satu dekade di Indonesia dan menjadi bagian dari aktivitas harian jutaan masyarakat. Grab juga menyebut kontribusinya terhadap sekitar 50 persen industri ride-hailing dan pengantaran online serta dukungannya dalam menciptakan sekitar 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM.

Ke depan, baik Gojek maupun Grab menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia. Melalui penerapan potongan aplikasi 8 persen ojol, kedua perusahaan berharap kesejahteraan mitra pengemudi dapat meningkat tanpa mengurangi kualitas layanan yang diterima masyarakat.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu